BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Tari kuda lumping, salah satu kesenian tradisional Indonesia, telah menjadi warisan budaya Jawa yang kaya dan menarik.
Meskipun kini lebih banyak ditampilkan sebagai hiburan, tari kuda lumping memiliki sejarah panjang dan makna yang mendalam.
Tari kuda lumping berasal dari Pulau Jawa, tepatnya Jawa Tengah. Awalnya, tari ini muncul di pedesaan dan erat kaitannya dengan upacara-upacara mengusir roh jahat. Sesuai namanya, tari kuda lumping atau jaran kepang menampilkan sekelompok prajurit yang tengah menunggang kuda tiruan.
Tari kuda lumping biasanya menampilkan atraksi magis, seperti memakan beling, kekebalan tubuh terhadap deraan pecut, dan kesurupan. Atraksi-atraksi ini menunjukkan kekuatan magis dan mistis yang melekat dengan tari ini.
Makna Tari Kuda Lumping
Makna tari kuda lumping sendiri beragam, antara lain:
- Media Perlawanan: Tari kuda lumping dianggap sebagai media perlawanan rakyat terhadap penguasa yang bertindak semena-mena. Kuda, sebagai simbol kekuatan dan kekuasaan, menjadi simbol perlawanan bagi rakyat kelas bawah.
- Media Dakwah: Para ulama juga memanfaatkan tari kuda lumping sebagai media dakwah karena pertunjukan ini murah dan digemari masyarakat berbagai kalangan.
Jenis Tari Kuda Lumping
Tari kuda lumping memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan daerah asal, seperti:
- Jaranan Thek Ponorogo
- Jaranan Sentherewe Tulungagung
- Jaranan Turonggo Yakso Trenggalek
- Jaranan Buto Banyuwangi
- Jaranan Dor Jombang
- Jaranan Sang Hyang Bali
- Jaranan Diponegoro Yogyakarta
- Jaranan Hamengkubuwono Yogyakarta
Properti Tari Kuda Lumping:
Tari kuda lumping menggunakan berbagai properti, antara lain:
- Anyaman Kuda: Terbuat dari bambu atau plastik.
- Baju Atasan: Kemeja putih lengan panjang, rompi, dan apok berwarna cerah.
- Kaos Kaki Panjang: Disesuaikan dengan warna atasan.
- Gelang Hias: Untuk penari wanita.
- Sesumping: Hiasan telinga mirip yang dipakai pemain wayang orang.
- Apok: Atasan yang dikenakan setelah rompi.
- Rompi: Dikenakan oleh penari wanita dengan motif dan corak yang beragam.
- Cambuk: Cambuk palsu atau asli yang digunakan dalam pertunjukan magis.
- Parang Imitasi: Simbol senjata yang menggambarkan perlawanan.
- Aksesoris: Tutup kepala, sabuk hias, selendang, kacamata hitam, ikat kepala.
BACA JUGA : Mengenal Ketuk Tilu Tarian Sunda Buhun yang Penuh Makna
Alat Musik Pengiring:
Alat musik pengiring tari kuda lumping meliputi:
- Gamelan berlaras slendro dan pelog.
- Demung
- Saron
- Bende
- Angklung
- Kendang
- Kempul
- Gong suwukan
- Instrumen tambahan seperti keyboard, snare drum, dan bass drum.
Tari kuda lumping merupakan warisan budaya Jawa yang kaya dan menawan. Kesenian ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menyimpan makna filosofis dan sejarah yang mendalam.
Melalui tari kuda lumping, kita dapat melihat bagaimana masyarakat Jawa mengekspresikan budaya, kepercayaan, dan nilai-nilai luhurnya.
(Hafidah Rismayanti/Budis)