Lama Tak Ada Tanggapan, Dugaan Pelecehan Mahasiswi UBL Kini Dilaporkan ke Polisi

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Kasus dugaan pelecehan yang dialami seorang mahasiswi Universitas Budi Luhur (UBL) kembali mencuat. Setelah lama tak mendapat tanggapan yang jelas, korban akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya, Rabu (15/4/2026).

Pada unggahan Instagram resminya, Kamis (5/3/2026). Korban ternyata sudah pernah mengungkapkan bahwa dirinya telah di lecehkan oleh dosen UBL. Namun kasus ini tidak mencuat di publik, apalagi pihak kampus. Pada saat kasus UI mulai naik, satu demi satu kasus mulai terangkat. Salah satunya kasus mahasiswi UBL ini.

Mahasiswi berinisial A mengaku telah dilecehkan secara verbal dan non-verbal oleh dosen berinisial Y(48). Korban juga menyatakan bahwa bukan hanya dirinya yang dilecehkan, tapi terdapat dua korban lain dengan pola kejadian yang serupa.

Korban juga sudah melaporkan kepada pihak kampus, pelaku juga terbukti melakukan pelecehan verbal dan non-verbal. Namun pelaku hanya dinonaktifkan sementara dari jabatan akademis dan tetap menerima gaji.

Baca Juga:

UI Janji Transparan Tangani Kasus 16 Mahasiswa FH Terkait Pelecehan

Lirik Lagu HMT ITB Dinilai Lecehkan Perempuan, Lagu Lama ‘Erika’ Dianggap Humor Kampus

Hal lain yang mengusik korban adalah penyataan “Kan manusia juga bertobat ya,pak” pada postingan Instagram korban, Kamis (5/3/2026). Pada surat keputusan yang disampaikan kepada korban.

Pihak kampus memberikan penjelasan bahwa akan dilakukan evaluasi selama enam bulan untuk melihat apakah pelaku benar benar berubah. Jika dianggap “bertobat”, pelaku dapat kembali. Namun jika di kemudian hari muncul korban baru, barulah akan diproses kembali. Sangatlah miris.

Laporan resmi korban kini telah masuk ke Polda Metro Jaya dan sedang dalam proses penanganan lebih lanjut. Pihak kepolisian memastikan laporan ini akan ditangani sesuai mekanisme hukum yang berlaku, secara profesional, objektif, dan transparan. Proses penanganannya juga akan mengacu pada alat bukti yang ada serta ketentuan hukum yang berlaku.

Setelah melaporkan, penbincangan di media sosial juga semakin ramai. Banyak warganet yang mendukung Langkah korban karena akhirnya berani membawa kasus ini ke jalur hukum. Mereka menilai, meskipun sudah lama terjadi, Upaya mencari keadilan tetap penting.

“Kerennnn 👏 Sudah berani bersuara 👏 Selama ini korban kebanyakan diam karena malu dan takut 😢 Kalian tidak melakukan kesalahan apapun! Speak up ❤️” tulis @t***p,Rabu (15/4/2026) “Teruntuk para korban, keren sekali sudah berani speak up. Semoga pelakunya mendapatkan ganjaran yang setimpal dan jera! “Please focus pada individunya bukan pada lembaga pendidikannya🙏🏼” tulis @wa gaess, yang pernah merasakan ini bukan aib ya, harus brani speak up agar ditindaklanjutin dan tidak ada korban lag, pelaku juga pastinya mikir2 lagi mau bertindak, semangat girlss❤️🙌” tulis @_a

Kasus ini kembali jadi sorotan karena dianggap mencerminkan bagaimana penanganan dugaan pelecehan di lingkungan kampus masih sering tidak maksimal. Yang awalnya tidak direspon, tidak jelas, akhirnya justru melebar kemana mana. Dan ketika sudah masuk ranah hukum, baru semua pihak mulai bergerak.

Yang terlihat sekarang mungkin hanya ujungnya saja. Sementara proses yang dialami korban sebelumnya sangat Panjang dan tentunya tidak mudah.

Lama Tak Ada Tanggapan, Dugaan Pelecehan Mahasiswi UBL Kini Dilaporkan ke Polisi
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Kasus dugaan pelecehan yang dialami seorang mahasiswi Universitas Budi Luhur (UBL) Kembali mencuat. Setelah lama tak mendapat tanggapan yang jelas, korban akhirnya melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya, Rabu (15/4/2026).

