6 Kuliner Legendaris Bandung yang Menyatu dengan Sejarah

Kuliner legendaris Bandung
(Serba Bandung)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Kota Bandung populer dengan sebutan Paris van Java. Terkenal luas sebagai destinasi wisata dan pusat perbelanjaan yang menarik. Namun, tak hanya itu, Kota Kembang ini juga memiliki warisan kuliner yang tak ternilai. Kuliner legendaris Bandung ini telah menyatu dengan sejarah dan budaya kota ini. Sehingga berhasil membawa penikmatnya dalam perjalanan melintasi jejak-jejak kenangan yang tak terlupakan.

Toko Roti Sidodadi

Salah satu kuliner legendaris Bandung adalah Toko Roti Sidodadi. Berdiri sejak tahun 1954, toko roti ini telah menjadi bagian dari banyak kenangan para penikmatnya. Alamatnya di Jalan Otto Iskandardinata No.255, Astana Anyar, Kota Bandung. Toko ini buka setiap hari mulai pukul 10.30-15.00 WIB.

Roti-roti dari Sidodadi bukan sekadar makanan, melainkan juga potongan sejarah yang lekat dengan Bandung. Kue Carabikang adalah permulaan dari perjalanan kuliner ini, seiring waktu, roti menjadi fokus utama mereka. Setiap gigitan dari roti di sini membawa rasa tradisional yang otentik, karena pembuatannya secara manual dan tanpa bahan pengawet.

Berbagai variasi roti, seperti roti coklat, sosis, pisang, horn coklat, dan horn vanilla, membuat setiap pengunjung bisa menemukan favorit mereka. Kisaran harga roti di Sidodadi berkisar mulai dari Rp4.000 hingga Rp24.000.

Rasa Bakery & Cafe

Sejak tahun 1931, Rasa Bakery & Café telah memikat hati masyarakat Bandung dan para wisatawan dengan berbagai hidangan lezat. Alamatnya di Jalan Tamblong No.15. Waktu operasionalnya adalah setiap hari dari pukul 8.00 WIB hingga 22.00 WIB. Awalnya sebuah pabrik cokelat dan manisan Belanda, Rasa Bakery & Café kini menjadi tempat di mana cita rasa manis masa lalu tetap hidup.

Makanan Indonesia dan Western yang ada di sini mengingatkan kita pada akar sejarah yang tak terlupakan. Dalam perjalanan panjangnya, tempat kuliner legendaris Bandung ini telah berubah nama beberapa kali, sekarang lebih terkenal dengan sebutan PT. Rasa.

Berlokasi di Jalan Aceh No. 30, Rasa Bakery & Café membawa sentuhan modern pada interior klasiknya tanpa kehilangan warisan masa lalu.

Sumber Hidangan

Toko kuliner roti tua ini telah mengalirkan kelezatan dari tahun 1929. Pada zaman kolonial, tempat kuliner legendaris Bandung ini terkenal dengan nama Het Snoephuis dan merupakan restoran mewah. Saat ini, Sumber Hidangan telah menjadi saksi bisu dari berbagai perubahan dan kenangan yang menghiasinya.

Toko ini terletak di Jalan Braga No.20-22 dan tetap setia membuka pintunya dari Senin hingga Sabtu mulai pukul 9.30 WIB hingga 15.30 WIB. Setiap roti dan es krim yang dihidangkan masih mengandung esensi resep klasik dari masa lalu. Sentuhan masa lalu masih terasa dalam tiap suapan, mengajak kita merasakan cita rasa yang dulu pernah dinikmati.

Roti Gempol

Toko Roti Gempol, yang sudah ada sejak tahun 1958, menjadi tempat yang tak terpisahkan dari perjalanan kuliner Bandung. Terletak di Jalan Gempol Wetan No.14, Citarum, toko ini menawarkan pengalaman roti panggang dengan berbagai macam isian dan selai.

Tersedia varian isian seperti asin, manis, spesial, dan komplit, membuat setiap kunjungan menjadi petualangan rasa. Baik untuk dinikmati seorang diri atau bersama-sama, Roti Gempol membawa pengalaman yang tak terlupakan. Jangan lupa untuk membawa pulang roti tawar mereka sebagai oleh-oleh.

Bandoengsche Melk Centrale

Dengan akar sejak tahun 1928, Bandoengsche Melk Centrale (BMC) tak hanya sekadar toko, melainkan warisan budaya yang mencerminkan banyak ragam makanan dan minuman. Terletak di Jalan Aceh No. 30, BMC membawa nuansa yang khas dan beragam dalam setiap hidangan yang disajikan.

Kuliner legendaris Bandung ini ada beragam hidangan Indonesia, Asia, dan Western yang tersuguhkan di BMC menciptakan harmoni rasa yang menggoda lidah. Interior klasik dengan sentuhan modern menghadirkan suasana yang unik dan tak terlupakan, menjadikan BMC sebagai surga bagi pecinta kuliner dengan berbagai selera.

Braga Permai

Sebagai penutup perjalanan kuliner legendaris, Braga Permai merupakan kuliner legendaris Bandung. Berdiri hampir selama 100 tahun. Terletak di Jalan Braga No.58, Sumur Bandung, tempat ini tidak hanya sekadar menghidangkan makanan lezat, melainkan juga menghadirkan pengalaman bersejarah yang tak tergantikan.

BACA JUGA: 6 Tempat Belanja Murah Bandung yang Ramah Kantong

Interior restoran ini memancarkan nuansa klasik dengan sentuhan modern, membawa kita kembali ke masa lalu dengan setiap detailnya. Kursi bergaya klasik, rak kayu, dan menu dalam Bahasa Belanda menjadikan perjalanan makan di sini sebagai pengalaman yang tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga pikiran.

 

(Kaje/Usamah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik

2

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City