Banyak Investor Kejar Proyek PLTSa di Cirebon, Ini Alasannya!

PLTSa (Dok Pemkab Bandung)
Ilustrasi PLTSa (Dok Pemkab Bandung)
-

Tidak ada video disisipkan.

CIREBON, TEROPONGMEDIA.ID — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyatakan telah ada minat investasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dengan skema tanpa tipping fee dari PT Global Energy Investama.

Perusahaan swasta nasional ini bersedia membangun PLTSa asalkan pemerintah daerah menyediakan lahan.

Kepala DLH Kabupaten Cirebon, Iwan Ridwan Hardiawan, menjelaskan skema ini dinilai lebih realistis karena tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Mereka hanya meminta lahan. Infrastruktur pengelolaan sampah hingga pembangkit listrik akan mereka bangun sendiri,” ujar Iwan, mengutip Antara, Kamis (3/7/2025).

Menurut Iwan, skema sebelumnya seringkali gagal karena mensyaratkan tipping fee atau biaya pengolahan sampah per ton kepada pengelola PLTSa, yang tidak terjangkau APBD.

Beberapa investor bahkan meminta Rp450 ribu per ton, sementara kemampuan daerah hanya Rp150 ribu per ton.

“Ada juga yang mewajibkan pemerintah membeli listrik hasil olahan mereka. Itu sangat memberatkan,” tambahnya.

Skema baru ini dinilai lebih menguntungkan karena investor akan menjual listrik ke PLN atau pihak ketiga, dengan bagi hasil keuntungan untuk pemerintah daerah.

Untuk tahap awal, proyek ini membutuhkan pasokan sampah 500-600 ton per hari, yang dinilai realistis mengingat kapasitas persampahan di Kabupaten Cirebon.

Saat ini, pemerintah daerah sedang mengkaji lahan seluas minimal dua hektare yang memenuhi kriteria tata ruang dan akses logistik.

Lokasi TPA Kubang Deleg tidak dipertimbangkan karena sedang dalam proses pengembangan.

Jika kajian teknis, finansial, dan legal menunjukkan kelayakan, proyek ini akan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS).

PLTSa sejalan dengan agenda pengurangan ketergantungan energi fosil dan pengelolaan sampah berkelanjutan,” pungkas Iwan.

BACA JUGA

PLN Kembangkan PLTSa Legok Nangka di Jabar

Mahasiswa ITS Hibahkan Tempat Sampah Pintar Berbasis Sensor ke Warga Medokan Semampir

Tipping Fee: Biaya Pengolahan Sampah Berbasis Tonase

Dalam sistem pengelolaan sampah, tipping fee merupakan biaya yang dibayarkan oleh pihak penghasil sampah, biasanya pemerintah daerah, kepada pengelola fasilitas pengolahan sampah.

Biaya ini mencakup seluruh proses operasional, mulai dari penerimaan, pemeliharaan, hingga penutupan tempat pengolahan. Besaran biaya ditentukan berdasarkan berat sampah yang diolah, dengan perhitungan per ton.

Konsep ini menjadi komponen penting dalam skema kerja sama pengelolaan sampah, terutama dalam proyek-proyek berbasis kemitraan pemerintah-swasta.

Tipping fee berfungsi sebagai kompensasi atas layanan pengolahan sekaligus insentif bagi pengelola untuk menjalankan operasional secara berkelanjutan.

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

5

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun