BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID – Pelatih timnas Portugal, Roberto Martinez, memberikan apresiasi tinggi terhadap mentalitas para pemainnya setelah berhasil membalikkan keadaan untuk menyingkirkan Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Menurut Martinez, kemenangan dramatis tersebut menunjukkan karakter kuat Selecao das Quinas ketika berada dalam tekanan.
Portugal memastikan langkah ke babak 16 besar setelah menundukkan Kroasia dengan skor 2-1 di Toronto Stadium, Jumat (3/7/2026) pagi WIB. Cristiano Ronaldo menyamakan kedudukan lewat titik penalti sebelum Goncalo Ramos menjadi pahlawan melalui gol kemenangan pada masa injury time.
Meski sempat tertinggal pada babak kedua, Martinez menilai anak asuhnya sebenarnya tampil sangat dominan sejak awal pertandingan. Ia menyebut Portugal berhasil mengontrol permainan dan meredam kekuatan utama Kroasia dalam penguasaan bola, meski belum mampu mengubah peluang menjadi gol.
“Babak pertama sangat bagus, baik secara teknik maupun taktik. Kami mengendalikan pertandingan. Kami hanya kurang mencetak gol. Kami mampu meniadakan salah satu kekuatan terbaik Kroasia, yaitu menguasai bola,” ujar Martinez.
Namun situasi berubah setelah turun minum. Kroasia sukses mencetak gol lebih dulu dan membuat pertandingan berjalan sesuai keinginan mereka. Meski demikian, Martinez menilai Portugal tetap mampu menjaga ketenangan hingga akhirnya membalikkan keadaan.
“Babak kedua benar-benar berbeda. Pertandingan menjadi lebih terbuka dan mereka sedikit lebih banyak menguasai bola. Ketika kami kebobolan, sangat mudah bagi Kroasia untuk menguasai pertandingan. Setelah babak pertama seperti itu, situasinya menjadi berbalik melawan kami,” jelasnya.
Salah satu keputusan penting Martinez adalah melakukan empat pergantian pemain sekaligus setelah pertandingan melewati satu jam. Langkah tersebut terbukti efektif karena para pemain pengganti mampu mengubah jalannya laga, termasuk Goncalo Ramos yang mencetak gol kemenangan dan Ruben Neves yang memberi keseimbangan di lini tengah.
Martinez menegaskan kedalaman skuad menjadi salah satu kekuatan Portugal sepanjang turnamen.
“Kami memanfaatkan para pemain yang kami miliki, seperti Goncalo Ramos dan Ruben Neves saat masuk ke lapangan. Kami melihat para pemain cadangan memberikan kontribusi besar. Kami harus memulai pertandingan dengan baik dan mengakhirinya dengan lebih baik lagi,” katanya.
Meski Portugal kini melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi Spanyol, Martinez menolak menganggap timnya sebagai favorit. Ia menilai fase gugur Piala Dunia selalu ditentukan oleh momen-momen kecil sehingga setiap pertandingan memiliki tingkat kesulitan yang sama.
“Kalau melihat semua pertandingan babak 32 besar, hanya Prancis yang benar-benar superior. Selebihnya, pertandingan ditentukan oleh detail-detail kecil. Laga melawan Spanyol juga akan seperti itu,” tegas pelatih asal Spanyol tersebut.
Selain memuji penampilan timnya, Martinez juga mengungkapkan kekagumannya terhadap atmosfer Toronto Stadium yang menjadi lokasi pertandingan. Menurutnya, suasana stadion mengingatkannya pada atmosfer sepak bola Inggris dan layak menjadi salah satu venue utama Piala Dunia.
“Fasilitasnya luar biasa, mengingatkan saya pada atmosfer Premier League zaman dulu. Lapangannya juga sangat bagus. Sayang sekali tidak ada lebih banyak pertandingan yang dimainkan di Toronto,” tutup Martinez.











