Sebelum Merah Putih, Indonesia Punya Dwikora II, Kabinet Tergemuk Sepanjang Sejarah!

[info_penulis_custom]
KABINET GEMUK
(X)
[galeri_foto] [youtube_embed]

Bagikan

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Indonesia pernah memiliki kabinet tergemuk dengan jumlah menteri, wakil menteri, kepala badan, dan kepala lembaga setingkat menteri terbanyak.

Kabinet gemuk tersebut bernama Dwikora II yang terbentuk pada masa pemerintahan Presiden Soekarno ketika era Demokrasi Terpimpin.

Jumlah anggota Dwikora II mencapai 132 orang. Kabinet ini menjalankan tugasnya mulai 24 Februari 1966, namun bubar pada 27 Maret 1966.

Berikut kilas balik Dwikora II, kabinet dengan jumlah anggota terbanyak sepanjang sejarah Indonesia.

Kabinet Dwikora II

Kabinet Dwikora II merupakan kelanjutan dari Kabinet Dwikora I yang bertugas pada 27 Agustus 1964 hingga 22 Februari 1966.

Anggota Kabinet Dwikora I terbilang gemuk, namun tidak sebanyak Kabinet Dwikora II. Kabinet Dwikora I beranggotakan 110 orang.

Melansir laman ESI Kemendikbud, Kabinet Dwikora II terbentuk ketika Soekarno berusaha mengatasi krisis ekonomi, sosial, dan keamanan setelah muncul perlawanan yang menyasar kepemimpinannya pasca-Gerakan 30 September 1965.

Pada saat itu, kelompok pelajar, mahasiswa, dan pemuda menggelar unjuk rasa memprotes kebijakan pemerintah yang dinilai membuat rakyat sengsara.

Mereka kemudian menyampaikan Tri Tuntutan Rakyat atau Tritura dengan tiga permintaan, yakni membubarkan PKI, membersihkan kabinet dari unsur-unsur Gerakan 30 September 1965, dan perbaikan ekonomi atau penurunan harga.

Setelah itu, Soekarno melakukan reshuffle kabinet, namun ia masih mempertahankan beberapa tokoh PKI, seperti Sudibjo, Surachman, dan Suryadarma.

Reshuffle tersebut ternyata tidak membuat mahasiswa puas. Mereka justru kecewa karena tokoh-tokoh yang menentang PKI, seperti Artati Marzuki, Martadinata, dan Jenderal A.H. Nasution tidak dimasukkan ke dalam kabinet.

Ketika anggota Kabinet Dwikora II dilantik pada 24 Februari 1966, Soekarno meminta anggota kabinet untuk menciptakan landasan yang kuat dan luas untuk bertahan.

Ia juga meminta mereka mengefektifkan perjuangan dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya.

Mahasiswa yang tidak puas dengan keputusan Soekarno memilih turun ke jalan untuk melakukan aksi protes dan menggagalkan acara pelantikan Kabinet Dwikora II.

Pada saat itu, mahasiswa Universitas Indonesia bernama Arief Rahman Hakim tewas setelah ia terkena peluru Pasukan Pengamanan Presiden Tjakrawibawa.

Soekarno menganggap, protes yang dilakukan mahasiswa merupakan upaya untuk melengserkan dirinya dari kursi presiden. Soekarno juga membentuk Barisan Soekarno saat aksi protes terjadi.

Pembentukan Barisan Soekarno direspons oleh Pimpinan Angkatan Darat ABRI yang menyatakan bahwa seluruh rakyat adalah Barisan Soekarno.

Karena alasan itulah, pimpinan Angkatan Darat merasa, tidak perlu pembentukan Barisan Soekarno secara fisik.

Pengangkatan Soeharto

ABRI dan Front Pancasila yang mendukung Tritura ingin tiga tuntutan ini menjadi jalan untuk penyelesaian politik.

Front Pancasila lalu diundang Soekarno untuk bertemu wakil-wakil partai, NU, PSII, IPKI, Perti, Partai Katolik, Parkindo, PNI-Asu, Partindo, dan Muhammadiyah pada 10 Maret 1966.

