Sendangasri, Desa di Ujung Rembang yang Menemukan Kembali Napas Seninya

Desa Sendangasri
Pentas Seni Desa Sendangasri (Foto: dok.Pemkab Rembang).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Di ujung timur Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, terdapat sebuah desa yang jauh dari keramaian kota. Desa Sendangasri di Kecamatan Lasem ini berada tepat di perbatasan Jawa Timur, terpencil dan tenang. Namun di balik kesederhanaannya, desa seluas 277 hektare ini menyimpan denyut seni yang telah berdetak sejak puluhan tahun silam.

Jejak kesenian di Sendangasri bukan sesuatu yang baru. Sejak 1971, wayang kulit, seni tari, hingga karawitan sudah akrab dengan kehidupan warga. Bahkan sejumlah sesepuh menuturkan bahwa sejak 1960-an, seni telah menjadi bagian dari identitas desa. Pada masa gejolak politik era pemberontakan PKI, Sendangasri dikenal sebagai kampung dengan tradisi kesenian yang kuat mulai dari wayang orang, tari Jawa, hingga karawitan.

Dahulu hampir semua warga dapat menari atau memainkan alat musik tradisional. Seni bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari kehidupan sehari-hari, meski sebagian besar warga adalah petani. Namun, perubahan zaman membuat tradisi itu perlahan memudar. Anak-anak muda tak lagi mengenal gamelan, dan kegiatan seni semakin jarang terdengar.

Kebangkitan Kembali

Tahun 2016 menjadi titik balik Sendangasri. Para pemuda desa menggagas pembangunan gapura bertuliskan “Kampung Seni Budaya”. Tujuannya sederhana: menegaskan identitas desa. Namun ketika tamu datang, aktivitas seni nyaris tak terlihat. Gapura telah berdiri, tetapi seni yang menjadi ruh desa justru tertidur.

“Kami merasa malu karena gapura ada, tapi kegiatan seni belum ada,” kenang Sekretaris Desa Wisata Sendangasri, Rina Anggaraningrum, dikutip dari Antara, Sabtu (22/11/2025).

Situasi itu memicu gerakan bersama. Para pemuda dan pemudi mulai menghidupkan kembali seni warisan leluhur: tari, karawitan, hingga wayang kulit. Pada 2020, warga mengajukan pembentukan pengurus desa wisata. SK dari Pemerintah Desa pun terbit, menjadi dasar kebangkitan Sendangasri.

Usaha itu berbuah hasil. Pada 2021, Sendangasri meraih juara pertama Lomba Desa Wisata tingkat Kabupaten Rembang. Tahun 2024, Pokdarwis Sendangasri kembali merebut peringkat tertinggi di tingkat kabupaten. Setahun berikutnya, prestasi meningkat: juara pertama Desa Wisata Provinsi Jawa Tengah 2025.

Penghargaan itu membawa Sendangasri mewakili Jateng dalam ajang desa wisata nasional. Desa ini kini masuk 30 besar kategori Wonderful 2025, menandai pengakuan nasional bahwa Sendangasri menjadi salah satu desa wisata berbasis seni paling potensial di Indonesia.

Rina berharap prestasi ini membawa peningkatan pembangunan. Jalan menuju desa masih rusak, dan sarana pendukung seni belum sepenuhnya memadai. Ia berharap kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin dapat membantu membuka akses menuju desa.

Baca Juga:

Desa Wisata Jalatrang Jadi Percontohan Model Kolaborasi Baru Pengembangan Pariwisata di Ciamis

Penjaga Seni dari Generasi ke Generasi

Kekuatan Sendangasri terletak pada masyarakatnya. Ada ratusan warga yang aktif menjaga seni: 78 anak rutin berlatih tari, mulai dari TK hingga SMA. Sekitar 80 orang mengikuti latihan karawitan, termasuk warga luar desa yang tertarik belajar gamelan. Seni ketoprak yang baru dihidupkan kembali pun melibatkan 30 orang.

Bahkan beberapa pemuda memilih kuliah di jurusan seni sebagai bentuk kecintaan mereka terhadap budaya desa. Regenerasi inilah yang membuat seni Sendangasri tidak kehilangan warna aslinya.

Pemerintah desa turut memberi dukungan nyata. Pada 2017, desa membangun sebuah sanggar seni sebagai pusat aktivitas. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membantu pembangunan pagar dan lantai, sementara APBD Rembang pada 2020 menghibahkan perangkat gamelan yang kini mulai lengkap.

Sanggar seni kemudian menjadi pusat kegiatan: karawitan, tari, pedalangan, hingga ketoprak. Pelatihnya adalah warga desa sendiri, sebuah rantai pewarisan yang membuat seni tetap hidup dan murni.

Amin, Kepala Desa Sendangasri, mengatakan kebangkitan seni tidak terlepas dari peran keluarga seniman desa. Sebelum sanggar berdiri, rumah pamannya menjadi tempat latihan bagi anak-anak desa.

Menuju Panggung Besar

Kini Sendangasri menatap masa depan yang lebih besar. Desa sudah menyiapkan lahan 20.000 meter persegi di tepi Jalan Pantura untuk membangun sanggar seni terpadu yang juga berfungsi sebagai rest area. Tempat ini direncanakan menjadi pusat pertunjukan seni reguler untuk wisatawan.

Sendangasri ingin menjadi desa wisata seni budaya yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.

Dengan sejarah panjang, komunitas seni yang kuat, dan prestasi yang terus tumbuh, perjalanan Sendangasri baru saja dimulai. Desa yang dulu sunyi di ujung Rembang kini bersiap menjadi panggung besar bagi seni tradisional Jawa, bukan hanya di tingkat kabupaten atau provinsi, tetapi juga nasional.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

AC Milan
AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — AC Milan berhasil kalahkan Como dengan skor 2-1 dalam pertandingan...

2

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...

3

Pria gangguan kejiwaan gantung diri
–=DP[AOJ)(55)—dPD [45]

4

penembakan Donald Trump-1
Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sosok Thomas Matthew Crooks saat ini jadi sorotan usai pihak berwenang...

5

Prediksi Skor Bodo/Glimt vs Inter UCL 2025/2026
Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pertandingan leg kedua babak 16 besar UEFA Champions League akan mempertemukan...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...