2022, Angka Prevalensi Stunting Kabupaten Banyumas Turun 5 Persen

angka stunting
(web)
-

Tidak ada video disisipkan.

PURWOKERTO,TM.ID : Angka prevalensi stunting di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, turun 5 persen dari 21,6 persen pada tahun 2021 menjadi 16,6 persen pada tahun 2022.

Hal itu dikatakan Bupati Banyumas Achmad Husein di Purwokerto, Rabu (22/2/2023).

“Penurunan angka prevalensi stunting harus menjadi target kinerja seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan para pemangku kepentingan terkait di Banyumas,” katanya.

Terkait dengan hal itu, dia meminta seluruh OPD dan para pemangku kepentingan terkait untuk bisa terus merumuskan target tersebut, sehingga jika angka prevalensi stunting di Banyumas saat ini masih 16,6 persen berarti harus berhasil menurunkannya sebesar 2,6 persen untuk menuju target 14 persen pada tahun 2024 atau bahkan bisa lebih kecil lagi.

Kendati demikian, Bupati mengaku bangga karena setelah kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Banyumas pada awal tahun 2022, seluruh OPD terkait bergerak sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) seperti intervensi terhadap gizi anak, rehab rumah, penyediaan air, dan sebagainya

“Saya juga meminta semua pihak untuk tetap bekerja keras dengan penuh semangat guna mencapai target nasional penurunan stunting sebesar 14 persen pada tahun 2024,” katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas Novita Sabjan mengatakan penanganan stunting di Banyumas masuk enam besar terbaik dari seluruh wilayah Jateng pada tahun 2022.

Menurut dia, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, angka prevalensi balita stunting di Banyumas yang sebesar 16,6 persen itu di bawah angka Jateng yang mencapai 20,8 persen dan nasional yang sebanyak 21,6 persen.

“Prevalensi balita stunting untuk tingkat nasional, Provinsi Jawa Tengah menduduki urutan 15 (20,8 persen) di bawah Provinsi Sulawesi Utara yang berada pada posisi 14 dengan prevalensi sebesar 20,5 persen,” kata anggota Tim Konvergensi Penanganan Stunting Kabupaten Banyumas itu.

BACA JUGA : Program B2SA Percepat Penurunan Stunting di Kabupaten Lebak

Ia mengatakan prevalensi balita stunting yang paling rendah se-Indonesia terdapat di Provinsi Bali sebesar 8,0 persen, sedangkan tertinggi terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 35,3 persen.

Khusus di Jateng, kata dia, penurunan prevalensi stunting pada tahun 2022 terdapat di 15 kabupaten/kota dengan penurunan tertinggi terjadi di Kota Semarang yang mencapai 10,9 persen.

Di sisi lain, lanjut dia, ada sekitar 20 kabupaten di Jateng yang mengalami kenaikan kasus stunting pada tahun 2022.

“Tanpa kerja terpadu dari OPD terkait, stakeholder (pemangku kepentingan, red.), dan seluruh elemen masyarakat, saya kira sangat sulit mencapai target yang telah ditentukan itu,” kata Novita.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bapeddalitbang) Kabupaten Banyumas Kristanta mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai kebijakan terkait penurunan stunting di Kabupaten Banyumas, baik dalam bentuk rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) maupun penetapan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

Selain itu, kata dia, berbagai program penanganan stunting di seluruh OPD terkait harus disinergikan dengan 15 desa lokus yang telah ditentukan.

“Dalam penanganan stunting tahun 2022, Pemkab Banyumas telah memilih 15 desa lokus dengan 29 indikator sebagai penentunya. Desa lokus diampu oleh setiap OPD yang terlibat penanganan stunting,” jelasnya.

Ia mengakui permasalahan yang dihadapi dalam penanganan stunting di antaranya masih kurangnya edukasi terkait keluarga berencana (KB), rendahnya pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif, belum semua balita imunisasi lengkap, akses air bersih belum maksimal, masih rendahnya rumah tangga yang mengolah limbah, dan pernikahan di bawah umur masih tinggi.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Ribuan Atlet Jawa Barat Ikut Pengukuhan Pelatda PON XXI/2024
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun