BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sebuah unggahan video yang beredar di platform X baru-baru ini mengklaim bahwa mahasiswa yang membakar foto Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, telah ditangkap. Video tersebut menyebar luas dan memicu berbagai reaksi di media sosial.
Kejadian ini bermula dari aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa di Malang pada Februari 2025. Mereka melakukan demonstrasi sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang dinilai berdampak negatif pada sektor pendidikan. Dalam aksi tersebut, para demonstran mencoret dan membakar spanduk bergambar Prabowo-Gibran sebagai simbol protes.
Unggahan video yang viral di X tersebut menyertakan narasi: “Mahasiswa yang jadi dalang pembakar foto Prabowo Gibran ditangkap.”
Klaim ini pun memicu pertanyaan: benarkah mahasiswa yang terlibat dalam aksi pembakaran foto tersebut telah ditangkap?
BACA JUGA:
CEK FAKTA: Di Balik Insiden Asap Hitam di Kilang Pertamina Cilacap
CEK FAKTA: Video Demo “Adili Jokowi” di Makassar yang Viral di Media Sosial
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran dan verifikasi yang dilakukan, video yang tersebar tersebut memiliki kemiripan dengan unggahan YouTube dari Tribun berjudul “13 Mahasiswa Unika Santo Thomas Medan Jadi Tersangka Buntut Tawuran Fakultas Teknik VS Pertanian” yang dipublikasikan pada 9 Desember 2024.
Dalam keterangan yang ada, Unit Reskrim Polsek Medan Sunggal menangkap 13 mahasiswa Universitas Katolik Santo Thomas Medan akibat bentrokan antar-mahasiswa yang terjadi pada (5/12/2024) di Jalan Melati Raya, Kelurahan Sempakata, Medan Selayang.
Para mahasiswa yang ditetapkan sebagai tersangka berjumlah 13 orang, seluruhnya laki-laki. Saat konferensi pers, mereka terlihat mengenakan baju tahanan berwarna kuning dan diborgol. Namun, tidak ada kaitannya dengan aksi demonstrasi mahasiswa di Malang yang membakar foto Prabowo-Gibran.
Video yang beredar dengan klaim bahwa mahasiswa pembakar foto Prabowo-Gibran telah ditangkap adalah tidak benar.
Faktanya, video tersebut berasal dari kasus tawuran antar-mahasiswa di Medan yang tidak berkaitan dengan aksi unjuk rasa di Malang.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Pastikan selalu melakukan cek fakta dari sumber yang kredibel sebelum mempercayai sebuah berita atau video yang viral di media sosial.
(Hafidah Rismayanti/Aak)