BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pernyataan Andre Taulany soal larangan pacaran beda agama untuk anaknya, Kenzy, jadi topik panas di media sosial. Dalam sebuah video yang diunggah melalui akun TikTok @taulanytvofficial, Andre dengan jelas menyampaikan pendiriannya,
“Pacaran beda agama? Udah pasti jawaban papa, nggak boleh,” tegasnya, dikutip Rabu, 28 Mei 2025.
Sebagai seorang ayah sekaligus public figure, Andre menjelaskan bahwa sikapnya itu bukan tanpa alasan. Ia berpegang teguh pada prinsip yang diyakini dalam ajaran Islam, yakni pentingnya menikah dengan pasangan yang seagama untuk menjaga keselarasan hidup, terutama dalam hal membimbing anak-anak secara spiritual.
Andre menyebut bahwa jika hubungan asmara beda agama dibiarkan, maka akan memunculkan masalah yang lebih besar di kemudian hari.
“Kita memang keturunannya tidak ada yang berbeda agama. Jadi harus seagama gitu lah,” tambahnya, merujuk pada komitmen keluarganya untuk menjaga kesatuan keyakinan.
Baca Juga:
3 Kali Gugat Cerai! Andre Taulany Kembali Mediasi
Raffi Ahmad Pamer Suzuki Jimny ke Andre Taulany, Dikawal Patwal?
Pandangan soal pindah agama
Menanggapi pernyataan sang ayah, Kenzy pun sempat menyebut kemungkinan jika salah satu pasangan harus berpindah agama agar bisa menikah. Namun Andre langsung menegaskan bahwa ia tidak ingin anaknya murtad.
Bagi Andre Taulany, keputusan ini adalah bentuk tanggung jawab sebagai orang tua, bukan hanya untuk dunia, tetapi juga akhirat.
“Till jannah, sampai ke surga. Jadi kita satu agama, satu keyakinan untuk mencapai surganya Allah,” lanjut Andre dengan nada serius.
Respons publik pun terbelah. Ada yang mendukung ketegasan Andre karena dinilai mampu menjaga nilai-nilai agama dalam keluarga. Namun tak sedikit juga yang menilai sikap tersebut terlalu kaku. Beberapa komentar netizen bahkan menyuarakan pandangan yang berbeda.
Meski begitu, jika ditinjau dari perspektif Islam, pendapat Andre memiliki dasar yang kuat. Dalam Islam, pacaran sendiri tidak dianjurkan, apalagi jika melibatkan perbedaan agama.
QS. Al-Isra ayat 32 menegaskan larangan mendekati zina, sementara QS. Al-Baqarah ayat 221 secara eksplisit melarang pernikahan dengan orang musyrik.
Mayoritas ulama sepakat bahwa wanita muslimah tidak boleh menikah dengan pria non-muslim, karena dikhawatirkan akan menimbulkan konflik spiritual dan merusak pendidikan agama anak-anak.
(Hafidah Rismayanti/_Usk)