Pada unggahan Instagram resminya, Kamis (5/3/2026). Korban ternyata sudah pernah mengungkapkan bahwa dirinya telah di lecehkan oleh dosen UBL. Namun kasus ini tidak mencuat di publik, apalagi pihak kampus. Pada saat kasus UI mulai naik, satu demi satu kasus mulai terangkat. Salah satunya kasus mahasiswi UBL ini.

Mahasiswi berinisial A mengaku telah dilecehkan secara verbal dan non-verbal oleh dosen berinisial Y(48). Korban juga menyatakan bahwa bukan hanya dirinya yang dilecehkan, tapi terdapat dua korban lain dengan pola kejadian yang serupa.
Korban juga sudah melaporkan kepada pihak kampus, pelaku juga terbukti melakukan pelecehan verbal dan non-verbal. Namun pelaku hanya di nonaktifkan sementara dari jabatan akademis dan tetap menerima gaji. Hal lain yang mengusik korban adalah penyataan “Kan manusia juga bertobat ya,pak” pada postingan Instagram korban, Kamis (5/3/2026). P]ada surat keputusan yang disampaikan kepada korban.

Pihak kampus memberikan penjelasan bahwa akan dilakukan evaluasi selama enam bulan untuk melihat apakah pelaku benar benar berubah. Jika dianggap “bertobat”, pelaku dapat kembali. Namun jika di kemudian hari muncul korban baru, barulah akan diproses kembali. Sangatlah miris.

Laporan resmi korban kini telah masuk ke Polda Metro Jaya dan sedang dalam proses penanganan lebih lanjut. Pihak kepolisian memastikan laporan ini akan ditangani sesuai mekanisme hukum yang berlaku, secara profesional, objektif, dan transparan. Proses penanganannya juga akan mengacu pada alat bukti yang ada serta ketentuan hukum yang berlaku.

Setelah melaporkan, penbincangan di media sosial juga semakin ramai. Banyak warganet yang mendukung Langkah korban karena akhirnya berani membawa kasus ini ke jalur hukum. Mereka menilai, meskipun sudah lama terjadi, Upaya mencari keadilan tetap penting.

“Kerennnn 👏 Sudah berani bersuara 👏 Selama ini korban kebanyakan diam karena malu dan takut 😢 Kalian tidak melakukan kesalahan apapun! Speak up ❤️” tulis @t***p,Rabu (15/4/2026) “Teruntuk para korban, keren sekali sudah berani speak up. Semoga pelakunya mendapatkan ganjaran yang setimpal dan jera! “Please focus pada individunya bukan pada lembaga pendidikannya🙏🏼” tulis @wa gaess, yang pernah merasakan ini bukan aib ya, harus brani speak up agar ditindaklanjutin dan tidak ada korban lag, pelaku juga pastinya mikir2 lagi mau bertindak, semangat girlss❤️🙌” tulis @_a

Kasus ini kembali jadi sorotan karena dianggap mencerminkan bagaimana penanganan dugaan pelecehan di lingkungan kampus masih sering tidak maksimal. Yang awalnya tidak direspon, tidak jelas, akhirnya justru melebar kemana mana. Dan ketika sudah masuk ranah hukum, baru semua pihak mulai bergerak.

Yang terlihat sekarang mungkin hanya ujungnya saja. Sementara proses yang dialami korban sebelumnya sangat Panjang dan tentunya tidak mudah.

(Magang Unpas / Putri Diva Cahya Satriani)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

AC Milan
AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — AC Milan berhasil kalahkan Como dengan skor 2-1 dalam pertandingan...

2

Pria gangguan kejiwaan gantung diri
–=DP[AOJ)(55)—dPD [45]

3

penembakan Donald Trump-1
Siapa Thomas Matthew Crooks Penembak Donald Trump? Terdaftar Pemilih Partai Republik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Sosok Thomas Matthew Crooks saat ini jadi sorotan usai pihak berwenang...

4

Wisata Studio Gamplong
Studio Alam Gamplong, Destinasi Perfilman Favorit di Sleman
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Studio Alam Gamplong atau banyak yang mengenalnya dengan sebutan Studio...

5

Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dua nama besar di dunia hiburan, Titi DJ dan Thomas Djorghi, resmi...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...