Atasi Darurat Sampah Bandung Raya, Jelekong Diusulkan Jadi Lokasi PSEL Kapasitas 1.000 Ton

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Solusi permanen penanganan sampah di Bandung Raya mulai menemui titik terang. Pemerintah sedang memformulasikan pengembangan Pusat Pengolahan Sampah Regional selain Legok Nangka dan Sari Mukti, yakni dengan mendorong wilayah Jelekong sebagai alternatif strategis.

Rencana ini akan dibahas lebih lanjut dalam rapat koordinasi bersama Menko Pangan di Jakarta. Kawasan Jelekong seluas 9,7 hektare dinilai layak oleh Menteri Lingkungan Hidup untuk dikembangkan menjadi fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan kapasitas mencapai 1.000 ton per hari.

“Besok kami akan rapat di Jakarta membahas Jelekong. Namun, kita harus antisipasi potensi konflik sosial dengan membangun jalur akses khusus dari Tegalluar agar tidak mengganggu aktivitas warga. Ini kolaborasi penting antara Kota Bandung dan Kabupaten Bandung,” ungkap farhan saat Wawancara di Balaikota Bandung, Senin (30/3/2026).

Terkait teknologi, pemerintah masih menimbang beberapa skema, baik mengikuti program yang sudah ada maupun membangun skema mandiri dengan melibatkan investasi dari luar negeri.

Baca Juga:

Solusi Sampah Bandung Raya, Pemkot Bandung Dukung Pembangunan Akses ke TPA Jelekong

TPA Sarimukti Kembali Dibuka, 1.025 Personel Dikerahkan Tangani Sampah Kota Bandung di 71 Titik

Sebelumnya, Farhan mendorong pengembangan TPA Jelekong sebagai solusi strategis persoalan sampah Bandung Raya karena lahan sudah tersedia, namun akses jalan menuju lokasi harus segera diperjuangkan.

“Lahannya ada, memang aksesnya mesti diperjuangkan. Harus diperjuangkan. Kalau diizinkan, saya akan kumpulkan beberapa teman untuk diskusi, mencari pelaku usaha yang bisa bantu kita berinvestasi ke sini,” kata Farhan saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meninjau lahan Eks TPA Jelekong Kabupaten Bandung.

Ia menyebut, skema pembiayaan sebenarnya telah tersedia melalui konsep pendanaan tertentu. Namun, untuk merealisasikannya, infrastruktur dasar seperti akses jalan harus dibangun secara paralel.

Farhan bahkan membuka opsi patungan anggaran bersama Pemerintah Kabupaten Bandung untuk membangun akses baru dari Kilometer 151 langsung menuju kawasan TPA Jelekong.

“Kalau kita patungan bikin jalan akses masuk ke sini, Kota Bandung dan Kabupaten Bandung pasti sama-sama untung. Benefit-nya jelas ada,” ujarnya.

Farhan mengungkapkan, produksi sampah Kota Bandung mencapai sekitar 1.500 ton per hari. Sedangkan Kabupaten Bandung sekitar 1.800 ton per hari. Artinya, dua daerah ini saja sudah menghasilkan hampir 3.300 ton sampah setiap hari, dengan sekitar 80 persen masih dikelola menggunakan sistem open dumping.

“Kalau kita serius di sini, ini bisa jadi solusi bersama. Tapi memang harus didalami, tidak sesederhana itu,” katanya.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

5

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian