BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Kolaborasi antara dunia akademik dan layanan kesehatan kembali menghasilkan inovasi di bidang keperawatan. Mahasiswa Program Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) bersama tenaga klinik dan dosen berhasil mengembangkan terapi kombinasi aromaterapi lavender dan latihan napas dalam terbimbing (Guided Deep Breathing) yang terbukti efektif menurunkan kecemasan dan nyeri pasien dengan efek samping minimal.
Terapi tersebut dikembangkan oleh Zuniati, mahasiswa Spesialis Medikal Bedah Unimus, melalui kerja sama dengan pembimbing klinik RSUP Dr. Kariadi Semarang, Enggar Purnaningsih, serta dosen Spesialis Keperawatan Medikal Bedah Unimus, Prima Trisna Aji.
Diterapkan Langsung di RSUP Dr. Kariadi
Terapi kombinasi ini telah diterapkan secara langsung pada pasien di RSUP Dr. Kariadi Semarang sebagai bagian dari intervensi keperawatan nonfarmakologis. Pelaksanaannya dilakukan secara terstruktur melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mengintegrasikan inhalasi aromaterapi lavender dengan latihan napas dalam terbimbing, sehingga mudah diaplikasikan oleh perawat di ruang perawatan.
Zuniati menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan implementasi terapi tersebut.
“Saya bersyukur dapat mengimplementasikan terapi ini dengan baik pada pasien. Selama pelaksanaan, terlihat adanya penurunan kecemasan dan nyeri, serta pasien tampak lebih rileks,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Unimus, Kamis (22/1/2026).
Pembimbing klinik RSUP Dr. Kariadi, Enggar Purnaningsih, menilai terapi ini memberikan manfaat nyata dalam praktik keperawatan sehari-hari.
“Terapi kombinasi ini efektif membantu menurunkan kecemasan dan nyeri pasien. Selain itu, intervensinya aman, sederhana, dan mudah dilakukan oleh perawat,” jelasnya.
Dukung Pendekatan Keperawatan Holistik
Dosen Spesialis Medikal Bedah Unimus, Prima Trisna Aji, menegaskan bahwa terapi ini merupakan inovasi penting dalam pengembangan praktik keperawatan berbasis bukti.
“Ini adalah terapi kombinasi nonfarmakologis yang efektif dengan minim efek samping. Pendekatan ini mendukung keperawatan holistik karena mampu menangani aspek fisik dan psikologis pasien secara bersamaan,” katanya, Rabu (21/1).
Menurutnya, integrasi dua intervensi relaksasi dalam satu SOP terstandar menjadi keunggulan utama terapi ini karena memungkinkan penerapan yang konsisten serta mudah direplikasi di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Baca Juga:
SMARISH FEST 2025: Inovasi Mahasiswa UNNES Hadirkan Belajar Seru di Malaysia
Resmi Tercatat sebagai HKI
Sebagai bentuk pengakuan atas kebaruan dan orisinalitas metode, terapi kombinasi aromaterapi lavender dan Guided Deep Breathing ini telah resmi tercatat sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.
Pencatatan HKI tersebut menegaskan bahwa inovasi ini tidak hanya berbasis praktik klinis, tetapi juga memiliki landasan akademik dan hukum yang kuat untuk dikembangkan lebih lanjut.
Dengan keberhasilan implementasi di RSUP Dr. Kariadi Semarang, terapi ini diharapkan dapat menjadi alternatif intervensi keperawatan nonfarmakologis yang aman, efektif, dan mudah diadopsi oleh rumah sakit di berbagai daerah di Indonesia.
