BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Laporan mengejutkan dari industri minuman beralkohol global menunjukkan penurunan drastis penjualan hingga USD 830 miliar pada Januari 2026. Fenomena ini dipicu oleh pergeseran preferensi konsumen, khususnya generasi Z yang memilih gaya hidup lebih sehat dengan beralih ke alternatif minuman non-alkohol seperti kopi gula aren dan matcha.
Anjloknya bisnis minuman beralkohol (miras) secara global dan di Indonesia pada awal 2026 ini didorong oleh berbagai faktor. Hal ini terjadi didorong oleh pergeseran preferensi Gen Z yang beralih ke gaya hidup sehat dan alternatif non-alkohol seperti kopi gula aren dan matcha.
Analisis pasar menunjukkan bahwa kesadaran akan kesehatan, harga miras yang semakin tinggi, serta tren nongkrong di kafe menjadi pemicu utama perubahan pola konsumsi ini. Generasi muda kini lebih memilih ruang-ruang sosial yang menawarkan pengalaman berbeda tanpa melibatkan alkohol.
Selain itu, faktor lain terjadi penurunan meliputi kesadaran kesehatan, harga miras yang tinggi, serta tren nongkrong di kafe.
Menanggapi kabar penurunan drastis ini, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Agung Yansusan memberikan komentarnya tentang bisnis minuman beralkohol (miras) secara global dan di Indonesia dilaporkan anjlok drastis pada awal 2026.
Tingkat pembelian minuman beralkohol (miras) dilaporkan anjlok hingga USD 830 miliar pada Januari 2026 secara global.
Dari perspektif nilai keagamaan, penurunan konsumsi alkohol ini dipandang sebagai momentum positif. Agung mengatakan informasi anjloknya industri miras menjadi sebuah kabar baik. Karena sebagai umat Islam, homer atau minuman beralkohol itu haram.
“Ini menjadi momentum yang baik, yuk ah kita bergeser kalau yang masih minum homer mari kita bertobat,” ujarnya dalam akun @agung.yansusan, dikutip pada Jumat (30/1/2026).
Dalam konteks ekonomi lokal, pergeseran tren konsumsi ini sebenarnya membuka peluang bagi produk-produk lokal berkualitas untuk mengisi kekosongan pasar. Jawa Barat, yang dikenal memiliki kopi berkualitas tinggi dengan pengakuan internasional, menjadi salah satu alternatif yang ditawarkan untuk menggantikan minuman beralkohol.
Anggota Komisi II DPRD Jabar ini mengajak masyarakat khususnya anak muda berpindah ke kopi asli dari Jawa Barat yang kelasnya sudah mendunia.
“Stop minuman beralkohol. Nah teman-teman, apakah masih ada yang minuman beralkohol? Kita doakan sama-sama agar bisa terlepas dari kecanduan minuman beralkohol,” katanya.
Tren global ini mencerminkan perubahan paradigma generasi muda yang semakin sadar akan pentingnya kesehatan dan gaya hidup berkelanjutan. Penurunan drastis dalam industri alkohol bukan sekadar pergeseran preferensi konsumen, tetapi juga sinyal kuat perubahan nilai-nilai sosial di kalangan generasi Z yang kini menjadi penggerak utama ekonomi global.