BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Tomcat pernah menjadi wabah di Indonesia pada tahun 2012, terutama di wilayah Jawa Timur. Binatang ini adalah serangga beracun yang mirip kumbang, terkenal dengan tubuhnya yang menyerupai semut dengan warna oranye dan hitam.
Berbeda dengan semut, tubuh tomcat sering dianggap mirip belalang tempur. Tomcat sering ditemukan di saluran air, namun saat musim hujan, mereka berpindah ke tempat yang lebih kering, sehingga penting bagi Bunda untuk waspada.
Racun tomcat terkenal sebagai hemolim atau pederin, yang disebut-sebut 12 kali lebih kuat dari gigitan ular berbisa. Gigitan tomcat dapat menyebabkan reaksi kulit seperti iritasi, kemerahan, hingga sensasi terbakar.
Pertolongan Pertama untuk Gigitan Tomcat
1. Mengeluarkan Racun dengan Benda Bertepi
Jika melihat penyengat atau racun masih tertanam di kulit, gunakan benda bertepi seperti kartu kredit atau KTP untuk menggoresnya perlahan dan mengeluarkan racun tersebut. Hindari menggunakan pinset karena dapat menyebarkan racun lebih dalam ke kulit.
2. Membersihkan Area Gigitan
Setelah racun keluar, segera bersihkan area gigitan dengan sabun dan air. Ini bertujuan untuk mengurangi jumlah racun yang masuk ke dalam tubuh dan mencegah infeksi.
3. Kompres Dingin
Tempatkan kompres dingin atau es di area gigitan selama sekitar 10 menit untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Bungkus es atau kantong es dengan kain bersih untuk melindungi kulit.
4. Mengoleskan Lotion
Oleskan lotion yang mengandung calamine atau pasta baking soda dan air ke area gigitan beberapa kali sehari. Lotion calamine adalah krim antihistamin yang dapat meredakan gejala gigitan serangga, termasuk tomcat. Krim aloe vera juga dapat membantu mengatasi iritasi.
BACA JUGA: Hampir Mirip, Ini Perbedaan Gejala Herpes dan Gigitan Tomcat
Menghindari Gigitan Tomcat
- Pastikan lingkungan sekitar rumah bersih dari genangan air dan tempat lembap yang dapat menjadi sarang tomcat. Selalu tutup rapat tempat sampah dan hindari menumpuk barang-barang yang tidak perlu di dalam rumah.
- Gunakan penghalau serangga pada area yang sering tomcat kunjungi, terutama saat musim hujan. Ini dapat membantu mencegah tomcat masuk ke dalam rumah.
- Saat beraktivitas di luar rumah, terutama di area yang berpotensi menjadi sarang tomcat, gunakan pakaian pelindung seperti lengan panjang dan celana panjang. Ini dapat mengurangi risiko gigitan tomcat.
(Kaje/Budis)