JAKARTA.TM.ID: Sekretaris Jenderal Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Kaka Suminta mengatakan, peraturan zonasi untuk kampanye terbuka atau rapat umum bagi peserta pemilu belum efektif Karena hingga hari ketiga masa kampanye terbuka, masih ada pasangan calon presiden dan calon presiden dan calon wakil presiden hingga calon legislatif yang menggelar rapat umum tidak sesuai zona.
Kaka menyebutkan, kondisi itu dikhawatirkan mengakibatkan potensi gesekan antar pendukung kandidat yang berbeda.
“Tidak efektif. Kondisi saat ini bisa meningkatkan potensi gesekan antar pendukung. Lokasi kampanye dekat ditambah peserta kampanyenya yang berasal dari berbagai daerah. Makin tinggi potensi gesekkannya,” kata Kaka kepada Teropongmedia.id, Selasa (23/1/2024).
BACA JUGA: Respon Tim Hukum AMIN tentang Rekaman Surya Paloh dan Anies
Kaka menilai, potensi gesekan antar pendukung muncul saat kampanye juga ketika pendukung secara masif pulang ke daerah asal. pertemuan impatian partai berbeda rentan terjadi bentrokan, seperti di Boyolali, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.
“KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) seharusnya membangun hubungan baik. Komunikasi pengurus tingkat pusat dan adaerah juga harus dilakukan,” kata dia.
Dia menyebutkan, komunikasi antar penyelenggara pemilu berbagai tingkatan, cenderung tidak baik.
Tak hanya itu, zona kampanye capres dan cawapres yang berimpitan, kegiatan calon anggota legislatif (caleg) baik tingkat DPR, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota yang semakin menambah persoalan baru.
(Agus/Dist)