Ronggeng Ketuk, Kesenian Khas Indramayu di Ambang Kepunahan

Ronggeng Ketuk Indramayu
Ronggeng Ketuk Indramayu (Instagram @igun_gunawan69)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Ronggeng Ketuk merupakan seni tari tradisional yang berkembang di Indramayu, Jawa Barat, yang berada di ambang kepunahan.

Tari ronggeng ketuk merupakan tarian yang ditampilkan berpasangan dan sejenis dengan tarian ketuk tilu khas Jawa Barat.

Mengutip laman ISI Yogyakarta, ronggeng ketuk adalah tarian yang dikembangkan oleh masyarakat desa Lelea, Indramayu. Tarian ini merupakan salah satu dari rangkaian tradisi dari upacara ngarot.

Upacara ngarot merupakan sebuah acara tahunan yang diadakan pada musim penghujan datang yakni antara bulan Oktober-November.

Ronggeng ketuk memiliki arti yaitu, ronggeng adalah seorang penari yang bisa menyanyi, sedangkan ketuk sendiri merupakan kaitan dari nama salah satu instrument yang mengiringi tarian tersebut atau biasa disebut cemplon.

Upacara Ngarot

Mengkutip dari Ejurnal, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Nurfadilah dalam penelitian yang berjudul “Eksistensi Kesenian Tari Ronggeng Ketuk Dalam Upacara Adat Ngarot di Desa Lelea Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu”, upacara ngarot adalah upacara adat khas Indramayu yang dilaksanakan oleh masyarakat petani.

Ngarot sendiri merupakan kata yang berasal dari bahasa sansekerta yang artinya membersihkan diri dari segala noda dan dosa akibat dari kesalahan perilaku atau kesalahan masa lalu.

Ronggeng Ketuk Indramayu memiliki arti dalam upacara ngarot, yaitu ketika tarian ini dimainkan masyarakat dengan harapan membawa kesuburan.

Dalam upacara ini masyarakat mengajak para pemuda juga untuk berperan aktif dalam memajukan pertanian.

Selain ronggeng ketuk dalam upacara ngarok juga memiliki acara arak-arakan, kegiatan ini dimulai dari alun-alun desa lalu berjalan sepanjang jalan desa dan kembali lagi ke alun-alun desa.

Prosesi seserahan juga dilakukan dalam tradisi ini, dimana penyerahan benih padi oleh kepala desa kepada laki-laki bujang. Sedangkan penyerahan kendi yang berisi air putih diberikan oleh isti kepala desa kepada perempuan.

Pada penghujung acara, masyarakat melakukan pesta pertunjukan yang diisi dengan pertunjukan tari ronggeng ketuk.

BACA JUGA

Ronggeng Gunung Pangandaran: Dari Ritual Sakral Menjadi Seni Pertunjukan yang Memikat

Festival Seni Budaya Tanimbar di Lamdesar Timur

Eksistensi Ronggeng Ketuk

Ronggeng ketuk sekarang menghadapi banyaknya tantangan dalam pelestariannta, hal tersebut di dasari dengan beberapa faktor meliputi :

1. Perubahan Selera Masyarakat

Seiring dengan perubahan zaman, generasi muda saat ini cenderung lebih tertatik pada hiburan modern seperti musik dangdut dan organ tuggal.

2. Minimnya Regenerasi Seniman

Generasi muda saat ini cenderung kurang berminat dalam mempelejari dan melestarikan seni tradisional yang mengakibatkan kurangnya penerus dalam mempertahankan suatu budaya.

3. Kurangnya Dukungan Pemerintah dan Masyarakat

Minimnya perhatian dan dukungan dari pemerintah serta masyarakat dalam bentuk pendanaan, promosi hingga fasilitas ruang pertunjukan. Hal tersebut dapat menghambat perkembangan dan pelestarian sebuah budaya.

4. Persaingan dengan Hiburan Modern

Masyarakat lebih meminati pertunjukan pertunjukan yang bersifat modern seperti dangdut dan tari-tari modern. Ditambah dengan banyak masuknya budaya asing yang bermacam-macam dan dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat.

Dengan hal itu kita juga perlu memikirkan agar sebuah budaya atau tradisi tetap bisa terjaga dan dilestaratika, berikut upaya yang bida dilakukan dalam mencegah punahnya suatu budaya :

1. Mengadakan pelatihan atau workshop seni tradisional.
2. Memanfaatkan media sosial untuk mengenalkan sebuah budaya atau tradisi tradisional.
3. Mengemas pertunjukan lebih modern tanpa menghilangkan nilai serta konsep dari budaya tersebut.
4. Meninggkatkan promosi melalui media, acara budaya dan pariwisata.
5. Memanfaatkan teknoligi dan media digital dengan membuat konten edukasi tentang seni tradisional.

Hal-hal tersebut dapat dilakukan oleh siapapun terutama generasi muda demi dapat terus menjaga seni dan budaya tradisional kita.

 

(Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

mengobati gigitan tomcat-1
Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Gigitan tomcat dapat menyebabkan kulit melepuh dan reaksi alergi pada...

2

Prediksi Skor Bodo/Glimt vs Inter UCL 2025/2026
Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pertandingan leg kedua babak 16 besar UEFA Champions League akan mempertemukan...

3

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian...

4

Woodyland Eatery Bandung
Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!
BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Woodyland Eatery merupakan salah satu kafe baru yang ada di Bandung....

5

Wisata Studio Gamplong
Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Studio Alam Gamplong atau banyak yang mengenalnya dengan sebutan Studio...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...