TANGERANG, TEROPONGMEDIA.ID – Sedikitnya 70 kepala keluarga (KK) di RT/RW 05/09 Perum Mustika Tigaraksa, Kelurahan Pasir Nangka, Kabupaten Tangerang, Banten, terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai hampir satu meter.
Ketua RT 05, Teguh Handoyo, mengatakan banjir mulai terjadi sejak Minggu (5/4) siang dan terus meningkat hingga merendam rumah warga.
“Untuk RT 05 yang terdampak 100 persen sekitar 70 KK. Ketinggian air bervariasi antara 50 sentimeter hingga satu meter,” ujarnya, Senin (6/4).
Ia menjelaskan, banjir dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Cimanceri yang menyebabkan air meluap dan menggenangi kawasan permukiman.
Meski sebagian warga masih bertahan di rumah masing-masing, sejumlah lainnya memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti rumah kerabat.
“Ada yang mengungsi, ada juga yang bertahan karena sebagian warga sudah memiliki persiapan,” katanya.
Teguh menyebut banjir di wilayah tersebut memang kerap terjadi. Namun, genangan dengan ketinggian hingga satu meter ini menjadi yang terparah sejak akhir 2025.
Ia juga mengingatkan potensi banjir susulan apabila hujan kembali turun dan tanggul yang jebol belum diperbaiki.
“Kalau hujan lagi dan tanggul belum dibenahi, air pasti naik lagi,” ujarnya.
Hingga saat ini, warga mengaku belum menerima bantuan logistik maupun fasilitas evakuasi seperti perahu karet dari pemerintah daerah. Warga berharap bantuan segera disalurkan untuk memenuhi kebutuhan selama masa darurat.
“Kalau dari pemerintah ingin membantu, warga sangat membutuhkan logistik,” kata Teguh.
Selain itu, warga meminta pemerintah daerah segera memperbaiki tanggul yang jebol guna mencegah banjir berulang.
“Kalau bisa bupati segera perbaiki tanggul. Sebelumnya sudah sempat meninjau lokasi, tapi belum ada realisasi,” ujarnya.
Baca Juga:
Akibat Banjir, Ratusan Warga Kota Tangerang Mengungsi
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Tangerang, Irwan, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan jumlah warga terdampak.
Ia memastikan tim BPBD telah melakukan pemantauan sejak awal kejadian dan tengah menyiapkan logistik untuk segera didistribusikan ke lokasi terdampak.
“Data korban masih kami rekap, namun logistik sudah kami siapkan,” ujarnya.











