BANDUNG,TM.ID: Penyakit virus cacar monyet, meskipun lebih umum pada orang dewasa, tidak mengecualikan bayi dari risiko tertular. Dalam situasi ini, orangtua perlu memahami gejala dan cara penularan agar dapat memberikan perawatan yang tepat. Artikel ini akan membahas dengan rinci mengenai gejala virus cacar monyet pada bayi dan cara penularannya.
Gejala pada Bayi
Virus cacar monyet pada bayi sering kali menunjukkan gejala yang mirip dengan orang dewasa. Tanda paling umum adalah munculnya ruam yang kemudian berkembang menjadi lesi berisi cairan atau nanah. Beberapa gejala lain yang perlu kita perhatikan meliputi:
- Demam atau kenaikan suhu tubuh
- Bayi tampak menggigil
- Berkeringat dalam jumlah banyak
- Sakit kepala
- Sakit tenggorokan
- Kesulitan menelan, yang menyebabkan penolakan saat diberi ASI, susu formula, atau MPASI
- Bayi tampak rewel dan mudah menangis
Keluhan medis biasanya muncul pada rentang waktu 3-13 hari atau 5-21 hari setelah tertular monkeypox.
BACA JUGA: Siapa Saja yang Rentan Terkena Virus Cacar Monyet? Simak!
Cara Penularan
a. Kontak Fisik dengan Penderita
Cara penularan utama adalah melalui kontak fisik dengan penderita. Ini bisa terjadi ketika orang dewasa yang terinfeksi bersentuhan langsung atau tidak langsung dengan bayi.
b. Selama Masa Kehamilan atau Persalinan
Virus cacar monyet dapat menular dari ibu hamil ke bayi melalui plasenta. Kontak langsung antara ibu dan bayi selama proses persalinan juga menjadi celah penularan monkeypox.
c. Melalui Air Susu Ibu (ASI) dan Makanan Pendamping
ASI kemungkinan dapat menjadi media penularannya dari ibu ke bayi, terutama karena keduanya sama-sama melewati aliran darah. Oleh karena itu, perlu waspada terutama pada bayi yang masih mendapatkan ASI sebagai makanan utama.
d. Dari Daging Hewan yang Terinfeksi Melalui MPASI
Pada bayi yang sudah mendapat makanan pendamping ASI, penularannya juga dapat terjadi saat si kecil diberi MPASI dari daging hewan yang terinfeksi monkeypox.
Memahami gejala dan cara penularannya pada bayi sangat penting bagi orangtua. Jika orangtua mencurigai bayinya tertular virus ini, segera konsultasikan dengan fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk pengobatan yang tepat.
(Kaje/Usk)