Akibat Kelas Rusak, Ratusan Siswa Bekasi Belajar di Perpustakaan

Akibat Kelas Rusak, Ratusan Siswa Bekasi Belajar di Perpustakaan
Ilustrasi-Sebuah Sekolah yang Rusak (rosaosa.blogspot.co.id)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGEDIA.ID — Akibat kerusakan ruang kelas, sebanyak 400 lebih pelajar di SDN 4 Padurenan, Mustika Jaya, Kota Bekasi, terpaksa menjalani kegiatan belajar-mengajar di perpustakaan dan musala.

Kepala Sekolah SDN 4 Padurenan, Sri Sulastri, menyebut, sebanyak dua ruang kelas di sekolah tersebut sudah berada dalam kondisi rusak parah sejak akhir tahun 2024 lalu. Sementara itu, satu ruang kelas lainnya mengalami kerusakan sejak dua pekan terakhir.

“[Kelas yang rusak] ada di belakang, lokasinya ada di belakang saya, tiga kelas. Dua ruangan kelas itu rusak dari kalau enggak salah November-Desember 2024,” ujar Sri kepada para wartawan.

“Terus untuk yang [kelas] terakhir masih bisa diberdayakan, baru sekitar dua minggu ini rusak, baru ketika hujan terus ambrol kembali [atapnya],” lanjutnya.

Baca Juga:

Belasan Rumah hingga Sekolah Rusak Dampak Gempa M 4,1 Guncang Wilayah Bogor

44 Rumah Rusak Akibat Pergerakan Tanah di Tasikmalaya, 18 Sekolah Terancam

Sri menjelaskan, kerusakan di ruang-ruang kelas tersebut terletak pada atap yang jebol akibat kerangka kayu yang sudah lapuk. Pihak sekolah sudah sempat memanggil pekerja bangunan untuk memperbaiki kerusakan itu, tetapi para tukang pun menyerah.

“Kerusakan yang parah itu bagian atap itu ya, karena kayu itu pada busuk. Kemudian yang buat masang genteng, itu pun sudah pada lapuk. Sehingga kami upayakan untuk awalnya kita panggil tukang, tapi tukang sudah tidak sanggup,” jelasnya.

Sri mengaku selama dirinya menjabat sebagai kepala sekolah sejak Oktober 2024 lalu, belum diadakan kembali perbaikan dari atap-atap kelas yang jebol tersebut. Ia beralasan, saat ini pihak sekolah sedang mengalami kekurangan anggaran.

“Setelah saya di sini, belum [pernah diperbaiki lagi] karena memang anggaran dari BOS reguler memang tidak memenuhi, tidak akan mencukupi untuk perbaikan seluruhnya,” ucap Sri.

Akibatnya, Sri menyebut saat ini 400-an siswa yang semula belajar di ruang-ruang kelas itu, terpaksa harus direlokasi ke perpustakaan dan musala sekolah agar proses belajar mengajar dapat berjalan kondusif.

“Jadi kemudian anak-anak yang kami shift kan di sini, kami relokasi lagi, memanfaatkan perpustakaan dan musola,” katanya.

Sri menyebut, ruangan perpustakaan dan musala sekolah itu dimanfaatkan oleh pelajar yang duduk di kelas dua dan tiga untuk belajar secara berganti-gantian.

“Yang pagi itu kelas dua di musala dan juga sebagian di perpustakaan. Siang juga sama, dimanfaatkan kelas tiga,” tuturnya.

Akibat pemindahan tersebut, Sri mengaku banyak pelajar yang menyampaikan keluhannya. Meski begitu, pada akhirnya mereka mulai bisa menerima kondisi tersebut, karena mereka juga enggan untuk dititipkan ke sekolah lain.

“Anak-anak sebenarnya awalnya ya ada yang mengeluh. Karena memang tidak nyaman seperti ketika ada di kelas. Tapi dengan kondisi diperbandingkan, seandainya mereka harus menuju tempat yang jauh, dititipkan ke sekolah lain, mereka lebih memilih seperti ini,” kata Sri.

Sebagai informasi, SDN 4 Padurenan menjadi salah satu sekolah yang menerima manfaat dari Program Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran yang resmi dimulai oleh pemerintah pada momen perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 ini.

Proyek revitalisasi di sekolah tersebut akan segera dimulai setelah dilaksanakannya acara seremonial groundbreaking yang digelar secara serentak pada hari Jumat ini.

“Saat ini akan bersamaan dilaunching oleh Bapak Presiden di beberapa titik secara bersamaan. Ada di beberapa kota termasuk di Bekasi, titiknya untuk Bekasi saat ini itu di SDN 4 Pedurenan. Ini momen yang kita gunakan di Hari Pendidikan, tanggal 2 Mei. Ini momen yang kami anggap sangat bagus,” ujar Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikdasmen, Faisal Syahrul, saat ditemui di SDN 4 Padurenan, Jumat (2/5/2025).

Meski begitu, Sri mengaku masih belum mengetahui kapan tepatnya proyek revitalisasi itu akan segera dimulai. Ia menyebut pihak sekolah masih harus berkomunikasi dengan instansi terkait agar proyek revitalisasi dapat dimulai.

“Untuk tepatnya [mulainya kapan] mungkin kita belum [tahu] ya, karena kita masih mau tidak lanjut dengan instansi terkait untuk pembentukan seperti yang tadi sudah disampaikan harus ada pembentukan tim,” pungkasnya. (Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

3

Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman

4

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City