Ada 356 Laporan Perundungan PPDS Kedokteran yang Diterima Kemenkes

Perundungan PPDS
Ilustrasi. (Pinterest)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Juru Bicara Kemenkes (Kementrian Kesehatan) Dr. M. Syahril, menyatakan telah menerima 356 laporan perundungan di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di perguruan tinggi Indonesia. Laporan tersebut terhitung sejak Juli 2023 hingga 9 Agustus 2024.

Jumlah laporan di atas yaitu 211 berasal dari rumah sakit vertikal, sementara 145 laporan lainnya dari luar rumah sakit vertikal.

“Kemenkes akan selalu menindak tegas pelaku bullying,” tegas Dr. Syahril, mengutip laman resmi Kemenkes pada Kamis (22/8/2024).

Menurutnya, perundungan yang paling banyak dilaporkan adalah bentuk perundungan non-fisik, non-verbal, serta penugasan jam kerja yang tidak wajar. Selain itu, terdapat laporan perundungan berupa pemberian tugas yang tidak relevan dengan pendidikan dan intimidasi verbal.

Sanksi Tegas Bagi Pelaku Perundungan

Dr. Syahril menjelaskan, Kemenkes telah melakukan investigasi terhadap 156 kasus perundungan yang dilaporkan. Hasil investigasi tersebut menunjukkan bahwa 39 residen dan konsulen atau dokter pengajar telah dikenai sanksi tegas. Untuk 145 laporan yang terjadi di luar rumah sakit vertikal, kasusnya telah dikembalikan ke instansi terkait untuk ditindaklanjuti.

Kemenkes juga menghimbau para korban perundungan PPDS untuk segera melaporkan kasus yang dialami melalui WhatsApp di nomor 081299799777 atau melalui situs resmi Kemenkes di https://perundungan.kemkes.go.id/. Aduan yang masuk akan diterima oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan dan langsung ditindaklanjuti oleh tim Inspektorat.

“Kemenkes akan menjamin keamanan identitas pelapor,” kata Dr. Syahril.

Jenis Sanksi yang Diberikan

Kemenkes telah menyiapkan tiga jenis sanksi bagi para pelaku perundungan, yang akan diberlakukan setelah hasil investigasi tim Inspektorat Kemenkes dikonfirmasi dan ditindaklanjuti oleh pimpinan Rumah Sakit Pendidikan serta unit terkait. Jenis sanksi tersebut antara lain:

1. Bagi tenaga pendidik dan pegawai lainnya

  • Sanksi ringan: Teguran tertulis.
  • Sanksi sedang: Skorsing selama tiga bulan.
  • Sanksi berat: Penurunan pangkat satu tingkat lebih rendah selama 12 bulan, pembebasan dari jabatan, pemberhentian sebagai pegawai rumah sakit, dan/atau pemberhentian dari kegiatan mengajar.

2. Bagi peserta didik

  • Sanksi ringan: Teguran lisan dan tertulis.
  • Sanksi sedang: Skorsing minimal tiga bulan.
  • Sanksi berat: Pengembalian peserta didik kepada penyelenggara pendidikan dan/atau dikeluarkan dari program pendidikan.

3. Bagi Pimpinan Rumah Sakit Pendidikan di mana terjadi kasus perundungan

  • Sanksi ringan: Teguran tertulis.
  • Sanksi sedang: Skorsing selama tiga bulan.
  • Sanksi berat: Penurunan pangkat satu tingkat lebih rendah selama 12 bulan, pembebasan dari jabatan, dan/atau pemberhentian sebagai pegawai rumah sakit.
  • Dengan langkah-langkah ini, Kemenkes berharap dapat mencegah dan mengatasi tindak perundungan di lingkungan pendidikan dokter spesialis di Indonesia, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan kondusif.

BACA JUGA: Miris, 1 Dosen Terlibat Kasus Perundungan di PDDS FK Unpad

Kasus perundungan PPDS ini harus segera dihentikan. Oleh karena itu, jangan takut untuk melapor apabila mengalami perundungan.

 

(Virdiya/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun