Cak Imin Meradang , Kasus Kekerasan Seksual Masih Marak

Audit 80 Pondok Pesantren Rawan Roboh, Pemerintah Kucurkan Rp 25 Miliar
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin). PKB.id)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TM.ID: Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyayangkan masih maraknya kasus kekerasan atau pelecehan seksual terhadap perempuan, khususnya di tempat kerja, sehingga ia mendesak agar hal tersebut dihentikan dengan cara apa pun.

Cak Imin mengatakan,  pelecehan seksual di tempat kerja merupakan tindakan yang merendahkan martabat manusia, sekaligus pelanggaran  terhadap hak-hak mendasar pekerja.

“Saya mendesak agar pelecehan seksual dihentikan, apa pun bentuknya,” kata Cak Imin di Pasuruan, melansir Antara, Senin (10/7/2023).

BACA JUGA: Kemensos Dampingi Korban Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur

Dalam acara yang bertajuk “Mendengar Buruh Pabrik Rokok Bicara” itu, Cak Imin juga menyoroti buruh rokok yang mayoritas adalah perempuan dengan latar belakang pendidikan rendah, nominal gaji sederhana, dan banyak ditinggal suami.

“Mereka adalah tulang rusuk yang menjadi tulang punggung, sebagaimana banyak perempuan lainnya mereka kerap dilecehkan secara seksual, sosial, hidup tidak ramah buat mereka,” kata Cak Imin.

Melihat kondisi itu, Wakil Ketua DPR RI tersebut mengaku marah mendengar masih banyaknya buruh pabrik yang

mendapat perlakuan tidak terpuji. Padahal, tegas Cak Imin, tempat kerja seharusnya menjadi tempat aman untuk mencari nafkah.

Lebih lanjut, Cak Imin juga menceritakan alasan dirinya mengeluarkan surat edaran (SE) tentang Pedoman Penanganan Pelecehan Seksual di Tempat Kerja, ketika dulu menjabat sebagai Menteri Ketenagakerjaan.

Bagi Cak Imin, melawan pelecehan seksual sama halnya dengan membela martabat keluarga, baik istri, ibu, maupun anakm sebab perempuan adalah tulang rusuk bagi laki-laki.

“Saya punya ibu, istri dan anak-anak perempuan, saya pasti melawan jika mereka jadi korban pelecehan, sama persis seperti saya tidak terima jika buruh-buruh perempuan dilecehkan,” ujarnya.

Acara sosialisasi tersebut dihadiri oleh 1.500 orang buruh linting rokok PT Wahyu Manunggal Sejati. Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Jazuli Fawaid, Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Riza, Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja Dita Indahsari, Wakil Bupati Pasuruan Abdul Mujib Imron, dan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan.

(Usamah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun