Bos Xiaomi Ogah Pasang Harga Murah Buat Mobil Listrik SU7

XIAOMI SU7
Ilustrasi (CarnewsChina)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Xiaomi pertama kalinya meluncurkan mobil listrik besutan mereka, SU7 di China pada 27 Desember 2023 lalu.

Ceo Xiaomi, Lei Jun mengaku tidak mengharapkan harga jual mobil listrik tersebut murah. Ia memastikan tidak akan menjualnya pada rentang harga Rp 200 hingga Rp 300 jutaan.

“Jangan bercanda, mobil listrik ini tidak akan dijual dengan harga 14.000 dollar AS (Rp217 jutaan) atau 21.000 dollar AS (Rp325 jutaan). Tunjukkan rasa hormat terhadap teknologi di balik mobilnya,” kata Lei Jun saat peluncuran SU7 melansir CarnewsChina.

BACA JUGA: Baterai Mobil Listrik Xiaomi SU7 Mampu Tempuh 800 km, Akselerasi Ngebut

Lei Jun juga mengisyaratkan, bahwa mobil listrik Xiaomi SU7 berharga sekitar  56.000 dollar AS, atau setara Rp868 jutaan.

Meski nilainya termasuk mahal, kata dia, tapi masih masuk akal.

Kendati begitu, belum ada keterangan resmi terkait harga resmi Xiaomi SU7. Konsumen hanya perlu menunggu perilisan harga resmi SU7.

Spesifikasi Xiaomi SU7

Su7 terlihat futuristik pada bagian desain yang menjadi pemikat. Sekilas dari tampilannya, mobil  memadukan antara Porsche Taycan Turbo dan Tesla Model 3 dan S.

Dengan koefisien drag hanya 0,195 Cd, Xiaomi SU7 menyajikan aerodinamika tinggi yang mengesankan.

Panjangnya 4.997 mm, lebar 1.963 mm, dan tinggi 1.455 mm, serta sumbu roda sepanjang 3.000 mm. Desain ukuran ini memberikan ruang yang luas dengan bagasi berkapasitas 517 liter.

Varian Mesin

SU7 hadir dalam dua varian yang berbeda, yakni standard dan Max, masing-masing menawarkan performa yang luar biasa.

Varian ini dilengkapi dengan mesin V6 berpenggerak roda belakang. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimum 220 Kw dan torsi 400 Nm. Dengan performa ini, Xiaomi SU7 mampu mempercepat dari nol hingga 100 kpj dalam waktu 5,2 detik.

Varian Max memiliki mesin berpenggerak semua roda (all-wheel drive) dengan dual-motor. Mesin ini menghasilkan tenaga sebesar 425 Kw dan torsi 838 Nm, memungkinkan akselerasi dari nol hingga 100 kpj dalam waktu yang mengesankan, hanya 2,7 detik.

Kedua varian SU7 hadir dengan teknologi baterai yang canggih untuk memberikan jarak tempuh maksimum.

Varian ini menggunakan baterai 73.6 kWh dengan jarak tempuh maksimum mencapai 668 km. Daya tahan baterai yang tinggi membuatnya menjadi pilihan yang efisien untuk perjalanan jauh.

Varian Max dilengkapi dengan baterai 101 kWh, memberikan jarak tempuh mencapai 800 km. Dengan kapasitas baterai yang besar, Xiaomi SU7 Varian Max menjadi pilihan ideal bagi mereka yang menginginkan mobilitas tanpa hambatan.

 

(Saepul/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

5

Viral Penembakan Kucing! Ini Hukum Bunuh Kucing Dalam Islam
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City