Budaya ‘Ranking 1’ Apakah Masih Relevan di Dunia Pendidikan Modern?

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, SUAR MAHASISWA AWARDS — Tradisi menyusun peringkat siswa di sekolah masih menjadi praktik umum di berbagai jenjang pendidikan di Indonesia. Setiap akhir semester, nama-nama siswa dengan nilai tertinggi diumumkan sebagai bentuk penghargaan atas capaian akademik mereka. Budaya ini sudah berlangsung sejak lama, bahkan melekat kuat sebagai simbol keberhasilan seorang pelajar.

Namun, di tengah perkembangan pendekatan pendidikan yang semakin inklusif dan berorientasi pada pertumbuhan individu, muncul pertanyaan: apakah sistem peringkat atau “ranking” masih relevan di dunia pendidikan modern?

Kompetisi yang Tak Selalu Sehat
Sistem peringkat pada dasarnya dirancang untuk memotivasi siswa agar berusaha lebih keras. Namun, dalam praktiknya, tidak jarang sistem ini justru menciptakan tekanan mental dan kecemasan. Fokus berlebihan pada angka dan posisi sering kali menggeser tujuan utama pendidikan, yaitu pembelajaran yang bermakna.

Peringkat juga bisa menimbulkan kecenderungan membandingkan siswa satu sama lain, yang pada akhirnya membuat proses belajar terasa seperti ajang kompetisi, bukan pengembangan diri. Akibatnya, siswa yang tidak berada di posisi atas bisa merasa tidak cukup baik, meskipun telah menunjukkan perkembangan signifikan dalam proses belajarnya.

Tidak Semua Potensi Terukur Angka
Salah satu kelemahan dari sistem peringkat adalah sempitnya parameter penilaian yang digunakan. Nilai akademik masih menjadi tolok ukur utama, sementara keterampilan lain seperti kreativitas, kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, atau empati sering kali tidak masuk dalam penilaian formal.

Padahal, dalam kehidupan nyata, banyak aspek non-akademik yang memiliki peran penting. Siswa yang unggul dalam hal-hal di luar pelajaran pokok mungkin tidak terlihat dalam sistem peringkat, meskipun mereka memiliki potensi besar untuk berkembang di bidangnya masing-masing.

Pergeseran Nilai dalam Pendidikan
Di era saat ini, dunia pendidikan mulai mengarah pada sistem yang lebih humanis dan personal. Pendekatan pembelajaran menekankan pentingnya proses, bukan sekadar hasil akhir. Dalam kerangka ini, penghargaan terhadap perkembangan individu lebih diutamakan dibanding kompetisi antarsiswa.

Model pendidikan yang lebih modern mendorong evaluasi berbasis kemajuan pribadi, portofolio, dan asesmen formatif. Tujuannya adalah menilai siswa secara lebih utuh, bukan hanya dari angka atau urutan dalam daftar ranking.

Membangun Lingkungan Belajar yang Inklusif
Lingkungan belajar yang sehat adalah lingkungan yang menghargai keberagaman kemampuan siswa. Setiap anak memiliki kekuatan dan gaya belajar yang berbeda. Memberikan penghargaan secara adil tanpa harus mengkotak-kotakkan berdasarkan ranking bisa menciptakan ruang belajar yang lebih aman, positif, dan mendukung perkembangan semua peserta didik.

Dengan demikian, sudah saatnya pendekatan terhadap prestasi di sekolah lebih menekankan pada pertumbuhan, proses, dan pencapaian individual. Budaya “ranking 1” mungkin pernah menjadi simbol keberhasilan di masa lalu, namun di tengah tantangan dan perubahan zaman, pendekatan ini perlu ditinjau ulang agar pendidikan benar-benar menjadi ruang tumbuh bagi semua.

Penulis: 
Anisa Salma

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun