Cemas yang Tak Terlihat, Nyeri yang Tak Terucap: Ketika GERD dan Anxiety Saling Memeluk

-

Tidak ada video disisipkan.

KUNINGAN, SUAR MAHASISWA AWARD — Bayangkan kamu sedang duduk santai di kamar, tidak melakukan apa-apa, tapi tiba-tiba dada terasa sesak, jantung berdebar kencang, dan tenggorokan tercekat seolah ada yang mengganjal. Kamu panik. Mengira itu serangan jantung. Tapi saat diperiksa ke dokter, hasilnya: kamu “hanya” mengalami GERD.

“Cuma asam lambung,” kata orang lain dengan ringan. Padahal, hanya penderita GERD yang tahu, “cuma” itu bisa terasa seperti hidup sedang meledak dari dalam.

Namun ada yang sering luput dibahas: GERD tidak berdiri sendiri. Ia kerap berjalan beriringan dengan anxiety (gangguan kecemasan). Keduanya saling memicu dan memperparah, menciptakan lingkaran setan yang membuat seseorang terus merasa sakit, cemas, dan kelelahan secara mental.

Penyakit Fisik, Luka Psikis

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi kronis ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan rasa terbakar di dada (heartburn), nyeri ulu hati, atau rasa asam di mulut. Namun bagi sebagian besar pasien, gejalanya tidak berhenti di perut. Mereka juga mengalami sesak napas, tenggorokan tercekat, hingga serangan panik—yang membuatnya sering salah diagnosis sebagai gangguan jantung.

Faktanya, banyak penderita GERD sebenarnya juga sedang bergulat dengan anxiety disorder. Sebuah studi dari American Journal of Gastroenterology menyebutkan bahwa sekitar 44% penderita GERD juga mengalami gangguan kecemasan. Stres memperburuk asam lambung, sementara gejala GERD yang menyerupai serangan jantung memicu kepanikan lebih dalam. Sebuah lingkaran yang melelahkan.

Kisah Nyata: April Jasmine dan “Serangan Jantung” yang Ternyata Bukan

Pada tahun 2021, publik figur April Jasmine pernah mengalami gejala yang membuatnya panik luar biasa—dada sesak, jantung berdebar, keringat dingin. Ia langsung dilarikan ke UGD karena mengira mengalami serangan jantung.

Namun, hasil pemeriksaan menyatakan bahwa penyebabnya adalah GERD yang diperparah oleh stres dan kecemasan tinggi.

“Aku sampai panik karena rasanya seperti mau mati. Tapi ternyata asam lambungku naik parah, dan kata dokter itu diperburuk karena stres dan pikiran yang nggak stabil,” ungkapnya dalam wawancara bersama Cumicumi (2021).
April akhirnya menjalani terapi psikologis dan mulai melakukan manajemen stres sebagai bagian dari proses pemulihan.

Kisah Pribadi: Saat Tubuh Bicara dan Jiwa Minta Didengar

Saya tahu rasanya—bukan hanya dari membaca. Tapi karena saya mengalaminya sendiri.

Sebagai penulis artikel ini, saya—Listina—adalah salah satu survivor GERD yang juga hidup berdampingan dengan kecemasan bertahun-tahun. Di puncaknya, saya pernah mengalami panic attack berulang, nyeri dada tak berujung, dan rasa takut akan kematian yang tak bisa dijelaskan.

Dokter memberi saya diagnosis GERD. Tapi saya tahu, itu hanya permukaan. Akar masalahnya adalah stres, tekanan, dan beban emosional yang tak pernah saya beri ruang untuk keluar. Saya menahan semuanya sendiri—hingga tubuh saya menyerah dan mulai berbicara lewat rasa sakit.

Saya mulai pulih saat saya berhenti menyangkal dan mulai merawat diri. Dari konseling, mengubah pola makan dan tidur, meditasi, hingga belajar berkata “tidak” pada hal-hal yang menyakiti mental saya—semua itu menjadi jalan kembali ke hidup yang lebih tenang.

Kini saya tahu: menjaga kesehatan mental bukan egois, melainkan satu-satunya cara untuk tetap bertahan sebagai manusia.

