BANDUNG,TM.ID: Dalam mengantisipasi adanya demo terhadap hasil pemilu hari ini, (20/3/2024), Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta menggelar pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada beberapa sekolah di wilayah Jakarta Pusat.
Di Jakarta Pusat, terdapat delapan kecamatan yang memiliki lebih dari 900 sekolah berbagai tingkatan.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Pusat Rahayu Asih Subekti menyampaikan kepada media bahwa empat kecamatan seperti Sawah Besar, Menteng, Gambir, dan Tanah Abang sudah menerapkan pembelajaran jarak jauh pada tanggal 19-20 Maret.
Sebaliknya, sekolah di empat kecamatan lainnya, yakni Kemayoran, Senen, Johar Baru, dan Cempaka Putih, baru mengadopsi pembelajaran jarak jauh pada hari Selasa (21/3/2024).
“Berdasarkan hasil rapat bahwa pada 18 sampai 20 Maret 2024 akan ada demo terkait hasil pemilihan umum yang berlangsung di depan gedung DPR/MPR RI, Bawaslu RI, KPU RI, dan Patung Kuda Monas,” kata Sri, mengutip antara, Rabu (20/3/2024).
Oleh sebab itu, agar seluruh anggota komunitas pendidikan di wilayah Kota Administrasi Jakarta Pusat, tetap terjaga keselamatan dan kenyamanan, maka diputuskan untuk melaksanakan PJJ di rumah.
Ia juga mengatakan, apabila setelah pengumuman hasil pemilu (Pemilihan Umum) 2024, dianggap masih belum aman untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran di sekolah, maka PJJ akan diperpanjang secara penuh sampai tanggal 22 Maret 2024.
Sebelumnya, pada hari senin, (18/3/2024) sejumlah demonstran yang menolak hasil Pemilu 2024 melaksankan unjuk rasa di depan kantor KPU (Komisi Pemilihan Umum), yang berakhir ricuh.
Dalam aksi tersebut para demonstran melakukan pembakaran spanduk bergambar Hakim Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, Ketua KPU Hasyim Asy’ari dan Presiden Joko Widodo.
Aksi serupa, pada hari selasa, (19/3/2024) di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, yang awal mulanya berlangsung dengan kondusif, bergulir menjadi ricuh pada selasa malam antara aparat keamanan dan demonstran.
Sebanyak sekitar 500 orang dari berbagai lapisan masyarakat itu menggelar aksi protes terhadap hasil pemilu, karena merasa ada ketidakadilan dalam proses pemungutan dan penghitungan suara yang tengah dilakukan di kantor KPU pada (19/3/2024).
Mereka juga menyerukan agar Presiden Joko Widodo mengundurkan diri dari jabatannya dan menuntut untuk bertemu dengan perwakilan rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
BACA JUGA: Berbagai Elemen Masyarakat Demo Dukung Hak Angket di Gedung DPR/MPR RI
Setelah itu, polisi berusaha keras untuk memfasilitasi permintaan tersebut, namun tidak ada anggota DPR yang mendatangi massa yang tetap bertahan hingga malam hari.
Ketegangan yang semakin meningkat mencapai puncaknya pada pukul 20.35 malam, yang berujung pada tindakan memukul mundur para pengunjuk rasa.
Hal demikian, sebanyak 4.992 petugas keamanan, beserta sejumlah kendaraan taktis dan truk water cannon, telah ditempatkan di sekitar kantor KPU menjelang pengumuman hasil rekapitulasi surat suara dari semua provinsi yang direncanakan pada hari ini, Rabu (20/3/2024).
(Vini/Usk)

