Raditya Dika dan Dani B Buka-bukaan: Jadi Diri Sendiri Adalah Kunci di Era Digital

Raditya Dika dan Dani B Buka-bukaan: Jadi Diri Sendiri Adalah Kunci di Era Digital
Raditya Dika dan Dani B Buka-bukaan: Jadi Diri Sendiri Adalah Kunci di Era Digital (Source, Youtube/Raditya Dika)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID –- Dalam sebuah perbincangan di podcast terbarunya, komedian sekaligus penulis Raditya Dika berbicara mendalam dengan stand-up komedian Dani B mengenai esensi penting menjadi diri sendiri di tengah era media sosial dan industri hiburan yang semakin padat.

Radit membongkar pengalaman pribadi dan filosofi yang membentuknya sebagai salah satu figur publik yang paling dikenal di Indonesia.

Dari Nongkrong ke Nilai Hidup

Podcast dibuka dengan cerita ringan soal kebiasaan nongkrong dan perubahan hidup setelah tidak lagi sibuk Kerja. Radit menceritakan bagaimana ia akhirnya bisa menikmati waktu weekend nya, sesuatu yang sebelumnya jarang ia rasakan karena padatnya jadwal pertunjukan.

Dalam satu kesempatan, ia akhirnya ikut hadir di pertemuan komunitas penulis yang disebut APES (Asosiasi Penulis Sejahtera) di rumah Dewi Lestari.

“Gua bilang, ‘Kayaknya bisa nih Mbak, tapi cuma sejam,’” ucap Radit.

Ia mengungkapkan mengobrol dan bertukar cerita salayaknya manusia normal itu menyenangkan.

Momen yang tampak sederhana itu membawa Radit dan Dani ke percakapan yang jauh lebih dalam, bagaimana seseorang bisa benar-benar dikenal dan dihargai karena menjadi dirinya sendiri, bukan karena mengikuti tren atau menyamakan diri dengan orang lain.

Dalam pembahasan soal karier sebagai komika, Dani bertanya bagaimana Radit bisa terus mempertahankan jumlah penonton yang besar meskipun jarang memposting konten stand-up nya. Radit menjawab.

“Yang datang ke show gua itu nggak semua karena stand-up nya. Mereka datang karena mereka ingin lihat Raditya Dika itu kayak gimana aslinya,” ujar Radit.

Baca Juga:

Ini Deretan Film Adaptasi Podcast yang Wajib Ditonton!

Bongkar Aib Mantan di Podcast, Uya Kuya dan Akash Terancam Penjara?

Ia menambahkan, bahwa orang datang karena merasa relate dengan dirinya, bukan karena ia berusaha menjadi seperti komika lain.

“Lu harus jadi diri lu sendiri. Karena kalau lu ikut-ikutan, lu cuma akan jadi salah satu dari ribuan muka yang sama di sosmed.” ungkapnya

Era Kesukuan: Membangun “Tribe”

Salah satu poin paling kuat dalam podcast ini adalah konsep “kesukuan” atau tribalisme digital, gagasan bahwa orang kini berkumpul dan mendukung figur publik karena merasa nilai-nilai pribadi mereka sejalan.

“Gua ini orangnya introvert, nggak suka keramaian. Nah, orang-orang yang juga kayak gua ngerasa ‘Oh, Raditya Dika itu suku gue.’ Maka mereka stay dan dukung gua,” jelas Radit.

Dani menyambut konsep ini dengan perasaan bingung. Di satu sisi, ia ingin membangun karakter dan nilai personal yang bisa menempel di benak penonton. Tapi di sisi lain, ia merasa kesulitan menemukan “nilai hidup” yang benar-benar mewakili dirinya.

Radit kemudian memandu Dani untuk menggali nilai-nilai hidup yang selama ini membentuk dirinya, dari hal kecil seperti suka menulis rapi hingga rasa tidak nyaman terhadap ketidakpastian.

“Lu harus nemuin di bagian mana lu yakin, tapi orang lain melihatnya salah. Di situlah lu bisa mulai membentuk identitas,” ujar Radit. Ia lalu memberi contoh kepada Dani mengenai konsep yang ia sampaikan.“Gua ini orang yang nggak suka ketidakpastian. Bahkan ke Bandung aja, H-1 gua udah ngecek Google Maps. Gua kesal kalau tiba-tiba ada rute baru yang dikasih tahu, karena itu di luar rencana gua,”ungkapnya.

Membangun nilai hidup bukanlah soal menunjukkan kelebihan atau kelemahan, tapi menemukan pola kejujuran yang terus-menerus muncul dalam kehidupan seseorang.

Dani mengakui bahwa ia ingin dikenal sebagai orang yang bermanfaat, namun belum bisa menjelaskan kenapa itu penting baginya. Radit pun membagikan pandangannya.

“Gua ngerasa penting untuk bantu orang karena dulu gua juga dibantu. Kayak Salman Aristo, Rudi Soedjarwo, mereka semua percaya sama gua dulu. Jadi gua merasa, harus ada yang gua tinggalin juga.” Ia melanjutkan,

“Karena itu fairness. Gua dibantu, gua bantu balik. Buat gua itu adil.” ungkapnya lagi.

Satu pesan yang mencuat adalah bahwa menjadi diri sendiri adalah bentuk paling otentik dari diferensiasi di era digital. Di tengah banjirnya konten dan figur publik, kejujuran dan konsistensi akan membangun kepercayaan dan lebih dari itu membangun komunitas yang loyal.

“Karena Dani B cuma satu. Raditya Dika cuma satu. Jadi kenapa kita harus jadi orang lain?” tutup Radit.

Penulis:

Muhammad Amni Fii Imani
Jurusan : Ilmu Komunikasi
Universitas Informatika Dan Bisnis Indonesia (UNIBI)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

christian sugiono
Christian Sugiono Bantah Selingkuh dengan Hana Hanifah
JAKARTA,TM.ID: Aktor Christian Sugiono diterpa kabar kurang sedap belakangan ini. Suami dari aktris Titi...

2

KIM Berpotensi Bubar
Pengamat Sebut Jika Prabowo-Jokowi Pecah Kongsi, KIM Berpotensi Bubar
JAKARTA,TEROPONGMEDIA.ID –Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan lengser dari jabatannya pada 20 Oktober...

3

Beras SPHP
Pemerintah Salurkan 1,3 Juta Ton Beras Murah SPHP Mulai Juli - Desember
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Indonesia resmi melakukan kembali penyaluran beras Program...

4

DLH Malut
DLH Malut Hadirkan Pelaku Usaha dalam Kegiatan Pengawasan Tidak Langsung Terhadap Laporan RKL/RPL
TERNATE, TEROPONGMEDIA.ID –  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku Utara (Malut) menghadirkan...

5

Ketum Golkar Selanjutnya, Luhut: Kita Lihat Nanti!
Luhut Digadangkan Jadi Ketum Golkar Pengganti Airlangga: Kita Lihat Nanti!
JAKARTA, TM.ID: Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi wacana soal dirinya...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...