JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Di era bisnis yang bergerak cepat, perusahaan yang mampu menciptakan lahan subur bagi inovasi dan ide-ide baru akan selalu berada selangkah lebih maju. Lingkungan kerja yang mendorong eksperimen, kolaborasi lintas divisi, dan komunikasi yang terbuka kini menjadi kebutuhan strategis, bukan lagi sekadar budaya tambahan.
Tanpa ruang aman untuk menyampaikan gagasan, organisasi berisiko kehilangan peluang inovasi yang dapat memperkuat posisi mereka di pasar.
Kesadaran ini semakin mengemuka setelah gelaran Indonesia Research & Innovation Expo 2025, yang menegaskan bahwa inovasi kini berada di jantung pembangunan ekonomi nasional.
Mengikuti arah Indonesia Research & Innovation Expo 2025, perusahaan yang ingin tetap kompetitif tak lagi cukup mengandalkan proses bisnis lama. Mereka perlu menanamkan nilai inovasi pada karyawan gar ide terus tumbuh, diuji, dan diwujudkan.
Dalam konteks inilah, salah satu perusahaan Fast Moving Consumer Good (FMCG) terbesar di Indonesia menggandeng Paramavida untuk menyelenggarakan Workshop Innovation & Effective Presentation, sebuah program yang dirancang khusus untuk mempersiapkan para peserta mengikuti kompetisi internal yang diadakan perusahaan untuk membangun ide-ide strategis di bisnis mereka. Kompetisi ini bertujuan menggali ide-ide terobosan yang dapat memperkuat efisiensi operasional, membangun pengalaman pelanggan, hingga menciptakan peluang produk dan proses baru.
Mengurai Tantangan Inovasi di Dunia Kerja FMCG
Industri FMCG dikenal sangat dinamis: perubahan preferensi konsumen, persaingan ketat, serta tekanan untuk menghadirkan produk lebih cepat dan lebih relevan. Namun, inovasi tidak selalu muncul secara spontan. Banyak karyawan memiliki ide, tetapi tidak percaya diri menyampaikannya; sebagian lainnya kesulitan mengemas ide menjadi argumen yang logis dan persuasif. Tantangan ini yang menjadi dasar desain pelatihan Paramavida.
Dalam pelatihan ini, peserta diajak mendalami innovation mindset, kemampuan berpikir kritis, hingga cara memetakan peluang dari persoalan sehari-hari di lini kerja mereka. Melalui sesi problem framing, peserta belajar melihat isu operasional dari perspektif berbeda, sehingga ide baru dapat muncul dari hal-hal yang sebelumnya terlewat.
Simulasi, Diskusi, dan Pitching untuk Menguatkan Percaya Diri
Bagian inti program ini adalah kombinasi simulasi dan pitching. Peserta dibagi dalam kelompok kecil untuk mengembangkan solusi cepat dari studi kasus yang relevan dengan dunia kerja FMCG, mulai dari efisiensi supply chain, hingga ide pengalaman pelanggan. Setiap tim kemudian mempresentasikan ide mereka di depan fasilitator dan peserta lain.
Di sini, keterampilan komunikasi diuji. Peserta dilatih menyusun alur presentasi yang singkat namun kuat, membangun narasi yang mudah dipahami, serta menggunakan teknik komunikasi nonverbal untuk memperkuat pesan. Momen-momen seperti ini memberi pengalaman langsung bagaimana menyampaikan ide secara meyakinkan, kemampuan yang sangat dibutuhkan dalam kompetisi internal perusahaan.
Program & Partnership Director Paramavida, Nurul Winanda, menekankan bahwa esensi pelatihan ini adalah membuka ruang eksplorasi.
“Workshop ini memberikan kesempatan kepada para peserta untuk berkolaborasi dan mengeksplorasi potensi ide-ide mereka. Kami ingin setiap peserta pulang dengan perspektif baru tentang bagaimana mendesain ide dan bagaimana menyampaikan ide itu dengan kuat dan percaya diri, dan mampu meyakinkan pemangku kepentingan,” ujar Nurul (20/11/2025).
Baca Juga:
Miris, Danantara Sebut 95% Dividen BUMN Hanya Disumbang 8 Perusahaan
Dampak Langsung bagi Organisasi
Pelatihan ini tidak hanya membantu peserta menyiapkan diri untuk kompetisi internal, tetapi juga memperluas pemahaman mereka tentang strategi inovasi perusahaan. Dengan memahami bagaimana ide diolah, diuji, dan dikomunikasikan, peserta memiliki bekal yang lebih utuh untuk menjadi kontributor inovasi jangka panjang, bukan sekadar peserta kompetisi.
Menurut perwakilan perusahaan, pelatihan ini sangat relevan dengan semangat transformasi organisasi. Di tengah tuntutan pasar yang cepat berubah, perusahaan perlu memastikan bahwa setiap karyawan memiliki kemampuan untuk melihat peluang dan menyampaikan gagasan secara efektif.
Melalui kolaborasi ini, Paramavida menegaskan kembali komitmennya dalam mendukung pengembangan kompetensi SDM yang adaptif, inovatif, dan komunikatif. Program ini menjadi bukti bahwa inovasi memerlukan ekosistem: ruang untuk berpikir, metode untuk menguji ide, dan kemampuan untuk menyampaikan gagasan dengan percaya diri.
Dengan semakin banyak perusahaan nasional yang menggelar kompetisi inovasi internal, peran pelatihan seperti ini menjadi semakin krusial. Ketika karyawan diberi ruang, kemampuan, dan keberanian untuk menyampaikan ide, inovasi bukan lagi hanya slogan, tetapi menjadi budaya yang hidup.
(Dist)