Namun, pertemuan mereka tidak membuahkan hasil karena tidak dipenuhinya tuntutan untuk membubarkan PKI.

Soekarno sempat mengundang menteri Kabinet Dwikora II untuk menggelar sidang terakhir pada 11 Maret 1966. Menteri Kabinet Dwikora II berkumpul di Istana Kepresidenan sejak 10 Maret 1966 pada sore hari lalu menginap di guest house.

Soekarno memimpin langsung jalannya sidang kabinet dan dihadiri oleh Soebandrio, Leimena, dan Chairul Saleh, terkecuali Menteri Panglima Angkatan Darat Mayjen Soeharto.

Pada saat itu, Soekarno tidak membahas penyelesaian Gerakan 30 September 1965 hingga tuntas karena ada informasi mengenai keamanan presiden.

Soekarno kemudian menerbitkan Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) yang memberikan mandat kepada Soeharto agar mengendalikan kondisi keamanan.

BACA JUGA: Kabinet Gemuk Prabowo, RI Jadi Negara dengan Menteri Terbanyak di Asean

MPRS lalu mengangkat Soeharto sebagai presiden dan memberhentikan Soekarno pada Maret 1967. Kabinet Dwikora II berakhir setelah kursi presiden diduduki Soeharto yang menandai dimulainya era Orde Baru.

Soeharto mengganti Kabinet Dwikora dengan Ampera I dan II. Anggota Kabinet Ampera I sebanyak 31 orang dan Ampera II sebanyak 24 orang.

 

(Kaje/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Diisukan Gabung Malut United, Gustavo Franca Akui Kontraknya Bersama Persib Hanya Menyisakan Beberapa Bulan ke Depan
Diisukan Gabung Malut United, Gustavo Franca Akui Kontraknya Bersama Persib Hanya Menyisakan Beberapa Bulan ke Depan
Persib Bandung Penuhi Undangan Makan Siang dari Wakil Gubernur Jawa Barat 
Persib Bandung Penuhi Undangan Makan Siang dari Wakil Gubernur Jawa Barat 
Industri Nikel RI Buat Standarisasi Global
Tangkal Kampanye Negatif, Industri Nikel RI Buat Standarisasi Global
Longsor Salawu Tasikmalaya Akibatkan Lima Rumah Rusak Berat, Belasan Lainnya Terancam
Longsor Salawu Tasikmalaya Akibatkan Lima Rumah Rusak Berat, Belasan Lainnya Terancam
Sahrul Gunawan
Gagal Kuliah di UGM Gegara Dilarang Ngekos, Anak Sahrul Gunawan Ngambek!
Berita Lainnya

1

Ini Syarat dan Cara Daftarkan Anak ke Barak Militer

2

Daftar Pajak Isuzu Panther, Semua Tipe Lengkap!

3

JNE Buka Peluang Emas Buat Mahasiswa! Content Competition: Inspirasi Tanpa Batas Ramaikan Universitas Halim Sanusi

4

Daftar Pajak Kijang Diesel, Semua Tipe Lengkap!

5

Link Live Streaming Tottenham vs Manchester United Selain Yalla Shoot di Final Liga Europa 2025
Headline
Banjir-Longsor Akibatkan Jalan dan Listrik di Tasikmalaya Terputus
Banjir-Longsor Akibatkan Jalan dan Listrik di Tasikmalaya Terputus
Ribuan Bobotoh Ramaikan Masak Besar Bobon Santoso, Batagor Khas Bandung Jadi Hidangan Andalan 
Ribuan Bobotoh Ramaikan Masak Besar Bobon Santoso, Batagor Khas Bandung Jadi Hidangan Andalan 
Sapi kurban Prabowo - Instagram Dispernakan Bandung Barat
2 Sapi Limosin Raksasa Asal Bandung Barat Lolos Seleksi Kurban Presiden Prabowo
Anggaran Pendidikan 2026 Tembus Rp 761 Triliun
Fantastis! Anggaran Pendidikan 2026 Tembus Rp 761 Triliun

Dapatkan fitur lebih lengkap di aplikasi Teropong Media.