Ramai Bendera Putih Berkibar di Aceh, Isyarat Keputusasaan Warga Terhadap Bantuan Pemerintah

bendera putih aceh
Bendera Putih Berkibar di Aceh. (tiktok/amy.ad7)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.DI — Ramai pengibaran bendera putih yang dilakukan warga di sejumlah wilayah Aceh dan menjadi sorotan publik. Aksi tersebut disebut sebagai isyarat ketidaksanggupan warga menghadapi dampak bencana sekaligus bentuk kekecewaan terhadap pemerintah dalam penanganan banjir dan longsor di Aceh.

Sejumlah media lokal membenarkan pengibaran bendera putih oleh masyarakat di beberapa daerah, antara lain Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara. Bendera putih terlihat dipasang di depan rumah hingga fasilitas umum di wilayah terdampak bencana.

Makna Bendera Putih sebagai Simbol Menyerah

Mengacu pada Kamus Cambridge, bendera putih atau white flag merupakan simbol menyerah atau tanda bahwa seseorang tidak berniat melakukan perlawanan. Dalam konteks bencana, pengibaran bendera putih dimaknai sebagai simbol keputusasaan serta permintaan pertolongan atas kondisi yang semakin sulit.

Aksi ini dinilai mencerminkan beban berat yang dirasakan masyarakat Aceh akibat bencana berkepanjangan yang belum sepenuhnya tertangani.

Aceh Paling Terdampak Bencana di Sumatra

Aceh menjadi salah satu provinsi paling terdampak bencana hidrometeorologi di Pulau Sumatra. Sejak November 2025, wilayah ini dilanda banjir dan longsor yang meluas.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana per Selasa (16/122025), jumlah korban jiwa di Aceh mencapai 431 orang. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Selain itu, sebanyak 32 orang dilaporkan hilang dan sekitar 4,3 ribu warga mengalami luka-luka.

Kerusakan infrastruktur juga tercatat signifikan, meliputi 1,1 ribu fasilitas umum, 153 fasilitas kesehatan, 691 fasilitas pendidikan, 210 rumah ibadah, 261 gedung, dan 36 jembatan di 18 kabupaten dan kota.

Desakan Penetapan Status Bencana Nasional

Melihat besarnya dampak bencana, sejumlah lembaga swadaya masyarakat dan koalisi sipil mendesak pemerintah menetapkan status Bencana Nasional untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatra, khususnya Aceh.

Salah satu desakan datang dari Koalisi Masyarakat Aceh yang menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Banda Aceh, Selasa (16/11/2025). Mereka menilai skala bencana sudah melampaui kapasitas pemerintah daerah, baik dalam penanganan darurat maupun pemulihan jangka panjang.

“Penetapan bencana nasional bukan semata keputusan administratif, melainkan instrumen krusial untuk menyelamatkan nyawa, percepatan pemulihan, dan mencegah pelanggaran HAM lebih luas,” kata penanggung jawab aksi, Crisna Akbar, dikutip dari ANTARA.

Baca Juga:

Alasan Bahlil Listrik di Aceh Belum Pulih: Dipaksakan Masyarakat Bisa Kecelakaan

Prabowo Kirim 125 Ribu Pakaian Batal Ekspor untuk Korban Bencana Sumatera

Somasi ke Presiden soal Keterlambatan Bantuan

Selain aksi warga, tekanan terhadap pemerintah pusat juga datang dari Auriga Nusantara, yang sebelumnya dikenal sebagai Yayasan Silvagama. Lembaga ini melayangkan somasi kepada Presiden Prabowo Subianto terkait dugaan kegagalan pengiriman bantuan ke Aceh.

Somasi bernomor 2152.17/AURIGA-1/ADM/2025 itu dikirim pada 10 Desember 2025 dan memberikan tenggat waktu 3×24 jam. Auriga menilai keterlambatan distribusi bantuan vital seperti makanan, obat-obatan, tenda, dan kebutuhan bayi telah memperburuk kondisi warga, terutama di wilayah terisolasi.

Auriga juga mengutip laporan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh yang menyebut bantuan dari warga Jakarta gagal diberangkatkan karena maskapai nasional diduga memprioritaskan bantuan pemerintah.

Respons Pemerintah Pusat

Di tengah kritik dan desakan tersebut, pemerintah menegaskan masih memiliki kapasitas menangani bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan Presiden Prabowo telah mengerahkan sumber daya nasional secara besar-besaran.

Pemerintah telah menetapkan tujuh langkah utama, antara lain pembangunan 2.000 rumah sementara dan permanen, penyediaan anggaran melalui APBN, penyaluran dana operasional langsung ke pemerintah daerah, pengiriman 1.000 alat berat, pembangunan 50 jembatan bailey, pengerahan 50.000 personel TNI-Polri, serta pengoperasian 50 helikopter dan pesawat angkut untuk distribusi logistik udara.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

Menu sahur
4 Menu Sahur Sehat dan Praktis untuk Anak
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sahur merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan sebelum menjalankan...

2

KTP Warga Israel
CEK FAKTA: KTP Warga Israel Beralamat di Cianjur
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Beredarnya foto KTP elektronik atas nama warga negara Israel yang beralamat...

3

Desa Cisaat Subang
Menjelajah Desa Cisaat Subang, Saat Budaya dan Alam Menjadi Ruang Belajar Wisatawan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Udara pegunungan Ciater menyapa lembut begitu kaki menjejak Desa Cisaat....

4

IMG_4523
LLDIKTI Jabar Angkat Bicara Soal Polemik Universitas Bandung
BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID – Problematika Universitas Bandung atau Bandung University akibat terhambatnya...

5

siswi digunduli cianjur
Viral Siswi SD Cianjur Digunduli Guru, KPAI Angkat Bicara!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merespons terkait viral siswi...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...