Arya Sinulingga Ingin Damaikan Suasana, Netizen: Dia yang Koar Sana Sini

(Foto: Instagram @arya.m.sinulingga)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Dalam unggahan terakhir akun pribadi milik @arya.m.sinulingga yang merupakan EXCO PSSI menampilkan foto dirinya bersama empat orang lainnya dengan latar tulisan Interupsi dan caption yang bertuliskan “Yuk bersatu lagi mendukung Timnas Merah Putih dan kembali bekerja memperkuat Timnas, Who next?”, Jum’at (10/01/2025).

Caption tersebut menjadi topik hangat dan membanjiri kolom komentar yang menimbulkan banyak kericuhan netizen.

Hal tersebut imbas dari pemecatan Shin Tae Yong sebagai pelatih Timnas Sepak Bola Indonesia, pro-kontra terjadi di beberapa kalangan pecinta olahraga sepak bola Indonesia.

BACA JUGA: Shin Tae-yong Pulang ke Korea Selatan, Momen Perpisahan di Bandara Bikin Haru!

Caption yang dituliskan  Arya Sinulingga semakin membuat komentar netizen memanas.

“Nyuruh bersatu tapi malah buat rumor pemain Diaspora ribut sama pelatih jadi buat kekacauan pemain diserang netizen,” “Aduh pak pak, kalau ga gara-gara bapak juga ga bakalan dihujat itu Mees, sekarang nyebut-nyebut seolah-olah ada yang mau pecah belah timnas,” tulis beberapa akun di kolom komentar, dikutip Jumat (10/1/2025).

“Yang dipecat diam tak bersuara, yang memecat sibuk klarifikasi dan membenarkan tindakannya,” tulis pemilik akun @iik.ikmaludin08.

Tak hanya komentar negatif yang dilontarkan kepada pemilik postingan, namun sesama netizen pun saling beradu statement satu sama lain.

“Hadeh kocak ni, koar-koar mau tau alasan STY dipecat kenapa, pas dikasih tau karena ada masalah internal dengan pemain malah ga terima fakta,” tulis pemilik akun @yhnstukan_.

“Gak perlu dikasih tau masalah internal, karena efeknya fatal. Pemain yang diserang,” jawab pemilik akun @friskabutarbutar.

Beberapa diantara mereka juga menuturkan kekecewaannya karena tidak adanya postingan ucapan terima kasih kepada STY.

“Halo pak sebagai pengurus yang telah kerja sama kayaknya bagus kalau ada postingan yang mengucapkan terimakasih pada STY, saya lihat-lihat gak ada,” tulis pemilik akun @dhida_95.

Beragam pro-kontra dari permasalahan tersebut membuat kolom komentar semakin ramai dan memanas. Meskipun penuh dengan berbagai kritik dan ujaran negatif, namun beberapa komentar pun menanggapi nya dari sudut pandang positif.

“Ini baru bener, tidak ada kata yang indah kecuali Bersatu membangun timnas Indonesia,” komentar pemilik akun @abdulkholik2020

“Tidak ada untungnya kita saling menghujat, menjatuhkan, lebih baik bersatu mendukung sepenuh hati kemajuan timnas Indonesia,” tulis pemilik akun @erik_pyg.

 

(Magang UIN SGD/Lia Reliya Berliana/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

2

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City