BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Dunia biliar Indonesia kembali dikejutkan dengan kemunculan sosok Fajar Alamri, seorang bocah berusia 5 tahun asal Tolitoli, Sulawesi Tengah, yang tampil memukau di ajang turnamen biliar internasional. Aksinya yang viral di media sosial membuat banyak orang tidak percaya bahwa anak seusia taman kanak-kanak bisa bermain biliar dengan kualitas seperti atlet profesional.
Meski masih sangat kecil, Fajar mampu bermain biliar dengan penuh percaya diri. Pukulannya terarah dan akurat, memperlihatkan kemampuan teknik yang mengejutkan. Yang paling menarik perhatian adalah ketika ia harus berdiri di atas tumpukan kardus agar bisa menjangkau meja biliar karena posturnya yang masih pendek.
Dalam setiap pertandingan yang diikutinya, Fajar memperlihatkan mental juara yang kuat. Ia tetap fokus sepanjang pertandingan dan tampil tanpa rasa canggung di hadapan banyak orang, bahkan ketika berhadapan dengan lawan yang jauh lebih dewasa.
Aksi Fajar memasukkan bola satu per satu ke dalam lubang secara akurat membuat para penonton terkagum-kagum. Ia bermain dengan teknik yang rapi dan perhitungan yang matang, seolah sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun di atas meja biliar.
Fajar Alamri mulai menekuni olahraga biliar sejak usia yang sangat dini. Dukungan penuh dari keluarga, terutama ayahnya yang turut aktif mendokumentasikan setiap perkembangan kemampuannya, menjadi faktor penting di balik kesuksesan bocah asal Tolitoli ini.
Kemunculan Fajar Alamri datang di tengah euforia biliar Indonesia yang sedang naik daun. Indonesia baru saja menjadi tuan rumah berbagai turnamen biliar internasional bergengsi, termasuk Asian Pool Championship 2026 yang berlangsung di Puslatnas POBSI, Jakarta pada 24-31 Januari 2026.
Turnamen internasional tersebut diikuti oleh ratusan atlet dari 20 negara di Asia dan memperebutkan total hadiah sebesar 76.000 dollar AS atau sekitar Rp1,2 miliar. Gelaran ini semakin membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan olahraga biliar.
Selain itu, Indonesia juga akan menggelar Carabao International Open 2026 x WNT yang diselenggarakan di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Banten, pada 4-8 Februari 2026. Turnamen ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya turnamen berstandar WNT Gold Ranking hadir di Indonesia dengan total hadiah mencapai Rp1,7 miliar untuk kategori utama.
Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI), Hary Tanoesoedibjo, sebelumnya pernah menyatakan pentingnya regenerasi atlet biliar Indonesia melalui berbagai kompetisi dan pembinaan sejak dini.
“Perlunya banyak kompetisi lokal dan juga level internasional baik persahabatan maupun profesional agar atlet terbiasa berkompetisi dan semakin percaya diri, harapannya nanti bisa membawa nama baik Indonesia di mata internasional,” ujar Hary.
Kehadiran Fajar Alamri menjadi bukti nyata bahwa Indonesia memiliki cadangan talenta muda yang luar biasa di bidang biliar. Dengan pembinaan yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak, tidak mustahil bocah asal Tolitoli ini suatu hari nanti akan menjadi wakil Indonesia di kejuaraan dunia.
Kisah Fajar Alamri menjadi inspirasi bahwa bakat dan minat anak terhadap olahraga tidak mengenal usia. Dengan dukungan keluarga, lingkungan yang kondusif, dan pembinaan yang tepat, anak-anak Indonesia bisa berprestasi bahkan di usia yang sangat muda.
Baca Juga:
Mengenal 7 Jenis Permainan Biliar
Keberanian Fajar untuk tampil di turnamen internasional di usianya yang masih 5 tahun juga mengajarkan pentingnya mental juara dan kepercayaan diri sejak dini. Ia membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah halangan untuk meraih prestasi, asalkan ada tekad dan kerja keras.
Kemunculan talenta-talenta muda seperti Fajar Alamri menunjukkan bahwa perkembangan biliar di Indonesia sangat pesat. Saat ini, hampir di seluruh Indonesia, baik di kota maupun kabupaten, banyak bermunculan rumah biliar yang memberikan akses mudah bagi masyarakat untuk mengenal dan berlatih olahraga ini.
“Saya, selaku Ketum POBSI, tentunya punya kewajiban bagaimana biliar bisa berkembang di seluruh tanah air. Semakin banyak yang bermain, semakin besar peluang kita menciptakan atlet-atlet berbakat yang bisa membawa Indonesia menjadi juara dunia” Ujar Hary Tanoesoedibjo
Dengan infrastruktur yang semakin baik dan semakin banyaknya turnamen bertaraf internasional yang digelar di Indonesia, optimisme bahwa Indonesia akan melahirkan juara dunia biliar semakin besar. Fajar Alamri bisa jadi adalah salah satu calon juara dunia masa depan yang saat ini baru memulai perjalanannya.
Meski potensinya sangat besar, perjalanan Fajar untuk menjadi atlet biliar profesional masih panjang. Dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari keluarga, POBSI, pemerintah, hingga sponsor untuk memastikan Fajar mendapatkan pembinaan terbaik.
Selain itu, keseimbangan antara pendidikan formal dan karier olahraga juga harus dijaga mengingat usia Fajar yang masih sangat muda. Pengalaman dari negara-negara lain menunjukkan bahwa atlet cilik yang mendapat pembinaan komprehensif, baik dari sisi olahraga maupun akademis, cenderung lebih berhasil di masa depan.
