Apa Itu Pagar Laut yang Membentang 30 KM di Tangerang?

DPR Mafia Tanah
Pagar Laut Tangerang (instagram @lbj_jakarta)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pagar laut yang ada di Tangerang saat ini jadi topik hangat di masyarakat. Di satu sisi, banyak analisis yang menyatakan pentingnya pagar laut ini. Namun di sisi lain ternyata banyak yang belum paham apa itu pagar laut.

Isu tersebut muncul setelah warga ‘menemukan’ pagar laut di Kabupaten Tangerang, Banten, dengan panjang mencapai lebih dari 30 kilometer di kawasan pesisir Tangerang. Temuan ini kemudian ditanggapi oleh Kementerian Perikanan dan Kelautan RI.

Apa Itu Pagar Laut?

Secara sederhana, pagar laut adalah penghalang yang dibuat dari bahan tertentu dan dibentangkan di kawasan pesisir. Pagar di Tangerang ini dibuat dari bambu, dengan tinggi sekitar 6 meter, dan panjang total 30,16 kilometer melintasi 16 kecamatan.

Pemasangan pagar laut secara teknis dilakukan dengan anyaman bambu, paranet, dan pemberat berupa karung yang diisi dengan pasir. Dengan demikian posisi pagar laut tidak berubah meski gelombang dan ombak terus menderanya.

Meski terbilang sangat panjang, namun hingga saat ini belum dilaporkan adanya pihak yang diketahui membangun atau memasang pagar tersebut. Pagar ini diklaim sebagai objek ilegal dan tidak memiliki izin dari KKPRL selaku lembaga berwenang dalam konteks tersebut.

Dampak Keberadaan

Investigasi akan segera dilakukan untuk memastikan siapa yang memasangnya, dan tujuan dibaliknya. Sebab di masyarakat sendiri desas-desus terkait pihak yang memasang pagar laut dihubungkan dengan adanya PSN yang akan segera dibangun.

Secara faktual, pagar laut ini membuat warga sekitar harus memutar jauh saat akan mencari ikan di laut. Jelas, dari sisi ekonomi hal ini menjadi beban tersendiri sebab masyarakat harus menambah sejumlah rupiah untuk biaya bahan bakar, serta memerlukan lebih banyak waktu untuk melakukan pekerjaannya.

Masyarakat sekitar juga menyampaikan bahwa adanya pagar laut ini menyebabkan nelayan di salah satu kampung sulit mendapatkan ikan kecil di pinggir laut. Hal ini dinilai sangat mengganggu dan tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Penurunan pemasukan dirasakan oleh sebagian besar warga yang berprofesi sebagai nelayan. Selain karena perolehan ikan yang didapatkan semakin sedikit, biaya untuk melaut juga semakin besar sehingga tidak sedikit masyarakat yang menyampaikan protesnya pada pemerintah melalui berbagai media.

BACA JUGA: KKP Segel dan Beri Batas Waktu Pembongkaran Pagar Laut di Tangerang

Jadi itu merupakan penjelasan singkat tentang apa itu pagar laut. Semoga artikel ini bisa membantumu, terima kasih telah membacanya.

 

(Kaje/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

KTP Warga Israel
CEK FAKTA: KTP Warga Israel Beralamat di Cianjur
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Beredarnya foto KTP elektronik atas nama warga negara Israel yang beralamat...

2

Desa Cisaat Subang
Menjelajah Desa Cisaat Subang, Saat Budaya dan Alam Menjadi Ruang Belajar Wisatawan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Udara pegunungan Ciater menyapa lembut begitu kaki menjejak Desa Cisaat....

3

Menu sahur
4 Menu Sahur Sehat dan Praktis untuk Anak
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sahur merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan sebelum menjalankan...

4

IMG_4523
LLDIKTI Jabar Angkat Bicara Soal Polemik Universitas Bandung
BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID – Problematika Universitas Bandung atau Bandung University akibat terhambatnya...

5

siswi digunduli cianjur
Viral Siswi SD Cianjur Digunduli Guru, KPAI Angkat Bicara!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merespons terkait viral siswi...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...