Mengobati GERD Tak Bisa Hanya dari Obat

Jika kamu sedang mengalami hal serupa, mungkin langkah-langkah kecil ini bisa kamu mulai:

1. Sadari sinyal tubuhmu. Jangan abaikan rasa sakit yang berulang.
2. Batasi stimulasi digital dan stres sosial.
3. Lakukan aktivitas menenangkan seperti journaling atau meditasi.
4. Tidur cukup dan hindari begadang demi “kerja keras”.
5. Minta bantuan profesional. Bicara dengan psikolog bukan tanda lemah, tapi kuat.

Kita Tidak Gagal Karena Lelah

Kita hidup di zaman yang menuntut kita untuk terus produktif. Tapi tubuh punya batas. Jiwa punya suara. Dan tak ada satu pencapaian pun yang sepadan dengan kehilangan kedamaian batin.

Jika kamu merasa lelah, itu bukan kegagalan. Itu adalah tanda bahwa kamu perlu kembali ke dirimu sendiri. Ambil jeda. Ambil napas. Dengarkan dirimu.

Karena kamu layak hidup, bukan sekadar bertahan.

Penulis

Listina Tunggal Dewi adalah mahasiswa Universitas Indonesia Membangun dan seorang penyintas GERD serta anxiety. Ia percaya bahwa setiap luka—baik fisik maupun emosional—perlu diakui agar bisa pulih. Lewat tulisan, ia membagikan pengalaman pribadi agar lebih banyak orang merasa tidak sendirian dalam perjuangan yang tak selalu terlihat.

 

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Kiper Timnas Emil Audero
Clean Sheet! Emil Audero Jadi Tembok Rayo Vallecano
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Emil Audero Mulyadi ikut menjadi bagian penting dari kebangkitan Rayo...
IMG-20261031-WA0000
Maknai Sumpah Pemuda, YBM dan Srikandi PLN Majalaya Hadirkan Harapan bagi Warga Ciparay
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Nilai persatuan dan gotong royong yang diwariskan para pemuda Indonesia...
IMG-20261030-WA0008
Semangat Gotong Royong, PLN Majalaya Dukung Kesiapsiagaan Bencana dan Edukasi Keselamatan Listrik di Ciwidey
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Membangun masyarakat tangguh bencana membutuhkan kepedulian dan keterlibatan...
Erick Thohir
Pemerintah Kucurkan Bonus Rp158,3 Miliar untuk Atlet Asian Games 2026
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah mengucurkan bonus senilai Rp158,3 miliar bagi atlet dan pelatih...
IMG-20261027-WA0003
Peringati Sumpah Pemuda dan HLN 2026, YBM PLN UP3 Majalaya Hadirkan Kepedulian melalui Bantuan Sosial
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Sebuah gerobak jualan bukan sekadar sarana untuk berdagang. Bagi pelaku...
Berita Lainnya

1

1735641413470-2-scaled-10
Bayangan Warisan
Tampak sosok bertopeng dengan ekspresi wajah garang dan taring mencolok yang berdiri kokoh di tengah...

2

IMG_8753_11zon-1_11zon-scaled-3
Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat
Teriakan massa yang merasa prihatin dengan keadaan negara tercinta yang semakin hari semakin memprih...

3

hakim cuti bersama
Soal Hakim Mogok Kerja, Jubir MA: Bukan Mogok Tapi Ambil Cuti Bebarengan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Juru Bicara Mahkamah Agung (Jubir) MA), Suharto mengklaim tidak ada...

4

darwis triadi aksi kamisan
Darwis Triadi Komentar soal Aksi Kamisan, Netizen: Fotografer tidak Punya Hati
BANDUNG,TM.ID: Fotografer senior Darwis Triadi menuai hujatan jagat maya, buntut komentarnya yang menyinggung...

5

Awas, Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus Kolom Abu Teramari 8.0000 Meter
Awas, Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus Kolom Abu Teramati 8.000 Meter
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan,...
Headline
WhatsApp Image 2026-10-23 at 19.38
Cita Rasa Halloween: Swiss-Belresort Dago Heritage Hadirkan Menu Spesial Haunted Feast
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dalam menyambut musim Halloween tahun ini, Swiss-Belresort Dago Heritage...
WhatsApp Image 2026-10-22 at 17.17
Hampir Dua Dekade di Industri Perhotelan, Babak Baru Dimulai: Yunindra Hardino Pimpin Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung sebagai General Manager
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung mengumumkan pengangkatan Mr....
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...