Bukan Soal Piknik, Ini Soal Perut! Ribuan Pekerja Pariwisata Kepung Gedung Sate Tuntut Cabut Larangan Study Tour

Bukan Soal Piknik, Ini Soal Perut! Ribuan Pekerja Pariwisata Kepung Gedung Sate Tuntut Cabut Larangan Study Tour
Ribuan massa dan Bus Pariwisata di depan Gedung Sate (Kyy/TM)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Ribuan pekerja sektor pariwisata dari berbagai daerah di Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung Sate, Senin (21/7/2025). Mereka menuntut Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mencabut larangan study tour sekolah yang dinilai mematikan roda ekonomi pariwisata di daerah.

Aksi tersebut merupakan respons atas terbitnya Surat Edaran Gubernur Nomor 45/PK.03.03 KESRA Tahun 2025, khususnya poin 3 yang melarang kegiatan wisata pendidikan atau study tour oleh sekolah-sekolah.

“Ini bukan sekadar larangan piknik. Ini menyangkut hidup kami. Ribuan pelaku pariwisata kehilangan penghasilan karena kebijakan ini,” ujar Nana Yohana, salah seorang Koordinator Solidaritas Pekerja Pariwisata Jawa Barat, dengan nada geram.

Baca Juga:

1.632 Personel Amankan Demo Ojol di Monas Hari Ini

15 Ribu Kendaraan Mogok Nasional Ikut Aksi Demo Zero ODOL

Jalan Diponegoro berubah jadi lautan massa. Para demonstran membawa spanduk dan poster yang menyuarakan penolakan terhadap surat edaran tersebut. Aksi berlangsung tertib, namun tegas, dengan pengawalan dari aparat kepolisian.

“Kalau surat edaran ini tidak dicabut, kami akan kembali dengan jumlah yang jauh lebih besar. Hari ini baru 10 persen kekuatan kami,” tegas Nana.

Menurut para demonstran, study tour adalah salah satu motor penggerak utama sektor pariwisata lokal, mulai dari hotel, restoran, transportasi, hingga pemandu wisata.

“Ini bukan soal liburan anak sekolah. Ini soal nasib ribuan keluarga yang hidup dari industri ini. Jangan remehkan sektor pariwisata—ini penyumbang devisa, pencipta lapangan kerja,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Gubernur atau perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun massa aksi memastikan mereka akan terus menyuarakan aspirasi hingga tuntutan dipenuhi.

Aksi unjuk rasa masih berlangsung dalam kondisi kondusif, namun tekanan kepada Pemprov semakin menguat seiring desakan agar kebijakan ini dikaji ulang dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan kesejahteraan masyarakat luas.

(Kyy)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City