BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Berang-berang adalah mamalia yang terkenal cerdas dan menggemaskan. Namun, di balik penampilannya yang lucu, hewan ini memiliki gigi tajam dan rahang yang kuat, sehingga gigitannya dapat menyebabkan cedera serius.
Meskipun jarang terjadi, kasus gigitan berang-berang tetap harus diwaspadai karena dapat menimbulkan berbagai komplikasi medis.
Berang-berang termasuk dalam keluarga Mustelidae, yang juga mencakup musang dan luak. Hewan ini dapat kamu temukan di berbagai habitat air tawar dan laut, seperti sungai, danau, serta rawa.
Mereka memiliki tubuh yang ramping, kaki berselaput, dan bulu tebal yang membantu bertahan di lingkungan perairan.
Meskipun umumnya menghindari manusia, ada beberapa kondisi yang bisa membuat berang-berang menjadi agresif dan menyerang, seperti saat merasa terancam, melindungi anak-anaknya, atau saat kelangkaan sumber makanan.
Bahaya Gigitan Berang-Berang bagi Manusia
1. Infeksi Bakteri Berbahaya
Air liur berang-berang mengandung berbagai bakteri patogen yang dapat menyebabkan infeksi serius jika masuk ke dalam luka gigitan. Beberapa bakteri yang umum ditemukan dalam gigitan hewan ini meliputi:
- Pasteurella multocida: Penyebab infeksi jaringan lunak dan abses.
- Aeromonas sp.: Berisiko menyebabkan gastroenteritis dan infeksi kulit.
- Salmonella sp.: Dapat mengakibatkan demam tifoid jika masuk ke dalam aliran darah.
Jika tidak ditangani dengan cepat, infeksi ini dapat berkembang menjadi selulitis, abses, atau bahkan sepsis yang membahayakan nyawa.
2. Risiko Tertular Rabies
Bahaya gigitan berang-berang selanjutnya bisa terkena rabies. Rabies merupakan penyakit virus yang menyerang sistem saraf pusat dan hampir selalu berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Berang-berang yang terinfeksi rabies dapat menularkan virus ini melalui gigitan atau cakaran.
Gejala rabies pada manusia meliputi:
- Demam dan sakit kepala
- Kesulitan menelan
- Perubahan perilaku dan agresivitas
- Kejang hingga koma
Jika seseorang digigit berang-berang, vaksinasi postexposure prophylaxis (PEP) harus segera diberikan untuk mencegah infeksi rabies.
3. Luka Robek dan Cedera Jaringan
Gigi berang-berang yang tajam dan rahangnya yang kuat dapat menyebabkan luka dalam dan robek pada jaringan kulit. Jika gigitan mengenai tendon atau saraf, korban dapat mengalami gangguan fungsi motorik yang memerlukan perawatan medis lanjutan seperti jahitan atau operasi rekonstruksi.
Dalam beberapa kasus, luka gigitan dapat menyebabkan nekrosis (kematian jaringan), yang berisiko menyebabkan amputasi jika tidak ditangani dengan baik.
4. Reaksi Alergi dan Syok Anafilaktik
Bahaya gigitan berang-berang berikutnya adalah reaksi alergi dan syok anafilatik. Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap enzim dalam air liur berang-berang. Gejala ringan meliputi kemerahan, gatal, dan bengkak di sekitar luka. Namun, dalam kasus yang lebih parah, korban bisa mengalami syok anafilaktik, dengan gejala seperti:
- Sesak napas
- Penurunan tekanan darah drastis
- Kehilangan kesadaran
Jika gejala ini muncul, segera cari pertolongan medis darurat.
BACA JUGA:
Hotman Paris Dirawat Usai Drop, Bakal Diperiksa di Singapura
5. Trauma Psikologis dan Ketakutan terhadap Air
Serangan berang-berang tidak hanya menimbulkan luka fisik tetapi juga dapat menyebabkan trauma psikologis. Beberapa korban mungkin mengalami gangguan kecemasan atau PTSD, terutama jika serangan terjadi di dekat perairan, yang dapat menimbulkan ketakutan terhadap air (aquaphobia).
(Kaje/Budis)