JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengakui, hingga saat ini masih terdapat 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum memperoleh sambungan listrik.
Menurut Bahlil, kondisi tersebut menjadi fokus utama pemerintah dalam mendorong program elektrifikasi nasional, sejalan dengan agenda Astacita Presiden Prabowo Subianto terkait energi dan transisi energi.
ia menegaskan bahwa listrik bukan hanya kebutuhan teknis, tetapi juga fondasi kemajuan ekonomi dan bagian dari kedaulatan negara.
“Kita tidak boleh lagi membiarkan anak-anak bangsa tumbuh tanpa fasilitas yang layak. Listrik harus hadir agar sekolah berjalan baik, layanan kesehatan memadai, dan ekonomi masyarakat bisa bergerak,” tegas Bahlil dalam keterangan resmi Kementerian ESDM, Rabu (10/12/2025).
Dorongan Pemerintah untuk Pemerataan Akses Listrik
Bahlil menjelaskan, bahwa percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan akan menjadi langkah strategis dalam memastikan seluruh wilayah Indonesia mendapatkan pasokan energi setara.
Menurutnya, kehadiran listrik mampu mendorong pemerataan pembangunan, termasuk membuka akses teknologi di sekolah-sekolah dan memunculkan talenta baru dari berbagai daerah.
Pemerintah, melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), terus memperluas sambungan gratis bagi rumah tangga yang memenuhi kriteria. Bantuan ini ditekankan tanpa pungutan apa pun, dan masyarakat diminta segera melapor jika menemukan oknum yang meminta biaya.
Baca Juga:
Pasca Kebakaran Hebat, Kampung Adat Waru Wora Bakal Direkonstruksi Ulang
Kisah Warga Minahasa: Dari Lilin ke Lampu Listrik
Salah satu desa yang merasakan dampak nyata program tersebut adalah Desa Tounelet, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Jolly Walangitan (59), warga setempat, menggambarkan perubahan besar dalam kehidupan keluarganya setelah rumah kayu sederhananya memperoleh sambungan listrik baru.
“Sebelum kami memiliki lampu listrik, kami hanya memakai lilin,” ungkap Jolly lirih, mengenang hari-hari ketika mereka hidup dalam keterbatasan.
Ia bercerita, sebelum adanya listrik, seluruh aktivitas malam hari menjadi tantangan. Anak-anak sulit belajar karena cahaya pelita yang redup, memasak membutuhkan waktu lebih lama, dan peralatan elektronik tidak bisa digunakan.
“Kalau anak-anak belajar malam, cahayanya redup sekali. Masak pun susah, hanya pakai kompor. Tapi sekarang kami bersyukur karena sudah memiliki listrik sendiri,” ujarnya.
Jolly mengaku sangat berterima kasih atas bantuan BPBL yang diberikan pemerintah. Ia menilai perubahan itu membawa kenyamanan dan harapan baru bagi keluarganya.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Menteri ESDM yang sudah membantu kami mendapatkan sambungan listrik gratis. Tuhan memberkati,” ucapnya.
Kementerian ESDM menekankan bahwa BPBL diberikan gratis, sehingga masyarakat diminta waspada terhadap kemungkinan pungutan liar. Jika menemukan indikasi penipuan atau penyalahgunaan program, warga dapat menghubungi Contact Center ESDM 136.
Program elektrifikasi ini diharapkan mampu menekan ketimpangan akses energi dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh Indonesia.
(Dist)










