JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Björk merayakan ulang tahunnya yang ke-60 dengan cara yang tidak biasa. musisi asal Islandia itu membagikan perkembangan terbaru soal perjuangannya melawan industri budidaya salmon di Islandia.
Melalui unggahan Instagram, ia menjelaskan bagaimana pendapatan dari lagu “Oral”, kolaborasinya bersama Rosalía dan Sega Bodega, telah digunakan untuk mendanai sejumlah gugatan lingkungan selama dua tahun terakhir.
Lagu “Oral” dirilis pada 2023 dengan seluruh hasil pendapatan disumbangkan untuk membantu warga Seyðisfjörður yang menolak kehadiran keramba salmon milik perusahaan asing. Saat itu, Björk menyebut industri tersebut merusak ekosistem laut dan menyiksa hewan.
“Pendapatan lagu ini dipakai untuk membantu Islandia agar tidak tenggelam dalam industri perikanan yang merusak,” tulis Björk dalam unggahan terbarunya, dikutip Kamis (27/11/2025).
Empat Gugatan Hukum Didanai dari Lagu “Oral”
Dalam perayaannya, Björk menyebut bahwa dukungan publik membuat timnya mampu bergerak lebih jauh. Ia mengungkap, ada empat gugatan yang kini sedang berjalan.
Gugatan pertama berasal dari warga Seyðisfjörður yang menolak izin pembangunan keramba salmon di wilayah fjord. Gugatan berikutnya menyangkut rencana tata ruang laut di area yang sama.
Dua gugatan lainnya terkait kasus kaburnya ikan salmon dari keramba di kawasan Westfjord serta upaya menghentikan proyek peternakan ikan di Sandeyri.
Menurut Björk, keempat kasus ini memiliki tujuan sama, yaitu melindungi laut Islandia.
“Kami berusaha menciptakan aturan hukum baru untuk menjaga alam,” tulis Bjork.
Ultimatum Baru kepada Pemerintah Islandia
Pada 21 November 2025 bertepatan dengan hari ulang tahunnya, Björk mengungkap bahwa timnya baru saja mengajukan gugatan baru.
Ia menyebut gugatan itu secara langsung “memanggil negara Islandia”.
“Tetap ikuti perkembangan kasus ini. Pemilik lahannya tidak akan menyerah, dan kami juga tidak,” katanya.
Björk berharap langkah hukum ini bisa menjadi contoh bagi negara lain dalam melindungi lingkungan.
Ia juga ingin perjuangan ini membantu pencapaian target dunia untuk melindungi 30 persen wilayah darat dan laut pada 2030.
Harapan Bjork pada Generasi Muda
Sebelumnya, Björk telah mengungkap kekagumannya pada anak muda yang aktif dalam isu perubahan iklim. Ia merasa optimistis ketika melihat kesadaran lingkungan di kalangan generasi baru.
Dalam wawancara terdahulu, ia berkata, “Gen Z sangat radikal, dan saya lega lingkungan menjadi prioritas mereka.”
Di sela perjuangan lingkungan, Björk tak berhenti berkarya. Ia kembali berkolaborasi dengan Rosalía dan Yves Tumor lewat single “Berghain”, bagian dari album terbaru Rosalía. Lagu itu mengambil inspirasi dari klub techno ikonik Berlin dan menampilkan lirik dalam tiga bahasa.
Björk mengaku bangga terlibat dalam proyek tersebut.
“Saya sangat terhormat ikut di lagu ini. Konsepnya begitu kuat,” tulisnya di media sosial.
(Dist)

