BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Masyarakat Palestina di Jalur Gaza merayakan Idul Fitri dengan penuh harapan dan keteguhan hati, tetapi perayaan itu berubah menjadi duka ketika serangan militer kembali terjadi dan menewaskan lebih dari 80 orang.
Serangan Militer Selama Idul Fitri
Meskipun banyak masjid-masjid yang hancur akibat konflik, para umat muslim di Gaza tetap berusaha melaksanakan sholat ied. Beberapa organisasi kemanusiaan, termasuk dari Indonesia, telah membangun kembali beberapa masjid di Gaza. Namun, karena jumlahnya masih terbatas, warga Gaza terpaksa melaksanakan ibadah di lapangan terbuka atau di antara reruntuhan bangunan.
Pada Minggu, 30 Maret 2025, tentara Israel melancarkan serangan udara dan membombardir berbagai wilayah di Jalur Gaza. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa serangan ini menewaskan lebih dari 80 warga Palestina, termasuk anak-anak yang tengah merayakan Idul Fitri bersama keluarga mereka. Tindakan tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk komunitas internasional.
Tragedi tersebut juga menewaskan delapan tenaga medis yang menjalankan tugas mereka dalam membantu korban serangan. Hal tersebut mendapatkan kecamanam dari berbagai pihak dan menegaskan bahwa ambulans dan tenaga medis harus dilindungi berdasarkan hukum internasional.
BACA JUGA:
Ratusan Warga Palestina Gelar Aksi di Gaza, Protes Hamas dan Serukan Perdamaian
Sutradara Pemenang Film Pendek Asal Palestina, Ditangkap Israel
Akhirnya Sutradara Palestina Hamdan Ballal Dibebaskan Setelah Ditahan Israel
Reaksi Internasional
Pristiwa ini memicu berbagai reaksi internasional, salah satunya Presiden Pranci, Emmanuel Macron, yang langsung menghubungi perdana Menteri Israel, Benjamin Natanyahu, dan mendesak untuk menghentikan serangan di Gaza. Sang Presiden menekankan pentingnya untuk membuka akses bagi bantuan manusia yang dibutuhkan oleh warga Palestina.
Namun, berbagai organisasi kemanusiaan menghadapi kesulitan dalam mengirimkan bantuan pada Jalur Gaza karena blockade yang diberikan oleh Israel. Penutupan tersebut terjadi di perlintasan utama seperti Kerem Shalom, yang dapat menghalangi distribusi bantuan pangan kebutuhan pokok lainnya.
Serangan selama Idul Fitri tersebut memperburuk penderitaan masyarakat Palestina yang menghadapi berbagai tantangan akibat konflik yang berkepanjangan. Tetapi mereka tetap menunjukan semangat serta ketabahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari serta menjaga tradisi kegamaan. Komunitas Internasional harus lebih aktif dalam mendorong perdamaian dan melindungi warga sipil yang tidak bersalah.
Serangan militer yang terjadi selama perayaan Idul Fitri 1446 H di Jalur Gaza mengubah momen kebahagiaan menjadi tragedi. Kejadian ini menegaskan perlunya penyelesaian konflik yang adil dan berkelanjutan serta mendesak upaya perlindungan bagi warga sipil dan tenaga medis di zona konflik.
(Magang UKRI – Andari/Budis)