Bisnis EV di Jepang Mulai Berkembang ke Sektor Penyewaan Baterai termasuk Skuter Listrik

(Foto: Web)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TM.ID : Jepang menunjukkan perkembangan ekosistem kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) dengan bisnis penyewaan skuter dan baterai.

OpenStreet (Hello Mobility) salah satu perusahaan asal Jepang, memulai sektor bisnis ini dan telah mulai membuka layanan penyewaan kendaraan listrik di Tokyo.

Hello Mobility juga mendapat dukungan dari Gachaco dan Softbank.

Bersama Hello Mobility, Gachaco dan Softbank akan mendirikan stasiun skuter EV, stasiun pertukaran baterai Gachaco, berikut aplikasi smartphone-nya.

Konsumen dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk penggunaan stasiun skuter Hello Mobility EV termasuk memesan skuter EV di stasiun skuter Hello Mobility tertentu.

Selain itu, mengambil dan menukar baterai di stasiun Gachaco sesuai kebutuhan, serta mengembalikan skuter ke stasiun skuter Hello Mobility dimanapun.

Masyarakat Tokyo, yang berniat menggunakan fasilitas dari Hello Mobility harus mengeluarkan dana mulai dari 160 yen untuk 15 menit penggunaan. Meski begitu, tidak diketahui secara pasti apakah ini harga perkenalan atau memang harga pasti untuk kedepannya.

BACA JUGA: Pabrikan Mobil Asal Jerman Isyaratkan Produksi Mobil Listrik

Di stasiun penukaran baterai Gachaco, pengguna terdaftar dan resmi dapat mengakses penukaran baterai dengan kartu IC mereka, yang mudah dipasang di gantungan kunci.

Sesampainnya di sana, mereka dapat mengambil baterai yang habis, menyambungkannya ke ruang terbuka dan mengeluarkan baterai yang baru diisi untuk digunakan dalam waktu yang relatif singkat.

OpenStreet melihat Hello Mobility sebagai layanan yang bermanfaat, baik dalam hal mobilitas jangka pendek untuk komuter perkotaan, maupun aktivitas perusahaan dan penjualan di perkotaan.

Sebagai permulaan, perusahaan akan menawarkan layanan di wilayah Jonan di Tokyo, yang meliputi bangsal Meguro, Minato, Ota, Setagaya, Shibuya, dan Shinagawa. Pihaknya juga memiliki rencana untuk ekspansi tambahan di masa mendatang.

Sebagai informasi tambahan, Gachaco adalah konsorsium baterai kendaraan listrik yang dibentuk oleh empat besar pabrikan sepeda motor Jepang, Honda, Kawasaki, Suzuki, dan Yamaha, bersama dengan perusahaan perminyakan Jepang ENEOS. Pada awal Desember 2022, perusahaan membuka dua stasiun penggantian baterai awal pertamanya di Jepang.

Sedangkan OpenStreet merupakan sebuah perusahaan yang juga bermain dalam platform berbagi sepeda yang sudah memiliki nama besar di Jepang yakni Hello Cycling.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

Persib Dapat Suntikan Tenaga 'Baru' Jelang Hadapi Lion City Sailors

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
IMG-20260719-WA0002
DPRD Kota Bekasi Susun Agenda Strategis Melalui Rapat Badan Musyawarah
IMG-20260719-WA0001
DPRD Kota Bekasi Buka Masa Sidang 2026, Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026