BEI Resmikan SPPA, Platform Baru Dongkrak Likuiditas Pasar Uang dan Repo

-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan tonggak penting dalam pengembangan pasar keuangan nasional dengan mengoperasikan Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) untuk mendukung perdagangan pasar uang dan valuta asing (PUVA).

Sejak 1 April 2026, SPPA resmi digunakan oleh dealer utama PUVA sebagai platform penyampaian kewajiban kuotasi repo di pasar sekunder. Kehadiran sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta likuiditas transaksi di pasar keuangan Indonesia.

Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa SPPA menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem perdagangan repo.

“Penggunaan SPPA sebagai platform resmi untuk menyampaikan kewajiban kuotasi repo di pasar sekunder menunjukkan bahwa SPPA dapat menjadi platform yang efisien bagi para dealer utama PUVA, baik untuk meningkatkan likuiditas maupun mencapai price discovery yang lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga:

Dari FCA ke Free Float, Kebijakan BEI Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah

SPPA sendiri telah mengantongi izin operasional sebagai penyedia electronic trading platform (ETP) antarpasar dari Bank Indonesia sejak 28 November 2025. Dengan status tersebut, SPPA menjadi satu-satunya platform di Indonesia yang melayani kuotasi repo, surat utang negara, hingga surat berharga syariah negara.

Kinerja transaksi melalui SPPA juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, nilai transaksi repo mencapai Rp751,6 triliun atau sekitar 27 persen pangsa pasar interdealer. Sementara hingga kuartal I 2026, nilai transaksi sudah menyentuh Rp215 triliun dengan pangsa pasar meningkat menjadi 36 persen.

Dari total 21 dealer utama PUVA yang ditunjuk Bank Indonesia, sebanyak 13 telah aktif memanfaatkan SPPA untuk transaksi repo.

Menurut Jeffrey, kehadiran SPPA tidak hanya mempermudah pelaku pasar, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi regulator dalam memantau pergerakan pasar secara lebih transparan.

“Dengan likuiditas yang semakin dalam serta transparansi harga yang lebih baik, SPPA diharapkan semakin meningkatkan efisiensi pasar dan mempermudah proses monitoring bagi regulator,” jelasnya.

BEI pun menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan regulator, asosiasi, dan pelaku industri guna mendorong pendalaman pasar keuangan nasional serta menciptakan sistem yang lebih inklusif dan modern.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian