Indramayu Kuasai 16,2 Persen Produksi Beras Jawa Barat, Kunci Ketahanan Pangan Provinsi

Beras Indramayu
(Pinterest)
-

Tidak ada video disisipkan.

INDRAMAYU, TEROPONGMEDIA.ID — Kabupaten Indramayu kembali menempati posisi teratas sebagai daerah penghasil beras terbesar di Jawa Barat pada tahun 2024.

Dengan total produksi sebesar 808.100,81 ton, daerah yang dijuluki lumbung padi ini unggul signifikan dibandingkan kabupaten lainnya di provinsi tersebut.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, produksi beras Indramayu jauh melampaui Karawang yang mencatat 601.465,49 ton dan Subang dengan 559.546,34 ton, yang masing-masing menempati urutan kedua dan ketiga.

Kepala BPS Jawa Barat, Darwis Sitorus, mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari pengelolaan lahan pertanian yang konsisten, ketersediaan irigasi teknis yang memadai, serta kondisi iklim yang mendukung peningkatan hasil panen.

“Indramayu memiliki karakteristik geografis dan sistem pertanian yang sangat mendukung untuk pertanian padi. Lahan sawahnya luas dan jaringan irigasinya relatif stabil, sehingga mampu mendukung panen hingga dua sampai tiga kali dalam setahun,” ujar Darwis, Selasa (20/5/2025).

Produksi beras di Jawa Barat pada tahun 2024 tercatat mencapai 4,98 juta ton. Dari total tersebut, Indramayu menyumbang sekitar 16,2 persen. Menurut Darwis, data ini mengindikasikan bahwa ketahanan pangan di Jawa Barat sangat bergantung pada sejumlah wilayah strategis.

“Kalau kita lihat, lebih dari 40 persen produksi beras di Jabar hanya disumbang oleh tiga kabupaten. Ini menjadi catatan penting karena berarti ketahanan pangan kita sangat rentan jika salah satu dari tiga daerah tersebut mengalami gangguan,” jelasnya.

Darwis juga menyampaikan bahwa meskipun sejumlah daerah seperti Cirebon (294.880,86 ton), Majalengka (279.550,82 ton), dan Garut (262.718,29 ton) berhasil masuk dalam daftar sepuluh besar, namun secara umum distribusi produksi beras di Jawa Barat masih tergolong tidak merata.

“Ketimpangan antarwilayah perlu menjadi perhatian. Daerah dengan potensi pertanian yang belum tergarap optimal harus didorong agar bisa meningkatkan produksinya. Misalnya Tasikmalaya dan Bekasi yang berada di peringkat 9 dan 10, produksinya masih di bawah 250 ribu ton,” ungkap Darwis.

BPS mencatat, sejumlah faktor mempengaruhi tingkat produksi padi di tiap kabupaten. Di antaranya adalah ketersediaan lahan, akses terhadap air irigasi, tingkat mekanisasi pertanian, hingga perubahan pola tanam akibat perubahan iklim.

“Pola tanam sudah mulai bergeser. Ada daerah yang dulu bisa panen tiga kali, sekarang hanya dua. Bahkan beberapa hanya sekali. Itu banyak dipengaruhi oleh iklim yang makin tidak menentu,” katanya.

Selain dipengaruhi oleh kondisi alam, Darwis menjelaskan bahwa berbagai program dari pemerintah daerah juga memiliki peranan penting dalam mendukung sektor pertanian. Daerah yang menerapkan kebijakan pro-petani, seperti pemberian subsidi benih, pelatihan pertanian modern, serta kemudahan akses modal, umumnya menunjukkan hasil yang lebih baik dalam produksi pangan.

Ia menambahkan, beberapa daerah seperti Sukabumi, Garut, dan Tasikmalaya masih memiliki potensi besar untuk meningkatkan sumbangsihnya terhadap produksi beras di tingkat provinsi. Namun, tantangan utamanya terletak pada kondisi topografi wilayah dan pola kepemilikan lahan yang tersebar dalam skala kecil.

“Di daerah pegunungan seperti Garut dan Tasikmalaya, memang tidak bisa disamakan dengan Indramayu yang relatif datar dan luas. Tapi dengan inovasi teknologi pertanian, ini masih bisa dioptimalkan,” ujar Darwis.

Dalam jangka panjang, pentingnya membangun ketahanan pangan yang inklusif dan merata. Menurutnya, pemerintah provinsi maupun pusat perlu memperluas cakupan program intensifikasi pertanian ke luar daerah-daerah utama.

Baca Juga:

Prabowo Klaim Produksi Beras Indonesia Tertinggi Sepanjang Sejarah

Indonesia Siap Ekspor Beras Ke Malaysia 2 Ribu Ton per Bulan

“Jika hanya bergantung pada segelintir kabupaten, risiko krisis pangan bisa meningkat saat terjadi bencana atau gangguan iklim di satu daerah. Kita harus mulai memperkuat daerah-daerah yang produksinya masih rendah tapi punya potensi,” tandasnya.

BPS turut mengingatkan pemerintah daerah agar tidak semata-mata fokus pada peningkatan jumlah produksi, tetapi juga memperhatikan aspek efisiensi dan keberlanjutan. Upaya seperti pemanfaatan pupuk organik, pengelolaan air secara berkelanjutan, serta pengembangan varietas padi yang beragam dinilai penting untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim.

(Virdiya/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
WhatsApp Image 2025-05-27 at 13.34
Persib Kembali Dongkrak Ranking Indonesia di Asia
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Persib Bandung kembali memberikan kontribusi penting bagi sepak bola...
nobar persib vs persija
Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Persija: Rivalitas Bukan Alasan untuk Kekerasan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rivalitas Persib Bandung dan Persija Jakarta kembali menjadi sorotan setelah...
arteta
Arteta Bertahan hingga 2030, Arsenal Siapkan Era Baru Setelah Akhiri Puasa Gelar
LONDON, TEROPONGMEDIA.ID – Arsenal menunjukkan keseriusan membangun era kejayaan baru bersama Mikel Arteta....
Jorge Martin
Marc Marquez Pangkas Jarak, Terpaut Dua Poin dari Jorge Martin
MOTEGI, TEROPONGMEDIA.ID – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin panas setelah Marc...
IMG-20260930-WA0004
PLN UP3 Majalaya Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Listrik, Jaga Keandalan Pasokan bagi Pelanggan
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Majalaya...
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Bodo/Glimt vs Inter UCL 2025/2026
Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pertandingan leg kedua babak 16 besar UEFA Champions League akan mempertemukan...

2

AC Milan
AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — AC Milan berhasil kalahkan Como dengan skor 2-1 dalam pertandingan...

3

Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Dua nama besar di dunia hiburan, Titi DJ dan Thomas Djorghi, resmi...

4

Pria gangguan kejiwaan gantung diri
–=DP[AOJ)(55)—dPD [45]

5

Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
Cegah Zoonosis, Pemkot Bandung Gelar Vaksinasi Hingga Sterilisasi Hewan Peliharaan Gratis di Kelurahan Ciumbuleuit
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian...
Headline
Dorong Tata Kelola dan Kepastian Hukum, bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten
bank bjb Perkuat Kolaborasi dengan Kejati Banten Demi Peningkatan Tata Kelola dan Kepastian Hukum
BANTEN, TEROPONGMEDIA.ID – bank bjb memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Banten melalui Penandatanganan...
Ferry Paulus
Isu Panas Hak Persib Dipinjamkan LIB, Persija Layangkan Somasi
JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Persija Jakarta mengambil langkah hukum dengan melayangkan somasi kepada...
IMG-20260926-WA0015
Tunjukan Kartu Anggota di Rakorda PSI Kota Bandung, Jokowi: Sudah Setahun
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Presiden Indonesia ketujuh Joko Widodo memamerkan kartu anggota Partai Solidaritas...
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
Hoaks Pemadaman Internet Tiga Hari Beredar, Masyarakat Diimbau Tak Panik
BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga...