JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Arsenal mengambil langkah awal menuju final Carabao Cup 2025/2026 setelah menundukkan Chelsea dengan skor 3-2 pada leg pertama semifinal yang digelar di Stamford Bridge, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB.
Bermain sebagai tim tamu, The Gunners tampil efektif dan mampu memaksimalkan peluang yang mereka dapatkan. Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Arsenal menjadi 10 pertandingan di semua kompetisi, sekaligus memberikan kekalahan kandang pertama bagi Liam Rosenior sejak ditunjuk sebagai pelatih Chelsea.
Gol Cepat Arsenal di Babak Pertama
Arsenal langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal. Tekanan tersebut berbuah gol pembuka yang datang dari situasi bola mati, sesuatu yang sebelumnya sempat ditepis Rosenior sebagai kekuatan utama Arsenal.
Umpan matang Declan Rice dari tendangan bebas disambut sundulan Ben White. Kiper Chelsea, Robert Sánchez, terlihat ragu untuk keluar dari sarangnya sehingga bola meluncur mulus ke gawang.
Gol ini menjadi gol pertama White sejak mencetak dua gol ke gawang Chelsea pada April 2024.
Chelsea mencoba merespons dengan meningkatkan tempo permainan. Enzo Fernández sempat mengirim terobosan berbahaya ke arah João Pedro, tetapi penyelesaian akhir sang penyerang belum menemui sasaran.
Ancaman lain datang dari Estêvão, yang menusuk dari sisi kanan sebelum tembakannya diamankan kiper Arsenal, Kepa Arrizabalaga.
Di sisi lain, Arsenal hampir menggandakan keunggulan. Tembakan jarak jauh William Saliba hanya melintas tipis di atas mistar gawang, menandai rapuhnya lini pertahanan Chelsea dalam mengantisipasi second ball.
Babak Kedua Penuh Gol
Memasuki babak kedua, Arsenal kembali menunjukkan efisiensi mereka. Lima menit setelah restart, kombinasi apik di sisi kanan antara Bukayo Saka dan Ben White berujung pada gol kedua.
Umpan silang White gagal diantisipasi dengan sempurna oleh Sánchez. Bola liar langsung disambar Viktor Gyokeres, yang berdiri bebas di depan gawang untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Chelsea merespons cepat dengan memasukkan Alejandro Garnacho, dan keputusan tersebut langsung memberi dampak. Empat menit berselang, pemain asal Argentina itu memperkecil ketertinggalan lewat sepakan terukur memanfaatkan umpan Pedro Neto.
Namun, ketika Chelsea mulai menekan, Arsenal kembali menunjukkan kualitas individu mereka. Gyokeres kali ini berperan sebagai kreator sebelum bola diterima Martín Zubimendi.
Gelandang Spanyol itu melakukan aksi individu, melewati beberapa pemain Chelsea, lalu melepaskan tembakan kaki kiri yang tak mampu dihentikan Sánchez.
Chelsea masih berusaha bangkit. Sánchez sempat menebus kesalahannya dengan menggagalkan peluang Mikel Merino, menjaga jarak skor tetap terjangkau.
Baca Juga:
Akhir Laga yang Menegangkan
Chelsea belum menyerah. Garnacho kembali mencetak gol keduanya di laga ini untuk mengubah skor menjadi 3-2, memanfaatkan kemelut hasil sepak pojok yang diawali pergerakan Neto.
Di sisa waktu pertandingan, Chelsea terus menekan demi mencari gol penyeimbang. Namun, pertahanan Arsenal cukup disiplin untuk menjaga keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.
Meski kalah, Chelsea tetap menunjukkan daya juang tinggi, terutama lewat permainan agresif para pemain muda mereka. Sementara itu, Arsenal membawa pulang kemenangan penting, meski keunggulan satu gol membuat leg kedua masih terbuka.
Susunan Pemain
Chelsea:
Robert Sanchez; Josh Acheampong, Wesley Fofana, Trevoh Chalobah, Marc Cucurella; Andrey Santos, Enzo Fernandez; Estevao, Joao Pedro, Pedro Neto; Marc Guiu.
Pelatih: Liam Rosenior.
Arsenal:
Kepa Arrizabalaga; Ben White, William Saliba, Gabriel Magalhaes, Jurrien Timber; Martin Odegaard, Martin Zubimendi, Declan Rice; Bukayo Saka, Viktor Gyokeres, Leandro Trossard.
Pelatih: Mikel Arteta.
Leg kedua akan menjadi penentuan nasib kedua tim dalam perburuan tiket final Carabao Cup musim ini.
(Dist)


