Walhi Jabar Soroti Kerusakan Lingkungan, Desak Pemprov Tindak Tegas Pelanggar

Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat, Wahyudin Iwang (Foto: Kyy/TM).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat menggelar diskusi bertajuk Obrolan Gerakan Independen dan Egaliter (OGIE di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung, pada Senin (28/4/2025).

Dalam forum tersebut, Walhi menyoroti sejumlah kawasan di Jawa Barat yang mengalami kerusakan lingkungan akibat berbagai aktivitas yang tidak sesuai peruntukan.

Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat, Wahyudin Iwang, mengatakan bahwa pihaknya telah menyusun kajian dan analisis yang dapat membantu Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam melakukan penindakan serta penegakan hukum terhadap para pelanggar.

“Kita punya kajian dan analisis yang harapannya bisa membantu Pemprov Jabar untuk menindak para pelaku, baik dalam pengembangan wisata, properti, maupun pertambangan, yang mengalihfungsikan kawasan secara tidak sesuai,” ujar Wahyudin.

Namun, Wahyudin menyayangkan ketidakhadiran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam diskusi tersebut. Melalui ajudannya, Gubernur Dedi Mulyadi mengonfirmasi ketidakhadirannya dan menunjuk Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat sebagai perwakilan.

Meski pihak DLH menyatakan dukungan terhadap hasil kajian Walhi, Wahyudin menilai bahwa rencana yang disampaikan belum menyentuh akar persoalan lingkungan di Jawa Barat.

Ia menyoroti sektor-sektor krusial seperti pengelolaan sampah, energi, perubahan iklim, pendidikan, dan tata ruang yang penanganannya dinilai belum serius.

“Kami melihat pendekatannya belum mengakar terhadap penyelesaian masalah, dan saat ini masih dalam tahap rencana karena Gubernur baru 100 hari menjabat,” katanya.

Dalam diskusi tersebut, Walhi juga mempertanyakan status penyegelan kawasan di Puncak, Bogor, yang sebelumnya dilakukan oleh Gubernur. Mereka meminta kejelasan mengenai tindak lanjut dan rekomendasi dari tim penegak hukum terkait kawasan tersebut.

“Kami ingin tahu hasil dari penyegelan di Puncak, sejauh mana progresnya, dan seperti apa rekomendasinya, karena kami belum mendapatkan akses terhadap hasil kajian tersebut,” tambah Wahyudin.

Menutup pernyataannya, Wahyudin menegaskan pentingnya implementasi nyata dalam penyelamatan lingkungan melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, komunitas, NGO, dunia usaha, dan akademisi.

“Harapan kami, mulailah mengimplementasikan secara serius. Penyelamatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” pungkasnya.

(Kyy/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
IMG-20260724-WA0004
PLN UP3 Majalaya Dukung Gerakan Jum'at ASRI, Perkuat Semangat Gotong Royong Jelang HUT ke-81 RI
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
bank bjb Imbau Nasabah Untuk Tetap Waspadai Modus Penipuan Digital, Pastikan Berkomunikasi Melalui Kanal Resmi
WhatsApp Image 2026-07-22 at 11.48
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop Up Kitchen, Pengalaman Bersantap Omakase Eksklusif
IMG-20260721-WA0006
DPRD Kota Bekasi Minta Dinkes Perketat Pengawasan Puskesmas Usai Dua Kasus Pelayanan Kesehatan
IMG-20260721-WA0003
PLN UP3 Majalaya Perkuat Keandalan Listrik Jelang Piala Presiden 2026, Wujud Komitmen Melayani Negeri pada HUT ke-81 RI
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Headline
IMG-20260724-WA0010
Ketua DPRD Bekasi Ingatkan WTP Bukan Akhir, Pengawasan Internal Harus Diperkuat
IMG-20260724-WA0009
Topananda: Bekasi Butuh Program Pemuda yang Berkelanjutan, Bukan Sekadar Seremonial
IMG-20260723-WA0002
DPRD Kota Bekasi Percepat Pembahasan Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual
IMG-20260723-WA0001
Abdul Muin Serap Aspirasi Warga, Banjir hingga Kesempatan Kerja Jadi Perhatian