Andovi da Lopez Ingatkan Deadline 5 September, Tegaskan Tuntutan 17+8 Rakyat

Tuntutan Rakyat
Andovi Ingatkan Deadline Tuntutan Rakyat (Instagram/@andovidalopez)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — YouTuber sekaligus aktivis, Andovi da Lopez, kembali menegaskan pentingnya tenggat waktu tuntutan rakyat kepada pemerintah yang jatuh pada (5/9/2025).

Melalui unggahan video di Instagram pada Rabu (3/9/2025), ia meminta pemerintah tidak mengabaikan tuntutan 17+8 rakyat yang sudah disampaikan sebelumnya.

Tuntutan tersebut memuat sejumlah poin penting, mulai dari akuntabilitas kasus hukum, transparansi anggaran, penghentian kekerasan aparat, hingga reformasi kebijakan di sektor energi, pendidikan, dan lingkungan. Tambahan delapan poin lainnya berfokus pada isu kesejahteraan sosial, jaminan kesehatan, hingga penegakan HAM.

Tenggat Waktu Itu Wajar

Andovi menegaskan bahwa pemberian tenggat waktu bukanlah hal berlebihan, bahkan wajar dalam setiap pekerjaan.

“Karena Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat. Begitulah, lima hari. Anda seorang reporter, Anda memiliki tenggat waktu untuk melakukan pekerjaan. Ketika Anda membuat tenggat waktu, apakah Anda mengeluh? Tidak, kan? Jadi mengapa mereka bisa mengeluh ketika kita memberi mereka tenggat waktu? Itu tugas mereka, oke?” ucap Andovi.

Ia menyebut tuntutan rakyat sebenarnya sederhana dan sudah dipermudah agar pemerintah dapat melaksanakannya.

“Kami memberi mereka sesuatu, dan saya bahkan memberikan spidol agar mereka bisa membuat daftar periksa, daftar periksa sederhana. Cukup centang, centang, centang,” tambahnya.

Tanggapi Isu Penunggang Gerakan

Dalam kesempatan itu, Andovi juga menanggapi pernyataan Presiden yang menuding adanya kelompok luar menunggangi gerakan rakyat.

“Bahkan jika ada, Anda presidennya, sebutkan saja. Sebutkan namanya. Sebutkan agar kita semua tahu. Istana negara memiliki lebih banyak informasi daripada kita. Kami tidak punya intelijen semacam itu,” katanya.

Menurutnya, aksi yang ia lakukan bersama masyarakat lahir dari keinginan pribadi, bukan karena diarahkan pihak lain.

“Jika mereka tahu siapa aktor jahatnya, bisakah Anda menyebutkannya? Karena kami merasa kami di sini dari hati, ya. Ini tindakan kami sendiri. Tidak ada yang menelepon saya, tidak ada yang menyuruh saya datang ke sini, kan? Jadi ini tindakan kami sendiri,” jelas Andovi.

Andovi menegaskan agar perjuangan rakyat tidak dilupakan begitu saja setelah deadline berlalu, apalagi bila isu hiburan kembali menggeser perhatian publik.

“Dengar, yang ingin saya bagikan adalah, saya tidak ingin ini menjadi sesuatu yang dilupakan orang, minggu depan ketika ada drama selebriti lain di negara ini. Minggu depan akan ada drama selebriti, semua orang akan menonton podcast, dan semua orang akan lupa,” tegasnya.

Ia menekankan nama Affan Kurniawan, korban yang meninggal dalam peristiwa sebelumnya, harus selalu diingat.

“Saya tidak ingin melupakan Affan Kurniawan. Saya tidak ingin melupakan orang-orang yang meninggal. Kami ingin AKUNTABILITAS, TRANSPARANSI, EMPATI, dan REFORMASI, sesederhana itu,” kata Andovi.

Baca Juga:

One Piece Dicap Ancaman Negara? Andovi Da Lopez Bongkar Fakta yang Bikin Pemerintah Kena Skak!

Disnaker Sebut Brandoville Studios Langgar UU Ketenagakerjaan

Akumulasi Kekecewaan

Lebih jauh, Andovi menilai aksi rakyat merupakan akumulasi dari kekecewaan panjang terhadap pemerintah.

“Dengar, tidak ada momen spesifik. Ini adalah puncak dari segalanya. Puncak dari kebijakan yang buruk, kurangnya empati, tidak ada empati dari orang-orang yang membuat pernyataan, komunikasi yang buruk dari pemerintah, efisiensi untuk rakyat bawah sementara para petinggi masih bepergian ke luar negeri dengan anggaran berapapun,” ungkapnya.

Menurutnya, kemarahan publik memang kian memuncak setelah tragedi yang menimpa Affan Kurniawan, meski akar masalahnya sudah lama menumpuk.

“Ya, kematian Affan Kurniawan ketika dia dilindas oleh rantis memang memicu api, tetapi api itu bukanlah sesuatu yang muncul seketika. Itu adalah sesuatu yang telah terbangun dari waktu ke waktu,” jelasnya.

Sebagai penutup, Andovi kembali menekankan tiga inti tuntutan rakyat.

“Dan jika Anda ingin menyaring aksi ini, tuntutan ini dalam tiga kata: TRANSPARANSI, REFORMASI, dan demi Tuhan, sedikit EMPATI,” pungkasnya.

(Hafidah Rismayanti/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

4

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City