Tips Membujuk Anak Pergi ke Dokter Gigi, Jangan Menakutinya!

Membujuk anak pergi ke dokter gigi
(pixabay)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Membujuk anak pergi ke dokter gigi memang menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Meski sulit, orang tua tetap harus melakukannya karena kesehatan gigi berpengaruh besar pada kesehatan anak secara keseluruhan, bahkan hingga dewasa nanti.

Supaya dokter gigi tidak lagi menjadi momok menakutkan bagi anak-anak, ada beberapa langkah yang bisa kita ambil. Simak dalam artikel ini untuk mengetahuinya!

Membujuk Anak Pergi ke Dokter Gigi

Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak belum sepenuhnya memahami bahwa rasa sakit saat perawatan gigi bertujuan untuk mencegah rasa sakit yang lebih parah di kemudian hari.

Oleh karena itu, orang tua perlu memiliki strategi khusus untuk membujuk anak agar mau pergi ke dokter gigi tanpa rasa takut. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu coba.

1. Ajak ke Dokter Gigi Sedini Mungkin

Waktu terbaik untuk membawa anak ke dokter gigi adalah ketika gigi pertamanya muncul, atau paling tidak enam bulan setelah gigi pertama tumbuh. Membawa anak ke dokter gigi sejak dini bisa membantu anak terbiasa dengan suasana klinik dan perawatan gigi.

Melansir jurnal Children (2021), anak-anak yang pertama kali memeriksakan gigi sebelum usia dua tahun memiliki ketakutan yang lebih rendah terhadap dokter gigi daripada anak yang baru pertama kali diperiksa setelah usia dua tahun.

2. Pertimbangkan Dokter Gigi Khusus Anak

Mengajak anak ke dokter gigi khusus anak bisa menjadi pilihan yang tepat. Klinik gigi khusus anak biasanya didekorasi sedemikian rupa dengan tema-tema yang ceria dan ramah anak. Hal ini bisa membuat anak lebih tenang dan mengurangi rasa takutnya.

Selain itu, dokter gigi anak sudah terlatih untuk menangani pasien cilik dengan cara yang lebih lembut dan komunikatif. Suasana klinik yang dipenuhi oleh anak-anak sebayanya juga dapat membantu anak merasa lebih nyaman.

3. Edukasi Anak 

Peran orang tua sangat penting dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya merawat gigi. Ajarkan anak untuk rajin menyikat gigi, membatasi konsumsi makanan manis, dan mengajaknya berdiskusi tentang bagaimana dokter gigi membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Alih-alih memberikan teori yang berlebihan, lakukan edukasi dengan cara yang menyenangkan. Contohnya, bacakan buku cerita tentang kesehatan gigi, atau mainkan permainan peran sebagai dokter gigi.

4. Hindari Memberikan Informasi Salah

Sering kali orang tua mengatakan bahwa perawatan gigi tidak akan sakit. Faktanya, beberapa perawatan gigi memang dapat meninggalkan rasa tidak nyaman setelahnya, seperti setelah pencabutan gigi atau penambalan gigi berlubang.

Memberikan informasi yang tidak akurat justru bisa membuat anak merasa dibohongi dan kehilangan kepercayaan pada orang tua. Berikan penjelasan yang sesuai dengan usia anak, dan biarkan dokter gigi yang menjelaskan lebih lanjut mengenai prosedur yang akan dilakukan.

5. Jangan Menakut-nakuti 

Hindari menggunakan kalimat yang menakut-nakuti anak agar mau pergi ke dokter gigi, seperti “Awas, nanti kalau tidak sikat gigi giginya bolong dan disuntik dokter gigi.” Sebaliknya, jelaskan pada anak bahwa pemeriksaan gigi adalah salah satu cara untuk menjaga kesehatan gigi dan mulutnya agar tetap sehat dan kuat.

6. Beri Pujian dan Apresiasi

Saat anak berani pergi ke dokter gigi, berikan pujian atas keberaniannya. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan diri anak dan membuatnya lebih mudah diajak untuk kunjungan berikutnya. Namun, hindari memberikan hadiah yang terlalu berlebihan agar anak tidak terbiasa mengharapkan imbalan setiap kali melakukan hal baik.

BACA JUGA: Tips Mengatasi Kesehatan Mental Anak

7. Ajarkan Melalui Permainan

Mengajak anak bermain dokter-dokteran bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk mengenalkan anak pada profesi dokter gigi. Kamu bisa berperan sebagai dokter dan anak sebagai pasien, atau sebaliknya. Gunakan mainan seperti sikat gigi mainan dan boneka untuk memperagakan cara menyikat gigi yang benar.

Melalui permainan ini, anak bisa memahami bahwa pemeriksaan gigi tidaklah menakutkan, bahkan bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan.

 

(Kaje/Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2026-07-15 at 19.50
Ketua DPRD Kota Bekasi Jadi Narasumber Kajian Lemhannas RI, Soroti Pentingnya Aspirasi Generasi Muda dalam Politik
WhatsApp Image 2026-07-15 at 15.48
DPRD Kota Bekasi Soroti TPP PPPK 2025, Desak Kejelasan Janji Kenaikan Tunjangan
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.24
Banggar DPRD Kota Bekasi Bahas Tindak Lanjut LHP BPK dan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
WhatsApp Image 2026-07-13 at 15.03
NPCI Kota Bekasi Jajaki Sinergi dengan DPRD, Matangkan Persiapan Menuju PEPARPROV VII Jabar 2026
bank bjb ORI030
bank bjb Hadirkan ORI030, Pilihan untuk Membangun Masa Depan Lebih Sejahtera
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Hamburger SV vs Bayer Leverkusen Bundesliga 2025/2026, Duel Krusial di Volksparkstadion

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
IMG-20260718-WA0005
Ketua DPRD Kota Bekasi Hadiri Raker dan Halal Bihalal Sahabat MUI, Dorong Dakwah Kolaboratif untuk Kota yang Harmonis
Lamine Yamal
Spanyol Lanjutkan Dominasi atas Prancis, Tiga Kemenangan Beruntun Antar La Furia Roja ke Final Piala Dunia 2026
Spanyol
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia: La Roja Andalkan Tembok Kokoh, The Red Devils Siap Beri Kejutan
WhatsApp Image 2026-07-09 at 18.58
Farhan: Pendapatan Daerah Kota Bandung 2025 Capai Rp3,79 Triliun