Beckham Putra Dinilai Layak Masuk Timnas Indonesia, Ini Kata Pengamat

Respons Beckham Usai Laga Debutnya Bersama Timnas Indonesia Mendapat Apresiasi Tinggi 
Beckham Putra (X/@PSSI)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Persib Bandung kembali tanpa wakil di skuad Timnas Indonesia, meski beberapa pemainnya dinilai layak mendapat panggilan. Salah satu nama yang disorot adalah Beckham Putra, gelandang muda yang tampil menonjol sepanjang musim ini.

Beckham mencatatkan 28 penampilan hingga pekan ke-33 BRI Liga 1 2024/2025, dengan torehan enam gol dan tiga assist. Dari jumlah itu, ia bermain sebagai starter sebanyak 21 kali, dan hal ini yang menjadikannya salah satu pemain lokal paling konsisten di tim yang kerap mengandalkan pilar asing.

“Menurut saya, pemain seperti Beckham Putra seharusnya bisa lah ia menjadi opsi untuk masuk ke dalam skuad Timnas Indonesia,” ujar pengamat sepak bola, Kesit B. Handoyo.

Nama-Nama Berlabel Timnas Tak Juga Dipanggil

Selain Beckham, Maung Bandung sejatinya masih memiliki beberapa nama yang pernah mengenakan seragam Garuda. Dimas Drajad, Marc Klok, Edo Febriansah, hingga Adam Alis adalah di antaranya.

Namun, persaingan di masing-masing posisi disebut menjadi penghalang. Khusus Edo Febriansah, Kesit menilai sang bek kiri harus berhadapan dengan nama-nama seperti Pratama Arhan dan Calvin Verdonk yang tengah berada di puncak performa.

“Kalau di bek sayap kiri, ada Edo, tapi persaingan di sektor kiri Timnas Indonesia kan ketat. Jadi, menurut saya, cukup sulit bagi Edo untuk bersaing dengan Pratama Arhan, Calvin Verdonk,” katanya.

Di lini tengah, nama seperti Dedi Kusnandar juga sempat mencuat, namun performanya terganggu cedera panjang. Sementara Marc Klok dinilai tetap punya kualitas, tetapi tak masuk dalam skema permainan pelatih baru Timnas, Patrick Kluivert.

“Tapi ya ini kan soal pilihan gitu ya, soal pilihan dan strategi yang bakal digunakan oleh Patrick Kluivert,” lanjut Kesit.

BACA JUGA:

Pesan Henhen Herdiana Kepada Bobotoh Yang Berencana Meramaikan Konvoi Juara Persib

Kevin Mendoza Singgung Peran Keluarga di Balik Pencapaiannya Bersama Persib

Sudah Lama Tak Sumbang Pemain

Persib terakhir kali mengirimkan pemain ke Timnas Indonesia pada Oktober 2024. Saat itu, Dimas Drajad masuk dalam daftar pemain, meski hanya duduk di bangku cadangan saat laga melawan Bahrain dan China.

Sejak saat itu, tidak ada lagi nama pemain Persib yang dipanggil. Termasuk dalam daftar 32 pemain terbaru yang disiapkan menghadapi dua laga penting kontra China dan Jepang dalam lanjutan Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

“Saya pikir, mungkin karena tidak masuk dalam skema permainan Patrick Kluivert sehingga sulit bagi para pemain Persib gitu untuk masuk di skuad Timnas Indonesia,” tutup Kesit.

 

(Haqi/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

2

3

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City