Angka Stunting di Kota Bandung Turun

Angka stunting di Kota Bandung turun
Angka stunting di Kota Bandung mengalami penurunan. (Foto: istimewa)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TM.ID: Tim Penilai Kinerja Percepatan Penurunan Stunting Jabar mengapresiasi hasil kerja keras Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam menekan angka stunting. Angka stunting di Kota Bandung mengalami penurunan.

Dari yang sebelumnya berada di angka 26,4 persen, angka stunting di Kota Bandung turun sampai 7 persen menjadi 19,4 persen pada tahun 2022.

Plh Wali Kota Bandung, Ema Sumarna menyampaikan, penurunan stunting harus bisa terintervensi dengan inovasi yang ada di setiap ODP (Organisasi Perangkat Daerah).

“Kolaborasi pentahelix adalah sebuah keniscayaan, bukan hanya dari pemerintah, tapi kita juga mengajak unsur masyatakat lainnya. Bottom up mix dengan top down, agar capaian kinerja penurunan stunting, termasuk peran 17 ribu kader posyandu,” Ucap Ema.

Ia juga memaparkan, delapan aksi konvergensi yang telah di jalankan Pemkot Bandung dalam upaya menurunkan angka stunting.

Di antaranya berkaitan dengan hasil analisis situasi 2022, rencana kegiatan, komitmen rembuk stunting 2023, peraturan terkait stunting Kota Bandung, pembinaan KPM (Kader Pembangunan Manusia) dan TPK (Tim Pendamping Keluarg), sistem manajemen daya stunting, pengukuran dan publikasi stunting, dan capaian indikator intervensi percepatan penurunan stunting tahun 2022.

“Tidak hanya domain dengan aspek kesehatan, tapi juga lingkungan hidup, pangan, sanitasi, dan sebagainya.” Ujarnya.

Bahkan, untuk semakin melejitkan peran kolaborasi pentahelix, Pemkot Bandung juga sudah memiliki peraturan daerah yang mengatur mengenai CSR.

“Kita juga sudah punya bantuan pihak ketiga. Ini pun menjadi bagian ruang untuk pihak manapun memberikan daya dukung kontribusi terhadap upaya percepatan pembangunan di Kota Bandung termasuk dalam menurunkan angka stunting.” Ungkapnya

Tak hanya itu, Pemkot Bandung juga telah meluncurkan aplikasi BEAS (Bandung Emergency Application Support). Lewat aplikasi ini, warga dan petugas mampu mendeteksi lokasi ambulans yang di butuhkan.

“Kita bisa memberikan pelayanan kesehatan berbasis pada aplikasi. Polanya jemput bola karena itu lebih optimal, sehingga masyarakat yang membutuhkan percepatan layanan bisa kita langsung kunjungi ke lokasi masyarakat,” paparnya

Lufiandi selaku Ketua Tim Penilai Kinerja Percepatan Penurunan Stunting Jabar, mengaku sangat mengapresiasi beragam upaya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

“Kami sangat mengapresiasi hasil dari penurunan stunting di Kota Bandung. Sehingga tim penilai ingin tahu seberapa besar effort yang sudah dilakukan oleh seluruh stakeholder di Kota Bandung dalam upaya menurunkan stunting. Semoga bisa kita aplikasikan di tempat lain,” ujar Lufiandi, Selasa 4 Juli 2023.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DPPKB), Dewi Kaniasari menuturkan, dengan adanya kolaborasi, bukan hanya aspek kesehatan yang dibenahi, tapi juga di luar kesehatan.

“Seperti Baznas yang memberikan penyaluran daging segar dan budikdamber ke beberapa kepala keluarga. Lions Club juga memberikan kolaborasi berupa makanan penambah gizi untuk mencegah terjadinya stunting,” ucap Dewi.

Serupa dengan Dewi, Sekretaris Bappelitbang Kota Bandung, Agus Hidayat mengatakan, komitmen rembuk stunting Pemkot Bandung dilakukan dengan mengalokasikan anggaran PIPPK minimal 10 persen untuk kegiatan percepatan penurunan stunting. Serta mengalokasikan anggaran minimal 5 persen perangkat daerah pengampu urusan stunting.

“Sehingga angka perubahan kita cukup signifikan. Karena memang dari penganggaran dan komitmen yang cukup kuat dalam kolaborasi pentahelix, semua berperan untuk mencapai tujuan. Bahkan kita sudah mendapatkan Rp1,9 miliar dari CSR,” aku Agus.

Terkait peran PIPPK, Lurah Kujangsari, Yunika Wihastini menjelaskan, fungsi pendampingan keluarga dari TPK di setiap RW adalah untuk mencegah terjadinya stunting. Pendamping dilakukan kepada catin, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Pihak dari kelurahan yang menjadi pendamping keluarga adalah kader PKK, puskesmas, posyandu, dan pos KB. Tiap RW ada 1 TPK. Mereka tugasnya berkeliling ke rumah untuk pendampingan ke ibu hamil, calon pengantin, bayi datang langsung door to door ke keluarga yang berisiko stunting. Ini juga menjadi efektif karena bisa memacu warga untuk sadar penanganan stunting,” ujar Yunika.

BACA JUGA: Muhadjir: Pencegahan Stunting Dimulai dari Pemenuhan Gizi Ibu Hamil

(Rizky Iman)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City