JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) kembali mengasah kemampuan taktis prajuritnya dengan menyelenggarakan latihan Water Rescue atau penyelamatan di medan perairan.
Latihan yang digelar pada Kamis (2/10/2025) ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam mengamankan objek Very Very Important Person (VVIP) di segala kondisi medan.
Komando Paspampres menegaskan bahwa latihan ini penting seiring dengan dinamika kegiatan VVIP yang kerap melibatkan lokasi perairan.
Sebagai garda terdepan, pasukan elit ini dituntut untuk selalu siap menghadapi segala bentuk potensi ancaman dan keadaan darurat, tanpa terkecuali di lingkungan akuatik.
Dalam latihan tersebut, para prajurit menjalani serangkaian simulasi dengan membawa perlengkapan tempur lengkap, termasuk senjata.
Tahapan latihan difokuskan pada prosedur penyelamatan yang komprehensif, dimulai dari penilaian situasi secara cepat, teknik melompat ke air (water jump), hingga metode menenangkan dan mengamankan korban yang berada dalam kondisi panik.
Para prajurit juga berlatih membawa korban, baik dengan menggunakan alat bantu maupun hanya mengandalkan kemampuan renang dan daya tahan fisik individu.
Sebagai puncak dari rangkaian pertolongan, mereka mempraktikkan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sebagai tindakan pertolongan pertama pasca-korban berhasil dievakuasi.
Latihan ini semakin menegaskan komitmen Paspampres untuk memelihara standar profesionalisme tertinggi. Dengan demikian, pasukan ini siap menjalankan tugas utamanya sebagai pelindung VVIP kapan pun, di mana pun, dan dalam keadaan apa pun.
Latihan Pengamanan VVIP dengan Scuba Dive
Paspampres juga mengasah kesiapan operasionalnya dengan melaksanakan latihan penyelaman scuba. Latihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pengamanan dan penyelamatan terhadap Presiden, Wakil Presiden, dan tamu negara VVIP dari potensi ancaman di lingkungan bawah air.
Komandan Paspampres, Mayor Jenderal TNI Edwin Adrian Sumantha, menekankan pentingnya kesiapsiagaan di segala medan.
“Latihan ini menjadi penting karena ancaman terhadap VVIP dapat datang dari mana saja, termasuk dari wilayah yang tak kasatmata di bawah permukaan air,” ujar Edwin, mengutip Antara, Senin (27/10/2025).
Ia menambahkan bahwa prajurit Paspampres dituntut untuk mampu memastikan keamanan dan melindungi VVIP dari segala kemungkinan bahaya, tidak terkecuali yang berasal dari dimensi akuatik.
Latihan intensif ini digelar selama tiga hari, dari Rabu (22/10) hingga Jumat (24/10), di dua lokasi berbeda: Kolam Renang Setia Waspada Mako Paspampres dan Tribuana Diving Center Makopassus, Jakarta.
Edwin menjelaskan rincian tahapan latihan. Pada hari pertama, fokus diberikan pada penyegaran kemampuan dasar penyelaman.
Materi yang dilatihkan mencakup pemahaman tekanan air, keselamatan tubuh, komunikasi bawah air, tata cara penyelaman, hingga teknik sterilisasi dan inspeksi area bawah air.
Hari kedua beralih ke penguatan aspek tim. “Pada tahap ini, setiap prajurit diuji untuk menjadi penyelam yang tak hanya tangguh secara individu, tetapi juga solid sebagai satu kesatuan tim,” jelas Edwin.
Puncak latihan terjadi pada hari ketiga dengan simulasi langsung pengamanan dan penyelamatan VVIP di bawah air. Dalam skenario ini, pasukan ditantang untuk menghadapi situasi dimana mereka harus melindungi tamu VVIP dari ancaman yang berasal dari lingkungan akuatik.
BACA JUGA
Paspampres Usir Jamaah Demi Gibran Salat Jumat di Saf Depan
Paspampres Pukul Warga Usai Selfie dengan Jokowi, Ini Kata Istana
Siap Kawal VVIP di Segala Medan
Mayor Jenderal Edwin menyatakan bahwa latihan hari ketiga berjalan lancar dan sukses. Melalui latihan ini, Paspampres menegaskan kembali komitmennya sebagai pasukan elit yang selalu siap menjalankan misi pengamanan di segala kondisi.
“Paspampres terus meneguhkan diri sebagai pasukan yang siap melindungi pimpinan negara dalam berbagai medan dan situasi,” tutup Edwin, mengakhiri pernyataannya.
(Aak)











