BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan aksi seseorang diduga sengaja menabrakan diri ke mobil yang sedang melaju memicu keresahan di kalangan pengguna jalan. Modus kejahatan yang diduga ditujukan untuk pemerasan ini menjadi perhatian serius dari wakil rakyat yang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Agung Yansuan mengomentari kasus viral di media sosial terkait video seorang pria diduga sengaja menabrakan diri ke mobil yang sedang melaju di jalan raya.
Fenomena yang disebut-sebut sebagai modus baru penipuan jalanan ini memiliki pola yang terstruktur. Setelah pelaku sengaja menabrakan diri, korban kemudian akan diteror atau dimintai sejumlah uang dengan dalih biaya pengobatan atau ganti rugi.
Menurutnya, para pengguna jalan harus hati-hati ada video dengan modus terbaru ada orang menabrakan diri ke mobil yang sedang berjalan.
“Biasanya setelah itu terjadi pemerasan. Hati-hati dengan hal tersebut,” ujarnya dalam akun instagram @agung.yansusan, Kamis (29/1/2026).
Kasus yang kini menjadi viral tersebut dilaporkan terjadi di Jakarta, namun kekhawatiran muncul bahwa modus serupa dapat menyebar ke wilayah lain termasuk Jawa Barat. Ketidaksiapan pengendara dalam menghadapi situasi seperti ini dapat membuat mereka menjadi korban pemerasan yang merugikan.
Dia menjelaskan modus tersebut terjadi di Jakarta dan diharapkan tidak terjadi serupa di Jawa Barat.
Mengantisipasi perkembangan modus kejahatan ini, anggota Komisi II DPRD Jabar tersebut memberikan sejumlah langkah pencegahan praktis yang dapat dilakukan oleh para pengendara. Salah satu yang paling penting adalah memasang kamera pengaman (dashcam) pada kendaraan sebagai alat bukti jika terjadi insiden yang tidak diinginkan.
Karena itu, anggota Komisi II DPRD Jabar ini mengimbau kepada para pengendara untuk memasang kamera dan berdoa sebelum berkendara.
“Jangan sampai jadi korban modus tabrak diri. Selalu fokus dan pasang Camera untuk menjaga kita dari fitnah dan bukti berkendara saat di jalan,” katanya.
Imbauan ini bukan tanpa alasan. Keberadaan rekaman video dari kamera kendaraan dapat menjadi bukti kuat jika terjadi klaim palsu atau upaya pemerasan. Tanpa bukti visual, pengendara akan kesulitan membuktikan bahwa insiden yang terjadi adalah hasil rekayasa atau kesengajaan dari pihak lain.
Dalam upaya menggali informasi lebih lanjut seputar modus ini, legislator tersebut juga mengajak partisipasi publik untuk berbagi pengalaman jika pernah menemui kejadian serupa di jalanan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan terus berevolusi dengan modus-modus baru yang memanfaatkan kelengahan masyarakat. Kewaspadaan, kehati-hatian, dan persiapan dengan peralatan pendukung seperti dashcam menjadi kebutuhan mendesak bagi setiap pengguna jalan raya di era modern ini.