14 Hari Gelap Gulita, Warga Aceh Bertahan Tanpa Listrik dan Air Bersih

Aceh tanpa listrik
Ilustrasi. (X/datapers)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Dua pekan pascabanjir bandang di Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, situasi warga terhimpit keterbatasan. Desa Lak-lak menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak, terutama karena jaringan listrik hingga membuat warga hidup dalam kegelapan total setiap malam.

Sejumlah tiang listrik dilaporkan patah, ambruk, bahkan hilang tersapu derasnya arus banjir. Kabel-kabel yang terputus turut memperburuk kondisi jaringan. Akibatnya, aliran listrik belum bisa dipulihkan hingga hari ke-14 sejak bencana terjadi.

Pada malam hari, suasana desa berubah sangat gelap tanpa satu pun penerangan modern. Warga hanya mengandalkan lampu minyak sederhana sebagai sumber cahaya.

Situasi tersebut membuat seluruh aktivitas masyarakat berhenti total setelah matahari terbenam.

“Sejak banjir bandang, kami hidup dalam kegelapan karena jaringan listrik terputus,” ujar Supardi, warga Desa Lak-lak yang sejak dua minggu terakhir tidak merasakan aliran listrik sama sekali.

Masalah warga tidak berhenti pada ketiadaan listrik. Krisis air bersih juga masih berlangsung.

Sungai yang selama ini menjadi sumber air utama telah berubah menjadi aliran lumpur. Air cokelat pekat itu tidak lagi bisa digunakan untuk mandi, mencuci, apalagi memenuhi kebutuhan harian.

Baca Juga:

Patungan Beli Hutan Bakal Direalisasikan 2026, Pandawara Susun Strategi!

Prabowo Desak Bahlil: Listrik Aceh Harus Nyala Malam Ini!

Banyak warga terpaksa menampung air hujan atau membeli air bersih dalam jumlah terbatas.

“Selain listrik, kami sangat butuh air bersih dan jaringan internet,” lanjut Supardi,

Ia mengatakan, bahwa ketiadaan koneksi internet semakin menyulitkan warga untuk berkomunikasi maupun mengakses informasi penting pascabencana.

Hingga kini, proses perbaikan jaringan listrik maupun penyediaan air bersih belum menunjukkan perkembangan signifikan. Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan penanganan cepat agar kehidupan di Ketambe kembali berjalan normal.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260815-WA0004
Jumat Berkah PLN UP3 Majalaya, Hadirkan Semangat Berbagi di Momentum HUT ke-81 RI
WhatsApp Image 2026-08-15 at 11.52
KPU Kota Bandung Ajak Pemilih Pemula SMK Al-Hadi Jadi Pemilih Cerdas Lewat Pilketos
SAVE_20260815_081923
Memahami Aturan Pajak UMKM Terbaru: Tarif Tetap 0,5%, Berlaku Selamanya untuk Orang Pribadi
Gambar_stadion_segiri
Borneo FC Dapat Kepercayaan AFC, Samarinda Jadi Panggung Kompetisi Asia
WhatsApp Image 2026-08-14 at 12.30
Tangis Siswa Pecah di SD Kademangan, KKN UIN Bandung 203 Sorot Budaya Ejek di Kelas
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit

3

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Mursyid Asal Surabaya Dukung Gus Farkhan Evendi Jadi Utusan Presiden
Headline
WhatsApp Image 2026-08-15 at 17.09
Pesta Rakyat Meriahkan Pembukaan Alun-alun Bandung pada 17 Agustus
WhatsApp Image 2026-08-14 at 15.03
Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Kota Bandung Hadapi Berbagai Tantangan
siaran-pers-bersama-bank-bjb-x-persib-3-2
Kembali Berkolaborasi, bank bjb dan PERSIB Satukan Semangat Juara
WhatsApp Image 2026-08-13 at 17.36
Bandung Dorong Transformasi dari Smart City Menuju Data-Driven City