Bobotoh Harus Waspada! Banyak Tiket Palsu Tersebar di Medsos

Banyak Tiket Palsu Yang Tersebar di Media Sosial
Tangkapan Layar Tiket Palsu di Media Sosial (medsos)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Antusiasme Bobotoh untuk menyaksikan pertandingan Persib Bandung kontra Persis Solo mulai dimanfaatkan oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Belakangan ini beredar di media sosial adanya penawaran tiket oleh pihak-pihak tidak resmi atau calo.

Praktik ini biasanya menyasar kepada Bobotoh berbagai kalangan. Seperti warga yang fomo karena antusiasme Bobotoh, lalu Bobotoh yang gagal war tiket, dan Bobotoh yang tak mau ribet dengan melakukan pembelian secara daring.

Pihak-pihak yang tak bertanggung jawab ini juga melakukan aksinya di beberapa media sosial. Bahkan mereka menjual tiket palsu tersebut dengan harga di bawah pasaran. Ya tentu saja, ini merupakan akal-akalan mereka untuk meraup keuntungan.

Berdasarkan penelusuran Teropongmedia.Id, aksi ini mulai terendus di media sosial Facebook. Skemanya juga tergolong lebih singkat dan biasanya komunikasi kedua pihak dilakukan melalui aplikasi pesan singkat, Telegram. Bahkan tiket palsu yang ditawarkan juga sudah berbentuk fisik.

Baca Juga:

Jelang Pesta Persib, Satpol PP Kota Bandung Intensifkan Razia Minuman Beralkohol

Pesan Henhen Herdiana Kepada Bobotoh Yang Berencana Meramaikan Konvoi Juara Persib

Namun ada pula Bobotoh yang lebih teliti dalam mencermati tiket fisik tersebut. Bobotoh yang teliti ini biasanya sudah sering melakukan pembelian melalui Persib App. Sehingga ada perbedaan mencolok dari tiket yang ditawarkan para penipu tersebut.

Beberapa perbedaannya ialah dari font tulisan dan gambar salah satu pemain. Biasanya pemain yang ditampilkan dalam tiket adalah pemain aktif dan menggunakan seragam Persib di musim ini. Sedangkan tiket palsu menggunakan pemain aktif yang menggunakan seragam musim lalu.

Lalu pada bagian barcode, semua barcode tiket pertandingan Persib tidak ada yang sama. Sedangkan tiket palsu biasanya memiliki barcode yang sama dan dicetak masif. Lalu modus penipu meminta untuk melakukan transaksi lewat transfer uang muka melalui e-wallet, Dana.

Yang harus diketahui ialah, tiket pertandingan Persib hanya bisa ditukarkan pada hari pertandingan saja. Sebab ini merupakan langkah Persib untuk menekan angka penipuan. Sudah sepantasnya Bobotoh lebih bijak dalam bertindak agar tidak merugikan banyak pihak.

  • Berikut Ciri-Ciri Tiket Palsu Yang Sudah Menyebar di Media Sosial
  1. Pelaku Gentayangan Di Telegram
  2. Nick Masih Pakai Jersey Musim 2023/2024
  3. Nomor Barcode Semua Sama/Ganda
  4. Tiket Di-print Digital
  5. Transaksi Dengan Pelaku Menggunakan E-wallet/Dana Bukan Rekening Bank.

(RF/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

5

Viral Penembakan Kucing! Ini Hukum Bunuh Kucing Dalam Islam
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City