JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — PT Kereta Api Indonesia (KAI) menetapkan aturan ukuran dan berat koper yang diperbolehkan dibawa ke dalam kabin kereta. Ketentuan ini penting diketahui calon penumpang, terutama menjelang musim mudik Lebaran.
Melalui akun media sosial resmi KAI Access dan layanan pelanggan @kai121_, KAI menyampaikan bahwa koper yang boleh dibawa ke kabin memiliki batas maksimal 100 desimeter kubik (dm³).
Ukuran maksimal koper yang diperbolehkan adalah 70 cm × 48 cm × 30 cm, atau setara dengan koper 26 inci. Selain itu, berat maksimal bagasi yang diperbolehkan adalah 20 kilogram per penumpang.
Koper Lebih Besar Dikenakan Biaya Tambahan
Apabila penumpang membawa koper dengan ukuran lebih besar dari 26 inci, maka bagasi tersebut akan dikenakan biaya tambahan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Namun, jika ukuran koper melebihi 200 dm³ atau sekitar 70 cm × 48 cm × 60 cm, koper tidak diperbolehkan masuk ke dalam kereta. Penumpang disarankan menggunakan layanan pengiriman barang untuk membawa bagasi tersebut.
Aturan ini diberlakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang selama perjalanan.
Salah satu penumpang di Stasiun Pasar Senen, Ilham, mengaku baru mengetahui aturan pembatasan bagasi tersebut.
Akibatnya, ia harus membayar biaya tambahan karena kopernya melebihi batas berat yang ditentukan.
“Iya belum tahu sama sekali, soalnya ini pertama kali pulang kampung naik kereta. Kelebihan bagasi sih, kelebihan 7 kiloan, tadi kena Rp14.000,” ujar Ilham melanis Berita Satu, Sabtu (7/3/2026).
Rincian Biaya Kelebihan Bagasi
Penumpang yang membawa bagasi melebihi ketentuan akan dikenakan biaya tambahan berdasarkan kelas kereta yang digunakan, yaitu:
- Kelas eksekutif: Rp10.000 per kilogram
- Kelas bisnis: Rp6.000 per kilogram
- Kelas ekonomi: Rp2.000 per kilogram
Di area dekat boarding di Stasiun Pasar Senen juga telah disediakan timbangan koper serta petugas yang memeriksa bagasi penumpang sebelum masuk ke dalam kereta.
Baca Juga:
Kecelakaan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang KM 93, Dua Orang Tewas
Razia Imigrasi dan Sentimen Anti-Muslim Bayangi Ramadan di Amerika
Sebagian penumpang menilai aturan pembatasan bagasi ini dapat membantu menjaga kenyamanan perjalanan.
Salah satunya Intan, pengguna kereta yang mendukung kebijakan tersebut.
“Kalau aku sendiri setuju ya karena kan kereta api itu enggak sebesar pesawat bagasinya, dan kalau bawa barang terlalu banyak bisa mengganggu kenyamanan penumpang lain,” ujarnya.
Menurutnya, pembatasan bagasi merupakan langkah yang wajar agar ruang kabin tetap tertata dan perjalanan penumpang lebih nyaman.









